Mazmur 107:17
Maka orang bebal, yang telah kena kesukaran dari karena kesalahannya dan dari karena kejahatannya,
Maka orang bebal, yang telah kena kesukaran dari karena kesalahannya dan dari karena kejahatannya,
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
18hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut.
19Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam segala kesukarannya.
3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.
27Mereka itu melenggang dan menghuyung-huyung seperti orang mabuk dan segala budi bicaranyapun hilang;
28tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam kesukarannya;
16sebab telah dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga dan dipatah-patahkan-Nya segala kancing besi.
10Maka orang yang duduk dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut, tersepit dengan aniaya dan belenggu besi,
11sebab mereka itu telah mendurhaka akan hukum Allah dan dicelakannya takdir Allah taala,
12sehingga direndahkan-Nya hati mereka itu oleh kesukaran dan seorangpun tiada menolong tatkala mereka itu tergelincir;
13tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya,
4Maka kataku: Tentu orang hina dina juga maka kelakuannya bodoh begitu, sebab tiada diketahuinya akan jalan Tuhan dan akan hukum Allahnya.
32Karena tak akan jangan kesalahan orang bodoh juga yang membunuh dia kelak, dan alpa orang ahmak juga yang membinasakan dia.
39Kemudian maka mereka itu dikurangkan pula dan direndahkan oleh aniaya dan bala atau celaka.
8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.
9Bahwa orang bodoh kelak mencahari dalih-dalih akan salahnya, tetapi antara orang benar adalah pengasihan.
29Bahwa hukum siksa adalah tersedia bagi orang pengolok-olok dan palupun bagi belakang orang jahil.
8Ketahuilah olehmu, hai kamu yang terbodoh dalam bangsa ini, atau bila gerangan, hai orang gila! kamu akan beroleh akal?
25Seorang anak bodoh menjadi kedukaan kepada bapanya, dan kepahitan kepada ibunya, yang telah memperanakkan dia.
21Orang yang telah memperanakkan seorang bodoh, ia itu akan mendapat susah, maka bapanya seorang bodoh tiada akan bersukacita.
9Seperti tongkat yang berduri diangkat oleh tangan orang mabuk, demikianlah peri perumpamaan dalam mulut orang bodoh.
10Banyaklah kesusahan didatangkan atas dirinya oleh orang yang mengupah orang bodoh atau orang yang tiada ketahuan.
1Suatu syair Daud bagi biduan besar, pada Mahalat.
19Karena dengan sukanya kamu sabar akan orang bodoh, oleh sebab kamu berakal.
5Karena segala salahku meliputi kepalaku, ia itu telah menjadi terlalu berat padaku seperti suatu tanggungan yang berat adanya.
1Mazmur Daud bagi biduan besar.
16Betapa uang pembelian itu pada tangan orang bodoh? Hendak ia membeli kepandaian tiada dengan akal budi!
6Bahwa lidah orang bodoh memasukkan dia ke dalam perselisihan, dan mulutnyapun berteriak-teriak minta ditampar.
7Bahwa mulut orang bodoh membawa dia kepada kebinasaan, dan lidahnyapun menjadi jerat akan nyawanya.
33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.
5Sambil berlapar dan berdahaga, sehingga pingsanlah hati di dalamnya.
6Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya.
15Jikalau hati budak bersangkut dengan bodoh, tak akan jangan sesah rotan menceraikan dia dari padanya.
5Bahwa orang jahil itu berlipat-lipat tangannya dan makan daging dirinya.
22Bagaimana bodoh umat-Ku itu, bahwa tiada diketahuinya akan Daku? mereka itulah anak-anak gila yang tiada berakal; pandai mereka itu pada berbuat jahat, tetapi tiada mereka itu tahu berbuat baik.
22Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh,
7Seperti orang timpang kedua belah kakinya, demikianlah peri perumpamaan dalam mulut orang bodoh.
3Jikalau seorang bodoh berjalan sepanjang jalan sekalipun, diberinya tahu juga kepada orang sekalian ia kekurangan akal dan lagi orang bodoh adanya.
67Maka dahulu dari pada aku teraniaya sesatlah aku, tetapi sekarang aku memeliharakan firman-Mu.
16Barangsiapa yang bijaksana, ia itu melakukan dirinya dengan berpengetahuan, tetapi orang bodoh menyatakan bodohnya.
6Ya Tuhan! bagaimana besar segala perbuatan-Mu, dan dalamnya segala reka-Mu tiada terduga.
3Cemeti adalah bagi kuda, dan kekang adalah bagi keledai, tetapi rotan bagi belakang orang jahil.
8Jikalau kiranya mereka itu terikat dengan rantai dan terbelenggu dalam kesukaran,
17Akan menteri-menteri dibawa-Nya dengan tertangkap dan hakim-hakimpun dipergilakan-Nya.
15Kesusahan orang bodoh tersangat memenatkan orang yang tiada tahu jalan ke negeri.
34Dan tanah yang banyak hasilnya akan lembah masin, karena sebab kejahatan orang yang mendudukinya.
12Keluh kesah orang yang hendak mati kedengaranlah dari dalam negeri, dan hati orang yang luka berserulah minta dibalas; maka tiada diindahkan Allah akan serunya itu.
8Mereka itulah anak orang bebal, lagi anak orang yang tiada ketahuan namanya, yang dihalau dengan cemeti dari dalam negeri.
43Maka kerapkali diluputkannya mereka itu, tetapi mereka itu memahitkan hatinya dengan bicaranya, dan habis termakan mereka itu oleh kesalahannya.
15Mengapa engkau meraung dari karena lukamu pedihnya tiada terderita? sebab kejahatanmu besar begitu dan dosamupun tiada tepermanai banyaknya, maka Kubuat begitu akan dikau.
15Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.