Kidung Agung 5:12
Matanya bagaikan burung merpati pada tepi aliran air, yang mandi dalam air susu dan dijemurnya dirinya dalam panas.
Matanya bagaikan burung merpati pada tepi aliran air, yang mandi dalam air susu dan dijemurnya dirinya dalam panas.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
13Pipinya seperti petak pokok rempah-rempah, bagaikan bukit yang harum baunya, bibirnya bagaikan bunga bakung, yang bertitik-titik minyak mur.
14Tangannya pakai cincin-cincin emas yang bertatahkan permata cempaka; pinggangnya bagaikan perbuatan gading, bersendi-sendikan permata nilam.
15Betisnya bagaikan tiang batu marmar yang beralaskan emas tulen. Sikapnya bagaikan Libanon, terpilih seperti pohon araz.
16Langitan mulutnya semata-mata manisan dan segala sesuatu yang padanya itu keinginan belaka. Demikianlah peri kekasihku, demikianlah peri sobatku, hai segala puteri Yeruzalem!
10Bahwa kekasihku itu putih dengan merah, cahayanya meliputi orang beribu laksa!
11Kepalanya bagaikan emas sepuluh matu, rambutnya berikal-ikal, warnanya hitam seperti burung gagak.
13Kekasihku itu bagiku akan mur serumbai, yang bermalam pada dapur susuku.
14Kekasihku itu bagiku akan bunga kurma setandan di dalam kebun anggur Enjedi.
15Bagaimana elokmu, hai adinda! bagaimana elokmu, dan matamu seperti burung merpati.
1Bahwa sesungguhnya amat eloklah engkau, hai adinda! amat eloklah engkau! matamu seperti burung merpati di belakang layahmu dan tokong-tokong rambutmu itu seperti sekawan kambing yang makan rumput di bukit Gilead.
2Gigimu seperti sekawan anak domba yang baharu digunting bulunya, lalu naik dari dalam tempat pebasuhan, semuanya berkembar, tiada yang kurang timbalannya.
3Bibirmu seperti benang kirmizi, bunyi suaramu merdu, pipimu seperti buah delima separuh di belakang tudungmu.
4Lehermu seperti menara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu perisai orang pahlawan.
5Kedua belah susumu seperti anak kijang yang kembar, yang mencahari makan di antara segala bunga bakung.
6Bahwa aku hendak pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan sampai hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun lenyap.
7Elok sekali engkau, hai adinda! dan barang suatu celapun tiada padamu.
1Bagaimana cantik segala langkahmu dengan kasut itu, hai putera raja! lengkung pahamu seperti perhiasan perbuatan tangan orang pandai.
2Pinggangmu bagaikan piala bulat, jangan kurang minuman dalamnya. Ribaanmu seperti suatu timbunan gandum yang berpagarkan bunga bakung.
3Kedua belah susumu itu bagaikan anak kijang sepasang yang kembar.
4Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan kolam yang di Hezbon dekat pintu Bat-Rabim; hidungmu bagaikan menara di Libanon, yang arah ke Damsyik.
5Kepala yang di atasmu itu seperti Karmel; anyaman rambutmu seperti warna ungu, seorang raja terjerat dengan ikal-ikal rambutmu.
6Bagaimana elok engkau, bagaimana manis, hai pengasihan, dengan pelbagai lezat!
7Lembagamu boleh diumpamakan dengan pokok kurma dan susumu dengan tandan buah-buah.
5Palingkanlah matamu dari padaku, karena ia itu terlalu kuat bagiku; bahwa rambutmu bagaikan sekawan kambing, yang makan rumput pada curam Gilead.
6Gigimu bagaikan sekawan kambing domba yang baharu naik dari dalam tempat pebasuhan, semuanya berkembar, tiada yang kurang timbalannya.
7Pipimu bagaikan delima sepenggal di antara ikal-ikal rambutmu.
9Hai adinda! aku mengumpamakan dikau dengan kuda yang dipasang pada rata Firaun.
10Bahwa manislah pipimu dengan utas mutiara dan lehermu dengan kalung merjan.
14Hai merpatiku! yang bersembunyi di dalam celah-celah bukit batu yang tinggi! biarlah aku memandang mukamu, biarlah aku mendengar suaramu, karena manislah bunyi suaramu dan eloklah parasmu.
12Matanya akan merah dengan air anggur dan giginyapun akan putih dengan air susu.
18Besi dibilangnya akan merang dan tembaga akan kayu yang sudah rapuh.
9Kekasihku itu bagaikan kijang atau seperti anak rusa. Lihatlah ia berdiri di balik dinding kita, iapun menengok dari pada tingkap, dan lagi gilang-gemilang rupanya dari balik kisi-kisi.
14Maka kepala-Nya dan rambut-Nya putih, seperti bulu domba yang putih, putihnya seperti salju; maka mata-Nya seperti nyala api;
9Bahwa engkau sudah memberanikan hatiku, hai adinda, hai tunanganku! engkau sudah memberanikan hatiku dengan sekali pandang matamu, dengan seikal rambut yang pada lehermu.
10Bagaimana indahnya kasihmu, hai adinda, hai tunanganku! bagaimana sedap kasihmu, lebih dari pada air anggur dan dari pada harum minyak bau-bauan dan segala rempah-rempah!
11Bibirmu meniriskan titisan air madu, hai tunanganku! air lebah dan air susu adalah di bawah lidahmu, dan harum bau pakaianmu seperti harum bau Libanon.
12Bahwa engkau laksana taman yang berpagar kelilingnya, hai adinda, hai tunanganku! bagaikan pancaran air yang bersekat dan mata air yang termeterai.
2Bahwa tertidurlah aku, tetapi hatiku lagi berjaga, maka kedengaranlah bunyi suara kekasihku sambil mengetok pintu, katanya: Bukakanlah aku pintu, hai adinda, emasku, merpatiku dan kesempurnaanku! karena kepalaku dibasahkan oleh embun dan ikal-ikal rambutku oleh rintik-rintik malam.
7Katakanlah kepadaku, hai kekasih hatiku! di mana engkau menggembala, di mana engkau memperhentikan kawan domba pada tengah hari, karena mengapa gerangan aku mengembara kelak dengan kawan-kawan domba segala taulanmu?
7Dahulu segala penghulunya suci dari pada salju, putih dari pada air susu dan cahaya tubuhnya terlebih dari pada cahaya mutiara, dan parasnyapun seperti permata nilam.
9Tetapi seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku, ialah anak tunggal kepada ibunya, penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia; segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia.
10Siapakah dia yang rupanya seperti fajar, eloknya seperti bulan, cahayanya seperti matahari dan hebatnya seperti balatentara?
24Seperti segala binatangnya berkelimpahan air susu, demikianpun sumsum tulang-tulangnya dibasahkan.
9dan langitan mulutmu seperti air anggur yang baik, yang memancar ke atas bagi kekasihku, dan mengalir perlahan-perlahan masuk bibir mulut orang tidur.
5Bahwa akulah hitam, tetapi manis, hai puteri-puteri Yeruzalem! seperti kemah Kedar dan seperti tirai kelambu Sulaiman.
2Hendaklah dikucupinya aku dengan kucup mulutnya, karena cumbuanmu itu terlebih sedap dari pada air anggur.
10Bahwa akulah bagai dewala dan susuku bagai kota, maka sebab itu akulah pada pemandangannya seperti seorang yang sudah mendapat selamat.
19Biarlah ia bagimu seperti rusa betina yang manis dan seperti kijang yang cantik, biarlah gurau sendanya memabuki engkau selalu, dan berkembaralah senantiasa dalam kasihnya.
15Hai pancaran air segala taman, hai mata air hidup, yang mengalir dari atas Libanon!
2Adalah ia itu seperti minyak yang indah-indah pada kepala, yang turun kepada janggut, yaitu janggut Harun, lalu turun sampai ke leher jubahnya.