Ayub 3:20
Mengapa dikaruniakannya terang kepada orang celaka, dan kehidupan kepada orang yang sangat dukacita hatinya?
Mengapa dikaruniakannya terang kepada orang celaka, dan kehidupan kepada orang yang sangat dukacita hatinya?
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
21Yang rindu akan maut, maka tiada ia datang; digali-galinya akan dia terlebih dari pada akan benda yang tersembunyi.
22Kepada orang yang bersorak-sorak akan bukit pekuburan dan yang bersukacita apabila didapatinya akan kubur.
23Kepada orang yang jalannya tersembunyi, yang dilingkung Allah berkeliling?
25Maka seorang lainpun matilah dengan kepahitan hatinya, dengan tiada tahu makan barang yang baik.
17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.
28Melainkan sudah dilepaskan Allah nyawaku dari pada turun ke dalam kebinasaan, sehingga jiwaku lagi melihat terang.
6Didudukan-Nya aku di dalam gua-gua yang gelap, seperti orang yang sudah lama mati.
30hendak membalikkan jiwanya dari pada kebinasaan, supaya iapun diterangkan oleh terang alhayat.
39Mengapa maka mengaduh manusia yang hidup atau orang sebab disiksa dosanya?
1Bahwa aku ini seorang yang sudah merasai kesukaran oleh cemeti geram-Nya.
2Sudah dihantar-Nya dan dijalankan-Nya aku dalam gelap dan bukannya dalam terang.
19Di sana orang besar dan kecilpun sama juga, dan orang sahayapun merdeka dari pada tuannya.
3Bagaimana seteru mengejar jiwaku! dipijak-pijaknya nyawaku ke bumi; didudukkannya aku dalam tempat gelap gulita, seperti orang yang sudah lama mati.
10Maka orang yang duduk dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut, tersepit dengan aniaya dan belenggu besi,
26Karena kepada orang yang baik di hadapan hadirat-Nya dikaruniakan-Nya hikmat dan pengetahuan dan kesukaan, tetapi kepada orang yang berdosa diberikan-Nya percintaan dan syugul dalam mengumpulkan dan menghimpunkan, supaya diberikan-Nya kepada orang yang baik di hadapan hadirat Allah; maka ini juga perkara yang sia-sialah adanya dan yang memenatkan hati.
19Manakah jalan yang menuju tempat kediaman terang, dan di manakah tempat kegelapan itu,
20Bukankah sedikit jua segala hariku? sebab itu biarkanlah aku dan tinggalkanlah aku, supaya aku lagi menyenangkan diriku sedikit,
21yaitu dahulu dari pada aku pergi ke negeri yang gelap gulita dan yang berbayang-bayang maut, akan tiada balik kembali,
22ke negeri yang amat gelap, tempat malam dan bayang-bayang maut kekal sampai selama-lamanya, tempat tiada sinar terang, dan tempat siang hari seperti malam juga adanya.
20- - -
19Lalu dari sebab segala penyakit yang menambatkan dia pada petidurannya, dan dari sebab segala tulangnya seolah-olah dicerai-ceraikan,
20jemulah orang itu jikalau akan roti sekalipun, dan hatinyapun mual akan segala makanan yang sedap-sedap.
15Bahwa sudah dikenyangkan-Nya aku dengan kepahitan dan diberi-Nya aku minum hia.
25Bukankah aku sudah menangis akan orang yang mendapat hari kesukaran? bukankah hatiku sudah bercintakan orang celaka?
26Bahwa aku sudah menantikan perkara yang baik, tetapi yang jahat berlaku atasku; aku sudah harap akan terang, tetapi gelap sudah datang.
1Bahwa penatlah diriku dari pada hidup, sebab itu aku hendak melanjutkan pengaduhku, aku hendak berkata-kata dengan kepahitan hatiku.
22Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.
17Maka sebab itu bencilah aku akan hidup ini, karena jemulah aku akan segala sesuatu yang diperbuat di bawah langit, sebab semuanya itu sia-sialah adanya dan memenatkan hati.
12Maka tentulah sudah kepadaku bahwa dalam segala perkara itu satupun tiada yang baik, melainkan manusia menyukakan dan membuat baik akan dirinya sepanjang umur hidupnya.
9Baiklah segala bintang terpadam pada fajarnya, biarlah ia menantikan siang maka tiada juga ia itu datang; sekali-kali jangan dipandangnya dinihari!
23Inilah: bahwa segala harinya ia dalam sengsara dan syugul dan nestapa; jikalau pada malam sekalipun hatinya tiada berhenti; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya.
18Tiada dibiarkan-Nya aku menghela nafasku, melainkan dikenyangkan-Nya aku dengan kepahitan.
3demikianlah aku sudah beroleh pusaka kesia-siaan dan disediakan bagiku beberapa malam yang berkesukaran.
10Bahwa aku sudah melihat syugul, yang sudah diberi Allah kepada segala anak Adam, supaya mereka itu bersyugul dengan dia.
3Adakah baik bagi-Mu menindih dan membuang perbuatan tangan-Mu, sementara Engkau memberi cahaya kepada bicara orang-orang fasik?
11Maka sebab itu tiada aku mau menahankan lidahku, melainkan aku mau berkata-kata dengan kepicikan nyawaku, dan berkeluh dengan kepahitan hatiku.
17Berapa kali pelita orang fasik itu dipadamkan juga dan kebinasaanpun datang atasnya apabila dengan murka dibahagikan Allah kepada mereka itu kesukaran seperti barang pusaka?
15Maka sekarang apakah hendak kukatakan? Barang yang dijanji-Nya itu telah disampaikan-Nya, maka aku akan berjalan perlahan-lahan sementara lalu segala tahunku dari karena kepahitan hatiku.
6Karena segala sesuatu yang dikasadkan orang itu bergantung kepada ketika dan peri; maka sebab itu berlakulah begitu banyak jahat atas manusia.
4Baik kekelamanlah hari itu, jangan ditanya Allah akan dia dari atas dan padanyapun jangan terbit fajar!
3Baiklah dukacita dari pada tertawa, karena muram muka membaiki hati.
16atau sekarang bukan aku seperti anak guguran yang terbuang, seperti anak-anak yang tiada tahu melihat siang.
17Di sana berhentilah segala orang fasik dari pada mengusik, dan di sana mereka itu memperhentikan lelahnya dari pada kurang kuat.
19Ingatlah kiranya akan kesukaranku dan sengsaraku; semuanya itu hia dan empedu belaka.
4Akan daku, sekarang pengaduhanku kepada manusiakah? maka jikalau kiranya demikian, mengapa tiada boleh aku berdukacita?
20Pada sebilang hari orang fasik itu menyebabkan kesukaran dirinya, maka hanya suatu bilangan tahun sudah ditentukan baginya.
6Terang di dalam kemahnyapun akan berubah menjadi gelap dan damarpun dipadamkan dari atasnya.
22Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
22Maka sebab itu telah kulihat tiada yang terutama dari pada ini; manusia bersukacita akan segala pekerjaannya, karena inilah bahagiannya, maka siapa gerangan membawa akan dia ke sana, supaya dilihatnya barang yang akan jadi kemudian dari padanya?
8maka jikalau kiranya orang hidup beberapa berapa tahun lamanya, baiklah hatinya bersukacita akan sekalian itu, tetapi hendaklah ia ingat juga akan segala hari kegelapan, yang boleh menjadi banyak! Segala perkara yang jadi itu sia-sia adanya.