2 Raja-raja 4:40
Setelah disajikan makanan bagi segala orang itu, tiba-tiba apabila mereka itu makan dari pada gulai itu, berteriaklah mereka itu, katanya: Kematian juga adalah dalam periuk ini, ya aziz Allah! Maka tiada boleh mereka itu makan dia.
Setelah disajikan makanan bagi segala orang itu, tiba-tiba apabila mereka itu makan dari pada gulai itu, berteriaklah mereka itu, katanya: Kematian juga adalah dalam periuk ini, ya aziz Allah! Maka tiada boleh mereka itu makan dia.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
41Maka kata Elisa: Ambilkanlah aku tepung. Maka dituangnya tepung itu ke dalam periuk itu lalu katanya: Sekarang sajikanlah dia bagi orang banyak ini, supaya mereka itu makan. Maka satupun tiada jahatnya dalam periuk itu lagi.
42Hata, maka datanglah seorang laki-laki anu dari Baal-Salisa, yang membawa kepada aziz Allah itu beberapa roti hulu hasil, dua puluh ketul roti syeir dan tepung tumbukan halus dalam saputangannya. Maka kata Elisa: Berikanlah dia kepada orang banyak ini, supaya mereka itu makan!
43Maka sembah hambanya: Manakan dapat sahaya sajikan dia kepada seratus orang laki-laki? Maka kata Elisa: Berikanlah dia juga, supaya mereka itu makan, karena firman Tuhan demikian: Orang akan makan, kemudian akan ada lagi sisanya.
44Maka disajikannyalah kepada mereka itu dan mereka itu sekalianpun makanlah, kemudian adalah lagi sisanya, yaitu setuju dengan firman Tuhan itu.
38Hata, maka kemudian dari pada itu datanglah Elisa pula ke Gilgal pada masa bala kelaparan dalam negeri itu, maka segala murid nabi itu adalah duduk di hadapannya, lalu katanya kepada hambanya: Jerangkanlah periuk besar itu dan masaklah gulai akan segala murid nabi itu.
39Maka keluarlah seorang anu ke padang hendak mencahari sayur-sayur, maka didapatinya pokok hanzal, dipetiknya dari padanya buah hanzal saputangannya penuh, lalu datanglah ia, dikecik-kecikkannya dan dimasukkannya ke dalam periuk yang berisi gulai itu, karena tiada dikenalnya akan dia.
19Lalu orang itu balik sertanya dan makan roti dan minum air dalam rumahnya.
20Hata, maka sementara keduanya duduk pada meja, tiba-tiba datanglah firman Tuhan kepada nabi yang telah membawa balik akan dia,
21sehingga berserulah ia kepada aziz Allah yang telah datang dari Yehuda itu, bunyinya: Bahwa demikianlah firman Tuhan: Sebab engkau sudah mendurhaka kepada firman Tuhan dan tiada engkau perbuat akan barang yang telah dipesan Tuhan, Allahmu, kepadamu,
22melainkan engkau sudah balik dan makan roti dan minum air di tempat yang dipesannya kepadamu: Jangan engkau makan roti atau minum air di sana, maka sebab itu mayatmu tiada akan sampai ke dalam kubur nenek moyangmu.
11Maka sementara perempuan itu pergi hendak mengambil dia, berserulah Elia pula kepadanya, katanya: Ambil apalah akan daku sesuap apampun pada tanganmu!
12Tetapi sahut perempuan itu: Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup itu, sebuah apampun tiada padaku melainkan tepung hanya segenggam dalam periuk dan minyak hanya sedikit dalam buli-buli! bahwasanya aku sudah memungut barang sedikit kayu api ini, dan sekarang aku pergi hendak menyediakan dia akan diriku dan akan anakku laki-laki itu, supaya kedua kami makan, lalu mati.
13Maka kata Elia kepadanya: Janganlah engkau takut; pergi juga dan perbuatlah seperti katamu itu, tetapi perbuatlah akan daku dahulu sebuah apam kecil dari padanya, dan bawalah akan dia keluar kepadaku di sini, setelah itu, maka bolehlah engkau menyediakan sesuatu akan dirimu dan akan anakmu.
3Maka kata bani Israel kepada keduanya: Aduh, baiklah kami mati oleh tangan Tuhan di Mesir tatkala kami lagi duduk hampir dengan periuk yang berisi daging dan makan roti sampai kenyang; niscaya kamu telah membawa akan kami keluar dari sana lalu masuk ke dalam padang belantara ini hendak membunuh segenap perhimpunan ini dengan kelaparan.
17Adapun panglima yang baginda bertelekan pada lengannya, yaitu telah disuruh menunggui pintu negeri, maka dipijak-pijak oranglah akan dia dalam pintu itu sampai matilah ia, setuju dengan sabda aziz Allah, yang dikatakannya tatkala baginda datang mendapatkan dia.
18Karena sesungguhnya tatkala aziz Allah itu berkata kepada baginda demikian: Dua takar syeir akan laku sesyikal dan setakar tepung haluspun sesyikal esok hari, waktu begini, dalam pintu negeri Samaria;
19lalu sahut panglima itu kepada aziz Allah, katanya: Jikalau kiranya dijadikan Tuhan akan tingkap di langit, baharu boleh jadi seperti katamu ini. Maka sahut Elisa kepadanya: Bahwasanya engkau akan melihatnya dengan matamu, tetapi tiada engkau akan makan dari padanya.
20Demikianpun jadilah, karena dipijak-pijak orang banyak akan dia dalam pintu gerbang, sehingga matilah ia.
28Dan lagi titah baginda kepadanya: Apakah perkaramu? Maka sembahnya: Bahwa perempuan ini telah berkata kepada patik demikian: Berikanlah anakmu, supaya kita makan dia pada hari ini, maka esok hari kita akan makan anakku.
29Maka sebab itu kedua patik ini sudah merebus anak patik, lalu patik makan tetapi pada keesokan harinya, apabila kata patik kepadanya: Sekarang berikanlah anakmu, supaya kita makan dia; maka disembunyikannya anaknya.
18hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut.
2Tetapi sahut panglima yang pada lengannya baginda bertelekan, katanya kepada aziz Allah: Jikalau kiranya dijadikan Tuhan tingkap di langit, baharu perkara itu boleh jadi. Maka kata Elisa: Bahwa sesungguhnya engkau akan melihat dengan matamu, tetapi tiada engkau akan makan dari padanya.
3Arakian, maka adalah di luar pintu gerbang negeri itu empat orang kusta, maka kata mereka itu seorang kepada seorang: Apa guna kita tinggal duduk di sini sampai kita mati?
4Jikalau kata kita: Mari kita masuk ke dalam negeri, maka dalam negeri adalah bala kelaparan, niscaya kita akan mati kelak di sana; dan jikalau kiranya kita tinggal di sini, tak dapat tiada kita mati juga; sebab itu, mari kita membuang diri kita kepada tentara orang Syam, jikalau dihidupinya akan kita, maka kitapun hiduplah, dan jikalau dibunuhnya akan kita, tak dapat tiada kita akan mati juga.
1Sebermula, maka adalah seorang perempuan anu dari pada bini segala murid nabi itu, maka berserulah ia kepada Elisa, katanya: Bahwa hamba tuan, laki sahaya itu, sudah mati, maka tuan juga tahu bahwa dahulu hamba tuan itu beribadatlah kepada Tuhan, maka sekarang orang piutang sudah datang hendak mengambil kedua orang anak sahaya akan hambanya.
2Maka kata Elisa kepadanya: Apakah boleh kuperbuat karena engkau? Berilah tahu aku barang apa yang di dalam rumahmu. Maka sahutnya: Satupun tiada pada sahaya dalam rumah melainkan sebuah buli-buli berisi minyak.
12Dan lagi hendaklah engkau makan sebuah apam syeir dan membakar dia di hadapan mata mereka itu dengan tahi yang sudah keluar dari pada manusia.
13Serta firman Tuhan: Demikianlah segala bani Israel akan makan roti dengan najisnya di antara orang-orang kafir, kepadanya Aku akan menghalaukan mereka itu.
3Dan hadapkanlah kepada bangsa yang bantahan itu suatu perumpamaan, katakanlah kepadanya: Demikianlah firman Tuhan Hua! Jerangkanlah periuk di atas api, jerangkanlah dia, tuanglah air ke dalamnya,
21Maka baliklah ia dari padanya, lalu diambilnya akan sepasang lembu, dibantainya dan direbusnya dagingnya di atas api dari pada abah-abahan lembu itu, lalu diberikannya kepada segala hambanya, maka mereka itupun makanlah, setelah itu maka bangkitlah Elisa berdiri mengikut Elia dan berkhidmat kepadanya.
23Tetapi dienggankannya, titahnya: Aku tak mau makan. Maka dibujuk oleh hambanya dan oleh perempuan itu akan dia, maka diturutnya bujuk mereka itu, dan berbangkitlah ia dari pada tanah, lalu duduk di atas gerai.
16Adapun tepung yang di dalam periuk itu tiada habis dan minyak yang di dalam buli-buli itupun tiada kurang, setuju dengan firman Tuhan yang telah dikatakan-Nya dengan lidah Elia itu.
17Hata, maka pada sekali peristiwa, yaitu kemudian dari pada yang tersebut itu, bahwa anak orang perempuan yang punya rumah itu jatuhlah sakit, maka penyakitnya itu payah sangat, sehingga tiada lagi tinggal nyawa-nyawa ikan dalamnya.
28Maka periuk bekas daging itu direbus hendaklah dipecahkan, tetapi jikalau ia itu direbus dalam periuk tembaga, maka hendaklah ia itu digosok dan dicelup dalam air.
15Lalu firman-Nya kepadaku: Bahwasanya Aku memberikan dikau tahi lembu akan ganti tahi manusia, hendaklah engkau sediakan rotimu dengan dia.
6Maka sembah mereka itu kepadanya: Adalah seorang anu datang mendapatkan patik serta katanya: Pergilah kamu, kembalilah kepada baginda, yang telah menyuruhkan kamu dan persembahkanlah kepadanya: Demikian inilah firman Tuhan: Adakah sebab tiada Allah di antara orang Israel, maka engkau sudah menyuruhkan orang bertanyakan Baal-Zebub, dewa orang Ekeron itu? Maka sebab itu tiada engkau akan turun dari pada peraduan yang telah kaunaiki itu, melainkan engkau akan mati kelak!
15Maka katanya kepadanya: Marilah sertaku singgahlah ke rumahku dan makanlah roti.
9karena demikianlah pesan Tuhan dalam firman-Nya kepada patik, bunyinya: Jangan engkau makan roti atau minum air, dan jangan engkau pulang dari pada jalan yang sudah engkau datang itu.
17karena telah dipesan kepadaku oleh firman Tuhan: Jangan engkau makan roti atau minum air di sana, dan jangan engkau pulang dari pada jalan yang sudah engkau datang itu.
14dicucuk-cucuknya dalam batil atau belanga atau kuali atau periuk, barang apapun baik yang tertarik naik dengan serampang itu diambil oleh imam akan dirinya; maka demikianlah perbuatan mereka itu akan segala orang Israel yang datang ke Silo.
15Bahkan, dahulu dari pada dinyalakan lemak itu, datanglah hamba imam sambil katanya kepada orang yang mempersembahkan korban: Berikanlah daging ini akan digoreng bagi imam, karena tiada ia mau menerima dari padamu daging rebus, melainkan yang mentah sahaja.
7Maka pergilah perempuan itu memberitahu hal itu kepada aziz Allah, lalu katanya: Pergilah engkau, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan lebihnya jadikanlah penghidupanmu dan penghidupan anak-anakmu.
8Bermula, maka pada sekali peristiwa, yaitu pada suatu hari anu, berjalanlah Elisa terus dari pada negeri Sunem; maka adalah di sana seorang perempuan bangsawan, yang mengajak akan dia singgah makan; kemudian tiap-tiap kali ia berjalan terus dari pada negeri itu singgahlah ia kepadanya lalu duduk makan.
28Lalu sembah seorang dari pada rakyat itu kepadanya demikian: Bahwa paduka ayahanda tuan sudah menyumpahi sangat orang banyak itu, titahnya: Kutuklah orang yang makan barang sesuatu pada hari ini! Sebab itu lesu letihlah orang banyak itu.
20Maka kata Elisa: Ambilkanlah aku pinggan baharu seceper dan bubuhlah garam dalamnya. Maka dibawa oranglah akan pinggan itu kepadanya.
21Lalu Elisapun keluar pergi ke mata air, dituangnya segala garam itu ke dalamnya sambil katanya: Demikian inilah firman Tuhan: Bahwa air ini sudah Kunamirkan, maka olehnya tiada lagi akan jadi barang kematian atau tanah jahat adanya.
33Maka daging itu lagi pada celahan gigi mereka itu, dahulu dari pada dimakan habis akan dia, bahwa murka Tuhan bernyala-nyala kepada orang banyak itu dan dipalu Tuhan akan mereka itu dengan palu yang amat besar.
9Ya tuanku! adapun patik-patik itu kelakuannya jahat dalam segala sesuatu yang dibuatnya akan nabi Yermia, yang telah dibuangnya ke dalam perigi, karena tak dapat tiada mati juga ia kelak sendirinya dari lapar, tegal di dalam negeri ini tiada lagi roti.
9Maka diangkatnya akan kuali, dikeluarkannya serabi itu di hadapannya, tetapi tiada ia mau makan. Maka kata Amnon: Suruhlah segala orang keluar dari hadapanku. Maka segala orang itupun keluarlah dari hadapannya.
20Maka iapun meminta doa kepada Tuhan, katanya: Ya Tuhan, Allahku! masakan sebab hendak berbuat jahat akan perempuan janda yang aku menumpang dalam rumahnya ini, maka telah Engkau bunuh anaknya?