Amsal 12:4
Seorang bini yang baik budi ia itu seolah-olah makota lakinya, tetapi bini yang mendatangkan malu, ia itu seperti bisa dalam tulang-tulangnya.
Seorang bini yang baik budi ia itu seolah-olah makota lakinya, tetapi bini yang mendatangkan malu, ia itu seperti bisa dalam tulang-tulangnya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
8Capailah akan dia, maka iapun akan membesarkan dikau kelak, dan iapun akan memuliakan dikau apabila engkau mendakap akan dia.
9Maka iapun akan menggubah karangan akan perhiasan kepalamu, serta menganugerahi engkau dengan makota yang indah-indah.
10Siapakah yang boleh mendapat seorang bini yang berbudi? maka adalah harganya amat lebih besar dari pada harga menikam.
11Bahwa hati lakinya boleh harap padanya, sehingga tiada ia kekurangan barang-barang yang baik.
12Bahwa bininya berbuat baik akan dia, bukannya jahat, seumur hidupnya.
25Patut dan sopan menjadi pakaiannya, dan iapun bergemar akan hari yang kemudian.
26Maka dibukakannya mulutnya dengan akal budi dan pengajaran kemurahan adalah pada lidahnya.
27Maka diamat-amatinya kelakuan segala isi rumahnya, dan tiada ia makan rezeki dengan malas.
28Bahwa anak-anaknya naik pangkat serta memuji dia sebab selamatnya dan lakinyapun memuji dia katanya:
29Banyaklah anak perempuan yang telah baik dan berbudi kelakuannya, tetapi engkaulah meliputi akan mereka itu sekalian.
30Adapun peri cantik itu penipu adanya dan keelokan itu sia-sia, tetapi seorang bini yang takut akan Tuhan itu akan dipuji-puji.
31Berikanlah kepadanya dari pada hasil tangannya sendiri, dan biarlah pekerjaannya sendiri memuji akan dia di pintu gerbang.
1Bahwa seorang perempuan yang berbudi itu membangunkan rumahnya, tetapi seorang perempuan yang bodoh membongkar dia dengan kedua belah tangannya.
16Seorang bini yang sedap manis itu beroleh hormat, seperti seorang gagah berani beroleh harta.
13Bahwa seorang anak jahat itu seperti suatu telaga kesukaran bagi ibu bapanya dan bini yang bantahanpun seperti bocoran yang bertitik-titik selalu.
14Rumah dan harta benda itulah pusaka orang tua-tua, tetapi seorang bini yang berakal budi itulah karunia Tuhan.
22Maka diperbuatnya bagi dirinya perhiasan permadani, dan pakaiannya dari pada kain halus yang ungu warnanya.
23Maka lakinya dikenal orang dalam pintu gerbang, apabila ia duduk serta dengan segala tua-tua negeri.
22Maka seperti cincin emas pada jungur babi, demikianlah adanya perempuan cantik yang melangkah bahasa.
22Barangsiapa yang telah mendapat bini, ia itu mendapat benda yang baik dan iapun beroleh keridlaan dari pada Tuhan.
3Maka binimu akan seperti pokok anggur yang berbuah pada sebelah dalam rumahmu, dan anak-anakmu seperti pokok-pokok zait keliling mejamu.
4Bahwasanya demikianpun diberkati akan orang yang takut akan Tuhan.
6Janganlah engkau meninggalkan dia, maka ia itu akan memeliharakan dikau; kasihlah akan dia, maka ia itu akan menyelamatkan dikau.
3Bahwa orang tiada ditetapkan dengan kejahatan, tetapi akar orang yang benar tiada tergerakkan.
23dan karena seorang perempuan yang hina apabila ia berlaki, dan seorang sahaya apabila ia menjadi waris enciknya.
17Maka diikatnya pinggangnya dengan kuat dan dikuatkannya lengannya.
17Karena kelakuan permaisuri ini kedengaranlah kelak kepada segala orang perempuan, sehingga lakinya akan berkecelaan kepada pemandangannya, serta katanya: Bahwa baginda raja Ahasyweros sudah bertitah mempersilakan permaisuri Wasti datang menghadap hadirat baginda, tetapi engganlah ia datang.
5Pikiran orang yang benar itulah betul, tetapi ikhtiar orang jahat itu penipu adanya.
15Maka terlebih indah adanya dari pada menikam dan segala yang dikehendaki olehmu itu tiada dapat dibanding dengan dia.
16Pada tangannya kanan adalah panjang umur dan pada tangannya kiri adalah kekayaan dan kemuliaan.
17Adapun jalannya itu jalan kesedapan dan segala lorong-lorongnyapun sejahteralah adanya.
18Maka ialah pohon kehidupan bagi segala orang yang mencapai akan dia, dan berbahagialah segala orang yang bersangkut paut kepadanya.
4Tetapi akhirnya pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang jembiah;
4melainkan sifat yang baik pada hatinya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah.
5Karena demikian juga pada zaman dahulu kala segala perempuan yang kudus, yang menaruh harap akan Allah itu, menghiasi dirinya juga, sambil tunduk kepada suaminya sendiri sahaja,
32melainkan seperti orang bermukah, yang menerima orang lain pada masa ia lagi dengan lakinya.
9Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan.
13Bahwa seorang perempuan bodoh itu risau dan dukana, satupun tiada diketahuinya.
26Karena oleh seorang sundal masuklah orang dalam hal kekurangan makan, dan bini orang lain menghambat akan jiwa orang yang amat indah.
18Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu.
8Bahwa orang akan dikenangkan sebab budinya, tetapi orang yang degil hatinya itu akan dibenci.
24Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan seorang bini yang bantahan, jikalau berjamu orang sekalipun.
31Bahwa rambut putih itu suatu makota yang mulia, jikalau didapati akan dia pada jalan kebajikan.
10biarlah biniku berkisar dengan orang lain, biarlah orang lain berseketiduran dengan dia.
6Karena jikalau seorang perempuan tiada bertudung, biarlah rambutnya digunting juga. Tetapi jikalau menjadi suatu malu kepada perempuan itu digunting atau dicukur rambutnya, biarlah ia bertudung.
15Maka bangunlah ia sebelum fajar, lalu diberinya makan akan orang isi rumahnya dan pekerjaan yang tentu kepada segala dayang-dayangnya.
15Bocor yang bertitik-titik selalu pada masa hujan deras, ia itu sama dengan seorang bini yang bantahan.
19Terlebih baik orang duduk di padang tekukur dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan dan pemarah.