4Maka sesungguhnya pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah bahagian akan Penina, bininya, dan akan segala anak-anaknya, laki-laki dan perempuan.
5Tetapi akan Hanna diberikannya suatu bahagian yang pilihan dan terutama, karena kasihlah ia akan Hanna, tetapi telah dimandulkan Tuhan akan rahimnya.
6Maka madunyapun mempersakiti hatinya dengan kepahitan hendak memanaskan hatinya, sebab Tuhan telah memandulkan rahimnya.
7Maka demikianlah halnya pada tiap-tiap tahun, setiap kali ia pergi ke hulu, ke rumah Tuhan, dipersakitinya hatinya, sehingga menangislah ia dan tiada mau makan.
8Maka kata Elkana, lakinya: Hai Hanna, mengapa engkau menangis? apa sebab engkau tiada mau makan? dan karena apa susah hatimu? Bukankah aku ini bagimu terlebih baik dari pada anak laki-laki sepuluh orang?
9Setelah sudah orang makan minum di Silo, bangkitlah Hanna lalu berdiri, maka Eli, imam itu, adalah duduk pada kursi dekat dengan jenang kaabah Tuhan.
10Maka sebab sangatlah susah hatinya, dipinta oleh Hanna doa kepada Tuhan sambil menangis tersedih-sedih.
11Maka bernazarlah ia, katanya: Ya Tuhan serwa sekalian alam! jikalau kiranya sekali jua Engkau menilik akan kesukaran hamba-Mu ini dan Engkau ingat akan daku dan tiada melupakan hamba-Mu, melainkan Engkau mengaruniai hamba-Mu dengan seorang anak laki-laki, niscaya aku mempersembahkan dia kelak kepada Tuhan pada segala hari umur hidupnya dan pisau cukurpun tiada akan terkena kepada kepalanya.
12Arakian, maka sementara lambat ia meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, maka diamat-amati Eli akan mulutnya.
13Karena Hanna itupun berkata-kata dalam hatinya, bibirnya sahaja bergerak, tetapi tiada kedengaran bunyi suaranya, maka sebab itu pada sangka Eli mabuklah ia.
14Maka kata Eli kepadanya: Berapa lama gerangan seperti mabuklah lakumu? buanglah mabukmu itu dari padamu.