1 Korintus 11:7
Karena laki-laki itu tiada patut menudung kepalanya, sebab ia peta dan kemuliaan Allah; tetapi perempuan itu kemuliaan laki-laki.
Karena laki-laki itu tiada patut menudung kepalanya, sebab ia peta dan kemuliaan Allah; tetapi perempuan itu kemuliaan laki-laki.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
3Tetapi aku suka kamu mengetahui, bahwa kepala tiap-tiap laki-laki itu Kristus, dan kepala perempuan itu laki-laki, dan kepala Kristus itu Allah.
4Maka tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan bertudung kepala, menghinakan kepalanya.
5Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan tiada bertudung kepala, menghinakan kepalanya, karena ia sama seperti sudah dicukur rambutnya.
6Karena jikalau seorang perempuan tiada bertudung, biarlah rambutnya digunting juga. Tetapi jikalau menjadi suatu malu kepada perempuan itu digunting atau dicukur rambutnya, biarlah ia bertudung.
8Karena laki-laki itu bukan asalnya daripada perempuan, melainkan perempuan itu asalnya daripada laki-laki.
9Dan laki-laki itu bukannya dijadikan karena perempuan, melainkan perempuan itu karena laki-laki.
10Sebab itulah perempuan itu wajib memakai di kepalanya suatu tanda ia takluk, oleh sebab segala malaekat.
11Walaupun demikian, di dalam Tuhan perempuan bergantung kepada laki-laki, sama seperti laki-laki bergantung kepada perempuan.
12Karena seperti perempuan itu asalnya daripada laki-laki, demikian pula laki-laki jadi daripada perempuan; tetapi sekaliannya daripada Allah.
13Kamu timbangkanlah sendiri: Adakah patut seorang perempuan berdoa kepada Allah dengan tiada bertudung?
14Tiadakah keadaan itu sendiri menyatakan kepada kamu, bahwa jikalau seorang laki-laki ada berambut panjang menjadi suatu kehinaan kepadanya?
15Tetapi jikalau perempuan ada berambut panjang, menjadi suatu kemuliaan kepadanya! Karena rambutnya itu dikaruniakan kepadanya untuk penudung.
16Tetapi jikalau barang seorang suka berbantah-bantah, maka kita ini tiada menaruh adat yang demikian dan segala sidang jemaat Allah pun tidak.
22Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
23karena suami itu menjadi kepala kepada isteri, seperti Kristus juga menjadi kepala kepada sidang jemaat, maka Ialah yang menyelamatkan tubuh itu.
24Tetapi sebagaimana sidang jemaat itu takluk kepada Kristus, demikianlah juga segala isteri orang takluk kepada suaminya di dalam segala sesuatu.
11Adapun perempuan itu hendaklah ia belajar dengan senyapnya, dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya.
12Tetapi tiada aku mengizinkan seorang perempuan mengajar atau memerintah atas laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri.
13Karena Adam sudah dijadikan dahulu, kemudian baharulah Hawa;
14maka bukannya Adam yang teperdaya, melainkan perempuan itu teperdaya, sehingga ia termasuk ke dalam kesalahan.
9Demikianlah juga segala perempuan menghiasi dirinya dengan memakai pakaian yang patut, serta dengan sopan dan siuman; bukannya dengan rambut beranyam dan emas atau mutiara atau pakaian yang berharga;
1Menjawab segala pertanyaan di dalam suratmu itu, maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan,
2akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri.
3Hendaklah suami itu menggenapkan kewajibannya kepada isterinya, demikianlah juga isteri itu kepada suaminya.
4Maka isteri itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami itu. Demikian juga suami itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan isteri itu.
34hendaklah segala perempuan berdiam dirinya di dalam sidang-sidang jemaat itu. Karena tiada diizinkan kepada mereka itu berkata-kata melainkan wajiblah mereka itu takluk, seperti kata Taurat juga.
35Jikalau mereka itu suka belajar apa-apa, biarlah mereka itu bertanya kepada suaminya sendiri di rumah, karena menjadi suatu aib bagi perempuan berkata-kata di dalam sidang jemaat.
36Daripada kamukah firman Allah itu sudah keluar? Atau kepada kamu sahajakah firman itu sudah sampai?
3Janganlah kamu menghiasi dirimu yang lahir, dengan rambut yang beranyam, dan memakai barang emas, atau memakai pakaian yang indah-indah,
4melainkan sifat yang baik pada hatinya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah.
5Karena demikian juga pada zaman dahulu kala segala perempuan yang kudus, yang menaruh harap akan Allah itu, menghiasi dirinya juga, sambil tunduk kepada suaminya sendiri sahaja,
27Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan.
16Hai isteri orang, bagaimanakah engkau mengetahui, kalau-kalau engkau akan menyelamatkan suamimu? Atau hai suami orang, bagaimanakah engkau mengetahui, kalau-kalau engkau akan menyelamatkan isterimu?
34dan hatinya bercabang dua. Maka perempuan yang tiada bersuami itu dan perawan sangat ingat akan perkara daripada Tuhan, supaya ia kudus, baik tubuh baik rohnya. Tetapi perempuan yang bersuami itu sangat ingat akan perkara dunia, yaitu bagaimana ia dapat membuat suaminya berkenan akan dia.
35Maka yang kukatakan ini berfaedah bagi kamu, bukannya aku hendak menjerat kamu, melainkan hendak menyempurnakan kamu, sehingga kamu bertekun kepada Tuhan dengan tiada kebimbangan.
7Demikianlah juga kamu, hai segala suami orang, hendaklah kamu duduk dengan isterimu dengan budi pekerti yang baik, sebab mereka itu pihak yang lebih lemah keadaannya, serta memberi hormat kepadanya, sebab kamu juga sama waris anugerah Allah, yaitu hidup, supaya doamu jangan tergendala.
11(Tetapi jikalau ia sudah undur, maka hendaklah ia senantiasa bujang, atau rujuk kepada suaminya;) dan janganlah suami itu meninggalkan isterinya.
7Maka aku suka, biarlah segala orang menjadi seperti aku ini, tetapi masing-masing beroleh karunia yang berbeda-beda daripada Allah, yaitu seorang begini, dan seorang begitu.
17Tetapi barangsiapa yang memegahkan dirinya itu, biarlah ia memegahkan dirinya di dalam Tuhan.
23Maka kata Adam: Bahwa sekarang tulang ini dari pada tulangku dan daging ini dari pada dagingku; maka ia akan dinamai perempuan, sebab ia telah dikeluarkan dari dalam orang laki-laki adanya.
5Bahwa pakaian laki-laki tak boleh dikenakan kepada perempuan dan orang laki-lakipun tak boleh berpakaikan pakaian perempuan, karena barangsiapa yang berbuat demikian, ia itu kebencian kepada Tuhan, Allahmu.
7Karena sebab itu hendaklah orang meninggalkan bapanya dan ibunya, dan berdamping dengan bininya,
27dan supaya Ia mendirikan sidang itu di hadapan-Nya sendiri dengan kemuliaan, dengan tiada cacat atau kerut atau barang sebagainya, melainkan supaya ia menjadi kudus dengan tiada bercela.
28Demikian juga patut segala suami itu mengasihi isterinya, seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Maka orang yang mengasihi isterinya, ialah mengasihi dirinya sendiri.
31supaya (seperti yang tersurat): Siapa yang memegahkan diri, biarlah ia memegahkan diri di dalam Tuhan.
9Maka iapun akan menggubah karangan akan perhiasan kepalamu, serta menganugerahi engkau dengan makota yang indah-indah.
10Karena dengan sebenarnya yang dahulu dimuliakan itu, bukanlah dimuliakan di dalam hal ini, dari sebab kemuliaan inilah, yang terlampau sangat itu.
21Oleh yang demikian janganlah seorang pun bermegah-megah atas hal manusia. Karena segala sesuatu kepunyaanmu,
47Maka manusia yang pertama itu berasal daripada bumi, yaitu tanah, manusia yang kedua itu berasal dari surga.
4Seorang bini yang baik budi ia itu seolah-olah makota lakinya, tetapi bini yang mendatangkan malu, ia itu seperti bisa dalam tulang-tulangnya.