Ayub 21:25
Maka seorang lainpun matilah dengan kepahitan hatinya, dengan tiada tahu makan barang yang baik.
Maka seorang lainpun matilah dengan kepahitan hatinya, dengan tiada tahu makan barang yang baik.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
19Lalu dari sebab segala penyakit yang menambatkan dia pada petidurannya, dan dari sebab segala tulangnya seolah-olah dicerai-ceraikan,
20jemulah orang itu jikalau akan roti sekalipun, dan hatinyapun mual akan segala makanan yang sedap-sedap.
21Daging tubuhnya makin kurus kelihatannya, dan tulang-tulangnyapun menjangkir dengan tiada rupanya.
22Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
23Bahwa seorangpun matilah di tengah-tengah kesempurnaan selamatnya, sementara ia dalam hal kesenangan dan sentosa.
24Seperti segala binatangnya berkelimpahan air susu, demikianpun sumsum tulang-tulangnya dibasahkan.
22Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.
17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.
20Mengapa dikaruniakannya terang kepada orang celaka, dan kehidupan kepada orang yang sangat dukacita hatinya?
21Yang rindu akan maut, maka tiada ia datang; digali-galinya akan dia terlebih dari pada akan benda yang tersembunyi.
22Kepada orang yang bersorak-sorak akan bukit pekuburan dan yang bersukacita apabila didapatinya akan kubur.
26Keduanyapun berbaring tidur di dalam abu dan cacing tanahpun menudungi keduanya.
21Karena apakah ia peduli akan isi rumahnya yang kemudian dari padanya, setelah genaplah sudah segala bulan yang sudah ditentukan kepadanya?
11Kemudian pada akhirnya engkau kelak meraung-raung, apabila haus-hauslah sudah kulitmu dan dagingmupun.
7Orang yang kenyang ia memijak-mijak jikalau air madu sekalipun, tetapi orang yang berlapar maka barang yang pahitpun menjadi manis baginya.
18hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut.
7Aduh, barang yang tiada diterima hatiku, melainkan dengan jemu, ia itu menjadi makananku sehari-hari.
23Inilah: bahwa segala harinya ia dalam sengsara dan syugul dan nestapa; jikalau pada malam sekalipun hatinya tiada berhenti; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya.
24Dalam segala perkara yang dituntut oleh manusia satupun tiada yang baik! Hendaklah ia makan minum dan menyedapkan hatinya dengan hasil usahanya yang baik. Maka ini juga telah kulihat dari pada tangan Allah datangnya.
25Karena siapakah sudah boleh makan dan menyedapkan hatinya terlebih dari pada aku ini?
6Jikalau panjang umurnya dua kali seribu tahun sekalipun, maka tiada dirasainya barang yang baik, bukankah sekaliannya pergi ke tempat satu juga?
7Segala kelelahan manusia itu karena mulutnya, maka tiada juga nafsunya tahu puas-puas.
11Segala tulang-tulangnya akan penuh dengan bala dosanya yang tersembunyi, yang akan berbaring sertanya di dalam lebu duli.
25Bahwa orang yang benar itu makan sampai kenyang-kenyang, tetapi orang jahat akan kekurangan kelak sehingga hampa perutnya.
19Bahwa musim kemarau dan panaspun menghapuskan segala air salju, demikianpun kubur akan segala orang yang berdosa.
20Rahim ibunyapun melupakan dia dan iapun menjadi kegemaran cacing tanah; seorangpun tiada lagi ingat akan dia; maka orang jahat itu ditebang seperti sebatang pohon kayu.
21Bahwa perempuan mandul yang tiada beranak itu dianiayakannya dan akan perempuan janda tiada dibuatnya barang yang baik.
2yaitu orang yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sehingga satupun tiada kurang padanya dari pada segala kehendak hatinya, tetapi tiada dianugerahkan Allah kepadanya kuasa akan makan dari padanya, melainkan orang lain juga makan habis akan dia. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang menyakiti hati.
3Jikalau kiranya seorang beranak seratus dan hidup beberapa berapa tahun lamanya, sehingga panjanglah sangat umur hidupnya sekalipun, tetapi tiada puas hatinya dengan barang yang baik dan lagi tiada ia dikuburkan dengan sepertinya, niscaya kataku kelak bahwa baiklah anak gugur dari pada orang yang begitu.
9Untunglah orang yang mati dimakan pedang dari pada orang yang mati sebab lapar; karena orang ini makin lama makin surut seperti orang yang tertikam, sebab tanahnya tiada lagi berhasil.
20Sebab gelojoh perutnya tiada tahu puas, maka tiada akan diluputkannya barang yang terlebih disukainya.
21Suatupun tiada terlepas dari pada gelojohnya, maka sebab itu selamatnya tiada akan kekal.
32Dengan hormat dihantar orang akan dia ke kubur; adalah seperti ia lagi menunggui keramatnya.
33Segala gumpal tanah di padang manislah baginya; dibujuknya akan segala orang supaya mereka itu mengikut dia, dan kebanyakan orang yang tiada tepermanai banyaknya itu sudah berjalan dahulu dari padanya.
18Tiada dibiarkan-Nya aku menghela nafasku, melainkan dikenyangkan-Nya aku dengan kepahitan.
15Barangsiapa yang lagi tinggal dari padanya, ia itu akan ditekan oleh bala sampar, dan tiada mereka itu ditangisi oleh perempuan jandanya.
7Lagipun tiada dimakan orang arwah akan menghiburkan orang yang kematian, atau diberikan orang piala penghiburan kepadanya, jikalau karena bapanya atau karena ibunya sekalipun.
19Jikalau ia memberkati jiwanya pada masa hidupnya sekalipun dan dipujinya akan dikau, apabila engkau berbuat baik akan dirimu,
15Bahwa sudah dikenyangkan-Nya aku dengan kepahitan dan diberi-Nya aku minum hia.
25Karena dengan kelimpahan Aku akan memberi minum kepada orang yang letih lesu, dan Aku akan menyukakan hati segala orang yang berdukacita.
2Baiklah masuk ke dalam rumah perkabungan dari pada masuk ke dalam rumah perjamuan, karena di dalam rumah perkabungan itulah kesudahan segala manusia dan orang yang hidup itu memperhatikannya.
24Bahwa tiada juga dipanjangkannya tangannya kepada bukit pekuburan; adakah pada mereka itu penangis di dalam kesukarannya?
14bahwa makanannya akan berubah di dalam perutnya menjadi racun, dan menjadi bisa ular beludak di dalamnya.
15sehingga hatiku terlebih suka dilemaskan dan segala tulangku harap akan mati.
20- - -
19Dengan kekayaannya juga ia berbaring, tetapi pada akhirnya, apabila ia membuka mata, maka tiada ia lagi.
11Maka sebab itu tiada aku mau menahankan lidahku, melainkan aku mau berkata-kata dengan kepicikan nyawaku, dan berkeluh dengan kepahitan hatiku.
20Neraka dan kebinasaan tak pernah kenyang, demikianpun mata orang tak pernah kenyang.
25Bahwa keinginan orang pemalas menyebabkan matinya kelak, yaitu makin ditahaninya tangannya dari pada pekerjaan.
30Melainkan tiap-tiap orang akan mati sebab salahnya sendiri, dan tiap-tiap orang yang makan buah anggur yang belum masak, giginya juga akan ngilu.