Pengkhotbah 7:3

Terjemahan Lama

Baiklah dukacita dari pada tertawa, karena muram muka membaiki hati.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • 2Kor 7:9-9 : 9 maka sekarang sukacitalah aku. Bukannya sebab kamu sudah berdukacita itu, melainkan sebab kamu berdukacita sehingga bertobat. Karena kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, supaya di dalam barang sesuatu hal jangan kamu mendapat rugi oleh sebab kami. 10 Karena dukacita yang menurut kehendak Allah mengerjakan tobat menuju selamat, yang tiada mengadakan sesal; tetapi dukacita dunia ini membawa kepada maut. 11 Karena perhatikanlah perkara itu juga, yang kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, betapa besarnya usaha yang dikerjakan-Nya di dalam kamu, dan lagi jawab dan gusar dan ketakutan dan kerinduan dan kerajinan dan pembalasan. Di dalam segala sesuatu itu kamu sudah menyatakan dirimu suci di dalam perkara itu.
  • Ibr 12:10-11 : 10 Karena mereka itu dengan sesungguhnya sudah mengajar kita di dalam sedikit masa sebagaimana yang tampak baik kepada mereka itu; tetapi Tuhan mengajar bagi faedah kita, supaya kita beroleh bahagian di dalam kekudusan-Nya. 11 Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.
  • Rm 5:3-4 : 3 Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar, 4 dan sabar itu mendatangkan hati yang teguh, dan hati yang teguh itu mendatangkan pengharapan,
  • Yak 4:8-9 : 8 Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. 9 Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan. 10 Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak.
  • 2Kor 4:17 : 17 Karena kesukaran kami yang ringan seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh,
  • Yak 1:2-4 : 2 Hai saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sifatkanlah semuanya itu kesukaan sahaja, 3 oleh sebab mengetahui, bahwa ujian imanmu itu mengerjakan tekun. 4 Biarlah tekun itu bekerja dengan sempurnanya, supaya kamu jadi sempurna dan cukup lengkap, dan tiada berkekurangan di dalam sesuatu apa pun.
  • Mzm 119:67 : 67 Maka dahulu dari pada aku teraniaya sesatlah aku, tetapi sekarang aku memeliharakan firman-Mu.
  • Mzm 119:71 : 71 Baiklah padaku aku telah teraniaya, supaya belajarlah aku akan segala syariat-Mu.
  • Mzm 126:5-6 : 5 Orang yang menabur biji-bijian sambil berlinang-linang air matanya, ia itu akan menuai kelak sambil bersorak-sorak. 6 Orang yang mengandung biji-bijian yang hendak ditaburkan itu, ia itupun berjalan sambil menangis, tetapi sesungguhnya ia akan kembali kelak sambil bersorak-sorak, sambil memikul berkas-berkasnya.
  • Yer 31:8-9 : 8 Bahwasanya Aku akan menghantar mereka itu ke mari dari benua utara dan Aku menghimpunkan mereka itu dari segala ujung bumi, maka di antaranya adalah orang buta dan timpang, orang bunting dan yang beranak bersama-sama; suatu perhimpunan yang besar akan kembali ke mari. 9 Maka mereka itu datang sambil menangis, dan Aku menghantar akan mereka itu sambil membujuk-bujuk; bahwa Allahku memimpin mereka itu menyusur sungai-sungai yang berair pada jalan yang rata, padanya tiada terantuk kakinya, karena Akulah bagi Israel akan bapa, dan Efrayim itulah anak-Ku yang sulung.
  • Yer 31:15-20 : 15 Maka demikianlah firman Tuhan: Bahwa kedengaranlah di negeri Rama bunyi suara ratap dan tangis dan dukacita yang amat sangat, yaitu Rakhel menangisi anak-anaknya, dan engganlah ia dihiburkan karena anak-anaknya, sebab ketiadaannya. 16 Demikianlah firman Tuhan: Tahanilah akan suaramu dari pada menangis dan matamupun dari pada air mata, karena adalah pahala bagi kelelahanmu, demikianlah firman Tuhan; maka mereka itu akan balik kelak dari dalam negeri musuh. 17 Maka adalah harap pada akhirnya, demikianlah firman Tuhan, karena segala anakmu akan balik kelak ke dalam perhinggaan negerinya. 18 Sesungguhnya sudah Kudengar Efrayim berkata dengan rawannya: Bahwa Engkau sudah menyiksakan daku, dan akupun membiarkan diriku disiksakan seperti lembu muda yang belum tahu kuk! Tobatkanlah aku, maka aku akan bertobat, karena Engkaulah Tuhan, Allahku! 19 Setelah sudah bertobat, maka bersesallah aku; setelah sudah sadar akan diriku, maka kutebah dadaku; kemalu-maluanlah aku dan kena bera muka dari malu, sebab aku menanggung kecelaan hal mudaku. 20 Bukankah Efrayim bagi-Ku akan anak yang kekasih? bukankah ia bagi-Ku akan anak timang-timangan? karena seberapa kali Aku berfirman akan halnya, maka sangat terkenanglah Aku akan dia, sebab itu hati-Ku hancur dari karenanya, niscaya Aku mengasihani akan dia kelak, demikianlah firman Tuhan.
  • Yer 50:4-5 : 4 Maka pada hari itu dan pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, akan datang segala bani Israel serta dengan segala bani Yehudapun bersama-sama, sambil berjalan sambil menangis, hendak mencahari Tuhan, Allahnya. 5 Maka mereka itu kelak bertanya-tanya akan Sion dan muka mereka itu akan menuju jalan ke sana; mereka itu akan datang serta bersangkut paut kepada Tuhan dengan suatu perjanjian yang kekal, yang tiada dilupakan lagi.
  • Dan 9:3-9 : 3 Maka menengadahlah aku kepada Tuhan Allah, hendak mempersembahkan doa dan pemohon sambil berpuasa dan berpakaikan kain karung dan abu. 4 Maka akupun meminta doalah kepada Tuhan Allahku serta aku mengaku salahku, kataku: Ya Tuhan! Engkau Allah yang mahabesar dan hebat, yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang kasih akan Dikau, dan yang menurut segala hukum-Mu! 5 Bahwa kami sudah berbuat dosa dan sudah bersalah dan sudah undur dengan khianat, tegal kami sudah menyimpang dari pada segala hukum-Mu dan pesan-Mu. 6 Dan tiada kami mendengar akan hamba-hamba-Mu, segala nabi yang sudah berkata dengan nama-Mu kepada segala raja kami dan kepada segala penghulu kami dan kepada segala nenek moyang kami dan kepada segenap orang isi negeri. 7 Dengan Dikau, ya Tuhan! adalah kebenaran, tetapi dengan kami adalah bera muka dari malu pada hari ini juga; dengan segala orang Yehuda, dengan segala orang isi Yeruzalem, dengan segenap orang Israel, yang dekat dan yang jauh, dalam segala negeri yang sudah Kauhalaukan mereka itu kepadanya dari sebab durhakanya, karena mereka itu sudah mendurhaka kepada-Mu. 8 Ya Tuhan! dengan kami adalah bera muka dari malu, dengan segala raja kami, dan dengan segala penghulu kami, dan dengan segala bapa-bapa kami, karena kami sudah berdosa kepada-Mu. 9 Dengan Tuhan, Allah kami, adalah segala rahmat dan ampun, jikalau kami sudah mendurhaka kepadanya sekalipun. 10 Bahwa sudah kami enggan mendengar akan bunyi suara Tuhan, Allah kami, menyuruh menjalani hukum-Nya, yang telah diberi-Nya di hadapan kami dengan tangan hamba-hamba-Nya, yaitu segala nabi. 11 Bahkan, segenap bangsa Israel sudah melanggar hukum-Mu dan sudah undur dari padanya, dan tiada didengarnya akan bunyi suara-Mu, maka sebab itu sudah Engkau curahkan atas kami laknat dan sumpah yang tersebut dalam taurat Musa, hamba Allah itu, yang akan disampaikan jikalau kami berdosa kepada-Nya. 12 Demikianlah disampaikan-Nya segala firman-Nya, yang telah Ia berfirman atas kami dan atas segala hakim kami, yang sudah memerintahkan kami, bahwa akan didatangkan-Nya atas kami kelak suatu celaka besar, sehingga di bawah segala langit tiada pernah jadi barang yang seperti sudah berlaku atas Yeruzalem itu! 13 Sebagaimana tersurat dalam taurat Musa, segala celaka itu sudah berlaku atas kami dan tiada kami coba memadamkan murka dari hadirat Tuhan, Allah kami, dengan bertobat dari pada segala kesalahan kami, atau dengan berbuat barang yang lebih baik dan dengan setia kepada-Mu. 14 Maka sebab itu serta berjagalah Tuhan, didatangkan-Nya atas kami celaka ini, karena adillah Tuhan, Allah kami, dalam segala perbuatan-Nya yang telah diadakan-Nya, tetapi kami sudah enggan mendengar akan bunyi suara-Nya. 15 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami! yang sudah menghantarkan umat-Mu keluar dari negeri Mesir dengan tangan yang kuat, dan yang sudah mengadakan suatu nama bagi diri-Mu sampai kepada hari ini, bahwa kami ini sudah berbuat dosa, kami ini sudah berbuat jahat. 16 Ya Tuhan! sekadar segala kebenaran-Mu, hendaklah kiranya murka-Mu dan kehangatan amarah-Mu itu dilalukan dari pada Yeruzalem, negeri-Mu, dan dari pada bukit-Mu yang suci itu; karena oleh dosa kami dan oleh kejahatan nenek moyang kami juga Yeruzalem dan umat-Mu sudah menjadi suatu kecelaan bagi mereka itu sekalian yang keliling kami. 17 Maka sekarang, ya Allah kami! dengar apalah akan doa hamba-Mu dan akan segala pemohonnya, dan karena Tuhan juga hendaklah terang hadirat-Mu bercahaya kepada tempat kesucian-Mu, yang sudah rusak itu! 18 Cenderungkanlah telinga-Mu, ya Allahku! dan dengarlah; bukakanlah mata-Mu dan lihatlah segala kerusakan kami dan negeri yang atasnya sudah disebut nama-Mu, karena kami mempersembahkan segala permintaan doa kami di hadapan hadirat-Mu bukan dengan bertumpu pada kebenaran kami, melainkan pada segala rahmat-Mu, yang amat limpah! 19 Ya Tuhan, dengarlah! ya Tuhan, ampunilah! ya Tuhan, perhatikanlah dan perbuatrlah dia dan jangan Engkau pertangguhkan dia, olah karena diri-Mu, ya Allahku! karena atas negeri-Mu dan atas umat-Mu sudah disebut nama-Mu!
  • Dan 10:2-3 : 2 Maka pada hari itu adalah aku, Daniel, tengah berkabung tiga sabat hari lamanya. 3 Barang makanan yang sedap tiada aku makan dan daging atau air anggurpun tiada masuk ke dalam mulutku, dan lagi tiada aku pakai barang minyak bau-bauan sampai genaplah sudah tiga sabat itu.
  • Dan 10:19 : 19 serta katanya: Jangan engkau takut, hai orang yang amat kekasih! selamatlah engkau, jadilah kuat dan pertetapkanlah hatimu! maka sementara ia berkata dengan aku begitu, jadilah aku kuat pula, lalu sembahku: Hendaklah kiranya tuan berkata kepada hamba, karena sudah tuan kuatkan hamba!
  • Za 12:10-14 : 10 Tetapi kepada isi istana Daud dan kepada orang isi Yeruzalem Aku akan mencurahkan Roh rahmat dan permintaan doa; dan mereka itu akan memandang kepadaku, yang telah ditikamnya, dan mereka itu akan meratap akan dia, selaku peratap akan anak laki-laki yang tunggal, dan mereka itu akan menangisi dia tersedih-sedih, selaku orang menangisi anak sulung. 11 Maka pada hari itu akan ada peratap besar di Yeruzalem, seperti peratap Hadad-rimon di lembah Megidon. 12 Maka segenap orang isi negeri akan meratap, tiap-tiap bangsa sendiri-sendiri; bangsa istana Daud sendiri, dan segala isterinyapun sendiri, dan bangsa isi rumah Natan sendiri, dan segala bininyapun sendiri; 13 dan bangsa isi rumah Lewi sendiri, dan segala bininyapun sendiri; dan bangsa isi rumah Simai sendiri, dan segala bininyapun sendiri. 14 Maka dari pada segala bangsa yang lain tiap-tiap bangsa sendiri, dan segala bininyapun sendiri.
  • Luk 6:21 : 21 Berbahagialah kamu yang lapar sekarang ini; karena kamu akan dikenyangkan. Berbahagialah kamu yang menangis sekarang ini; karena kamu akan tertawa kelak.
  • Luk 6:25 : 25 Wai bagi kamu, hai orang yang kenyang sekarang ini; karena kamu akan lapar kelak. Wai bagimu, yang tertawa sekarang ini; karena kamu akan berdukacita dan menangis.
  • Yoh 16:20-22 : 20 Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan menangis dan meratap, tetapi isi dunia ini akan bersukacita; maka kamu ini akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. 21 Apabila seorang perempuan sakit bersalin, berdukacitalah ia, sebab saatnya sudah sampai; tetapi apabila ia sudah melahirkan anak itu, tiada diingatnya lagi akan sengsara itu oleh sebab sukacita, karena ada seorang manusia lahir ke dalam dunia ini. 22 Demikian kamu pun berdukacita sekarang ini; tetapi Aku akan melihat kamu pula, lalu hatimu sukacita kelak, dan seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • Pkh 7:1-2
    2 ayat
    85%

    1Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.

    2Baiklah masuk ke dalam rumah perkabungan dari pada masuk ke dalam rumah perjamuan, karena di dalam rumah perkabungan itulah kesudahan segala manusia dan orang yang hidup itu memperhatikannya.

  • 13Hati yang bersukacita memaniskan muka, tetapi percintaan dalam hati menindihkan nyawa.

  • 13Lagi dalam tertawapun hati akan merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu kedukaan juga.

  • 84%

    4Bahwa hati orang alim itu adalah di dalam rumah perkabungan, tetapi hati orang jahil adalah di dalam rumah kesukaan.

    5Baiklah mendengar tegur orang alim dari pada mendengar nyanyi orang jahil.

    6Karena seperti bunyi duri di bawah periuk, demikianpun bunyi tertawa orang jahil. Maka ini lagi sia-sia adanya.

    7Sesungguhnya aniaya dapat memarahkan orang alim juga, dan hadiah merusakkan hati.

    8Baiklah kesudahan barang suatu perkara dari pada permulaannya, dan baiklah sabar dari pada kemegahan hati.

    9Janganlah hatimu bersegera-segera akan marah, karena dada orang jahil itulah tempat duduk kemarahan.

    10Janganlah katamu: Apa mulanya maka segala zaman dahulu itu baik dari pada zaman ini? karena bukannya dengan akal budi engkau bertanyakan hal itu.

  • 22Hati yang bersukacita itu akan membaiki obat, tetapi hati yang berdukacita itu mengeringkan tulang.

  • 9Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan.

  • 25Percintaan dalam hati orang itu menindih akan dia, tetapi perkataan yang baik dapat mempersenangkan hatinya.

  • 75%

    15Bagi orang yang berdukacita jahatlah harinya, tetapi hati yang bersukacita itu seperti perjamuan senantiasa.

    16Sedikit harta yang disertakan takut akan Tuhan itu terlebih baik dari pada mata benda yang besar di sertakan percintaan.

  • 4adalah masa akan menangis dan masa akan tertawa; adalah masa akan meratap dan masa akan menari;

  • 14Pada hari untung yang baik terimalah olehmu akan yang baik, tetapi ingatlah juga akan hari yang jahat, karena keduanya sudah dijodohkan Allah begitu teguh, sehingga satupun tiada dapat diketahui orang dari pada barang yang berlaku atasnya kemudian kelak.

  • Pkh 2:1-2
    2 ayat
    73%

    1Maka berkatalah aku dalam hatiku: Mari, aku hendak mencobai diriku dengan kesukaan, sebab itu rasailah olehmu akan segala perkara yang baik, tetapi sesungguhnya ia itu juga sia-sia adanya.

    2Akan tertawa itu kataku: Gila adamu, dan akan kesukaan: Apa gunanya ini?

  • 73%

    17Tetapi serta kutentukan dalam hatiku hendak mengetahui akan hikmat dan ilmu, akan kebodohan dan kebebalan, kudapati bahwa ia itu juga memenatkan hati.

    18Karena dalam kebanyakan hikmat adalah banyak nestapa, dan barangsiapa yang menambahkan ilmu, ia itupun menambahkan sengsara.

  • 73%

    7Arakian, maka terang itu sedap dan lagi baiklah kepada mata memandang matahari;

    8maka jikalau kiranya orang hidup beberapa berapa tahun lamanya, baiklah hatinya bersukacita akan sekalian itu, tetapi hendaklah ia ingat juga akan segala hari kegelapan, yang boleh menjadi banyak! Segala perkara yang jadi itu sia-sia adanya.

    9Baiklah hatimu bersukacita, hai orang muda! pada masa kemudaanmu; biarlah hatimu bergemar pada segala hari engkau lagi muda; berjalanlah menurut segala kehendak hatimu dan pemandangan matamu, tetapi ketahuilah olehmu bahwa sebab segala perkara ini dipanggil Allah akan dikau kelak menghadap hukum.

    10Kendati, buanglah juga murung dari dalam hatimu dan jauhkanlah jahat dari pada tubuhmu, karena kemudaan dan dini hari keduanyapun sia-sialah adanya.

  • 72%

    9maka sekarang sukacitalah aku. Bukannya sebab kamu sudah berdukacita itu, melainkan sebab kamu berdukacita sehingga bertobat. Karena kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, supaya di dalam barang sesuatu hal jangan kamu mendapat rugi oleh sebab kami.

    10Karena dukacita yang menurut kehendak Allah mengerjakan tobat menuju selamat, yang tiada mengadakan sesal; tetapi dukacita dunia ini membawa kepada maut.

  • 15Lalu kupuji akan kesukaan, karena di bawah langit satupun tiada bagi manusia yang terlebih baik dari pada makan minum dan bersuka-sukaan; maka ini juga tinggal padanya dari pada segala kelelahan sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya di bawah langit ini.

  • 12Maka tentulah sudah kepadaku bahwa dalam segala perkara itu satupun tiada yang baik, melainkan manusia menyukakan dan membuat baik akan dirinya sepanjang umur hidupnya.

  • 3Bahkan, dari pada keduanya itu baik pula orang yang belum jadi sekali, sebab belum pernah dilihatnya perbuatan jahat yang dilakukan di bawah langit.

  • 15Lenyaplah sudah segala kesukaan hati kami, dan tepuk tari kami sudah berubah menjadi dukacita.

  • 20Mengapa dikaruniakannya terang kepada orang celaka, dan kehidupan kepada orang yang sangat dukacita hatinya?

  • 20Seperti orang yang menanggalkan pakaiannya pada masa sejuk, dan seperti cuka disiram kepada luka yang baharu, demikianlah hal orang yang menyanyikan nyanyian bagi orang yang berdukacita hatinya.

  • 9Baiklah pemandangan mata dari pada perjalanan nafsu. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati.

  • 30Bahwa terang mata menyukakan hati, dan kabar yang baik mengadakan sumsum dalam tulang.

  • 22Maka sebab itu telah kulihat tiada yang terutama dari pada ini; manusia bersukacita akan segala pekerjaannya, karena inilah bahagiannya, maka siapa gerangan membawa akan dia ke sana, supaya dilihatnya barang yang akan jadi kemudian dari padanya?

  • 18Hanya pengaduhan dapat menyedapkan aku, dan hati yang di dalam akupun tawarlah.

  • 13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, dan manusia yang mendapat pengetahuan.

  • 4Berbahagialah segala orang yang berdukacita, karena mereka itu akan dihiburkan.

  • 7Bahwa air anggurpun murung dan pokok anggurpun layu, segala orang yang dahulu bersukacita hatinya sekarangpun berkeluh kesah;

  • 3Maka inilah jahat yang besar dari pada segala sesuatu yang jadi di bawah langit, yaitu sama juga untung berlaku atas sekaliannya; tambahan pula hati segala anak Adam penuhlah dengan kejahatan dan seumur hidupnya adalah segala macam sasaran di dalam hatinya, kesudahannya mereka itu sekalian menuju tempat orang mati.

  • 23Inilah: bahwa segala harinya ia dalam sengsara dan syugul dan nestapa; jikalau pada malam sekalipun hatinya tiada berhenti; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya.

  • 7Sebab itu, hendaklah engkau makan rezekimu dengan berkesukaan dan minumlah air anggurmu dengan kesenangan hatimu; karena sedialah Allah ridla akan perbuatanmu.

  • 10Hati orang juga yang amat mengetahui kedukaannya sendiri dan orang lainpun tiada dapat merasai kesedapan sukacitanya.

  • 17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.

  • 25Bahwa berbaliklah aku dengan segenap hatiku hendak mengetahui dan menyelidik dan mencahari hikmat dan kenyataan segala perkara, dan hendak mengerti kebodohan segala jahat dan kegilaan segala sasaran.

  • 3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.

  • 22Kepada orang yang bersorak-sorak akan bukit pekuburan dan yang bersukacita apabila didapatinya akan kubur.