Mazmur 107:18
hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut.
hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
20jemulah orang itu jikalau akan roti sekalipun, dan hatinyapun mual akan segala makanan yang sedap-sedap.
21Daging tubuhnya makin kurus kelihatannya, dan tulang-tulangnyapun menjangkir dengan tiada rupanya.
22Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
5Sambil berlapar dan berdahaga, sehingga pingsanlah hati di dalamnya.
6Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya.
17Maka orang bebal, yang telah kena kesukaran dari karena kesalahannya dan dari karena kejahatannya,
19Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam segala kesukarannya.
7Aduh, barang yang tiada diterima hatiku, melainkan dengan jemu, ia itu menjadi makananku sehari-hari.
30Maka belum puaslah keinginannya dan adalah makanan itu lagi dalam mulutnya,
19hendak Ia merebut mereka itu dari pada maut dan menghidupkan mereka itu pada masa bala kelaparan.
18Maka dicobainya akan Allah dalam hatinya, dikehendakinya makanan setuju dengan nafsunya.
21Melainkan ia akan mengembara di tanah itu dengan melaratnya dan dengan laparnya; maka akan jadi apabila lapar itu membangkitkan amarahnya, bahwa iapun akan mengutuki rajanya dan Allahnya! Maka apabila matanya menengadah ke langit,
25Maka seorang lainpun matilah dengan kepahitan hatinya, dengan tiada tahu makan barang yang baik.
17sehingga sama sekali mereka itu kekurangan roti dan air dan seorang memandang kepada seorang dengan bimbang hatinya dan mereka itu makin lama makin habis dalam kejahatannya.
26sehingga naiklah ia itu ke langit dan turun ke tubir, maka hati mereka itu hancurlah oleh takut.
27Mereka itu melenggang dan menghuyung-huyung seperti orang mabuk dan segala budi bicaranyapun hilang;
28tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam kesukarannya;
3yang kurus dari pada kekurangan dan kelaparan, dan yang pergi mengikis ke padang tandus, ke tanah yang rusak dan sunyi senyap;
4barang yang maung di antara tumbuh-tumbuhan itu dipetik olehnya dengan sukanya dan dikenyangkannya perutnya dengan akar pokok arar.
7Orang yang kenyang ia memijak-mijak jikalau air madu sekalipun, tetapi orang yang berlapar maka barang yang pahitpun menjadi manis baginya.
9sebab telah dipuaskan-Nya hati yang berdahaga, dan dipenuhi-Nya hati yang berlapar itu dengan kebajikan.
10Maka orang yang duduk dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut, tersepit dengan aniaya dan belenggu besi,
11sebab mereka itu telah mendurhaka akan hukum Allah dan dicelakannya takdir Allah taala,
12sehingga direndahkan-Nya hati mereka itu oleh kesukaran dan seorangpun tiada menolong tatkala mereka itu tergelincir;
13tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya,
11Ia itu suatu perkara yang hina kepadamu; janganlah kamu makan dari pada dagingnya, dan hendaklah kamu ngeri akan bangkainya.
24Bahwa lututku melentur dari karena puasaku, dan tubuhkupun kuruslah, tiada gemuknya lagi.
4dan yang duduk di dalam kubur-kubur dan bermalam serta dengan dia yang ditunggui itu dan yang makan daging babi, dan kuah makanan yang haram adalah di dalam segala bejana mereka itu.
15Maka diberikan-Nya kepada mereka itu barang yang diinginkannya, tetapi disuruhkan-Nya bala samparpun di antaranya.
24Maka apabila mereka itu ke luar, mereka itu akan melihat bangkai segala orang yang sudah mendurhaka kepada-Ku, dan bagaimana cacingnya tiada mati dan apinya tiada dipadamkan, dan mereka itu menjadi suatu tamasya yang hebat bagi segala manusia!
2Maka mayat segala hamba-Mu telah diberikannya kepada unggas yang di udara akan makanannya, dan daging segala kekasih-Mu kepada margasatwa akan mangsanya.
39Kemudian maka mereka itu dikurangkan pula dan direndahkan oleh aniaya dan bala atau celaka.
28Lalu berdampinglah mereka itu dengan Baal-Peor serta makan sedekah arwah.
33Maka daging itu lagi pada celahan gigi mereka itu, dahulu dari pada dimakan habis akan dia, bahwa murka Tuhan bernyala-nyala kepada orang banyak itu dan dipalu Tuhan akan mereka itu dengan palu yang amat besar.
35yang makan habis akan segala tumbuh-tumbuhan yang di tanahnya, dan akan segala hasil bendang-bendang mereka itu.
40Setelah disajikan makanan bagi segala orang itu, tiba-tiba apabila mereka itu makan dari pada gulai itu, berteriaklah mereka itu, katanya: Kematian juga adalah dalam periuk ini, ya aziz Allah! Maka tiada boleh mereka itu makan dia.
11Segenap bangsanya berkeluh kesah sambil mencahari makan; barang yang indah-indah padanya diberikannya akan beroleh makan akan menyedapkan hatinya! Ya Tuhan! lihatlah kiranya dan pandanglah akan daku bagaimana kehinaan aku.
14Jiwa mereka itu mati pada masa mudanya, dan hidupnya adalah di antara orang zindik.
9Untunglah orang yang mati dimakan pedang dari pada orang yang mati sebab lapar; karena orang ini makin lama makin surut seperti orang yang tertikam, sebab tanahnya tiada lagi berhasil.
14Maka sembahku: Ya Tuhan Hua! bahwasanya belum pernah jiwaku menjadi najis, belum pernah aku makan bangkai atau barang binatang yang tercarik-carik dari pada kecilku datang kepada hari ini, dan daging busukpun belum pernah masuk ke mulutku.
14bahwa makanannya akan berubah di dalam perutnya menjadi racun, dan menjadi bisa ular beludak di dalamnya.
33Maka sebab itu dihabiskan-Nya umur mereka itu dengan sia-sia dan segala tahun mereka itu dengan dahsyat.
19Aku sudah berseru-seru kepada segala taulanku, tetapi mereka itu menipukan daku! segala imamku dan segala tua-tuaku sudah putus nyawanya di dalam negeri apabila dicaharinya makan hendak menyedapkan hatinya.
3Maka tali maut telah melengkung aku dan segala hebat neraka telah berlaku atasku, dan aku merasai kesukaran dan kedukaan.
15Biarlah mereka itu pada malam gelap berjalan lalu-lalang dan meraung-raung seperti anjing dan mengidar-idari negeri;
14Tiada pernah mereka itu berseru kepada-Ku dengan hatinya apabila mereka itu menangis pada tempat tidurnya, melainkan mereka itu meraung sebab gandum dan air anggur baharu, tetapi tiada diindahkannya Aku!
4Mereka itu tiada mencurahkan air anggur bagi Tuhan dan akan persembahan mereka itu tiada Ia berkenan, ia itu dibilang bagi mereka itu akan roti perkabungan; barangsiapa yang makan dia, ia itu najis adanya, yaitu makanan mereka itu sendiri dan tiada boleh ia itu masuk ke dalam rumah Tuhan!
5Maka kata orang banyak itu kepada Allah dan kepada Musa: Mengapa maka engkau telah membawa akan kami naik dari Mesir, supaya kami matikah di padang belantara ini? karena di sini rotipun tiada, airpun tiada, dan hati kami jemu akan roti yang terlalu hina ini.
4Mereka itu akan mati dibunuh dengan bengis, seorangpun tiada akan mengangkat sebiji ratap atasnya dan tiada mereka itu akan dikuburkan, melainkan mereka itu akan menjadi baja di tanah kelak, dan mereka itu akan dihabiskan oleh pedang dan oleh lapar dan segala bangkainyapun akan menjadi makanan unggas yang di udara dan makanan segala margasatwa yang di bumi.
5Beberapa ombak maut telah mengelilingi aku dan sebab orang Belial mengejutkan aku.