Mazmur 94:8
Ketahuilah olehmu, hai kamu yang terbodoh dalam bangsa ini, atau bila gerangan, hai orang gila! kamu akan beroleh akal?
Ketahuilah olehmu, hai kamu yang terbodoh dalam bangsa ini, atau bila gerangan, hai orang gila! kamu akan beroleh akal?
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
6Ya Tuhan! bagaimana besar segala perbuatan-Mu, dan dalamnya segala reka-Mu tiada terduga.
5Hai kamu yang bodoh! belajarlah akan akal budi, dan kamu, hai orang bebal! tuntutlah akan dia.
21Dengarlah olehmu akan ini, hai bangsa yang bodoh dan tiada berakal! yang bermata, tiada juga melihat, yang bertelinga, tiada juga mendengar!
7Pergilah engkau, pandanglah akan muka orang bodoh, maka tiada engkau mendapati padanya bibir yang berpengetahuan.
8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.
22Bagaimana bodoh umat-Ku itu, bahwa tiada diketahuinya akan Daku? mereka itulah anak-anak gila yang tiada berakal; pandai mereka itu pada berbuat jahat, tetapi tiada mereka itu tahu berbuat baik.
33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.
9Masakan Ia, yang telah menanam telinga itu, tiada mendengar! Masakan Ia, yang telah merupakan mata itu, tiada melihat!
24Bahwa hikmat adalah di hadapan mata orang yang berbudi, tetapi mata orang bodoh sampailah kepada tepi bumi.
4Maka kataku: Tentu orang hina dina juga maka kelakuannya bodoh begitu, sebab tiada diketahuinya akan jalan Tuhan dan akan hukum Allahnya.
7Maka katanya: Tuhan tiada melihatnya, dan tiada ia itu diindahkan oleh Allah Yakub.
22Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan?
4Jangan beri jawab akan orang bodoh setuju dengan bodohnya, supaya jangan engkau menjadi sama dengan dia.
5Berilah jawab akan orang bodoh seperti patut kepada bodohnya, supaya jangan ia pandai pada sangkanya sendiri.
2Bahwa orang bodoh tiada suka akan akal budi, melainkan akan membuka segala rahasia hatinya.
8dalam seperkara juga mereka itu bodoh dan gila adanya, yaitu sepotong kayu menjadi baginya akan pengajaran sia-sia.
9Janganlah engkau berkata-kata, sehingga kedengaranlah katamu kepada orang bodoh, karena dicelakannya kelak budi perkataanmu.
6Tinggalkanlah segala kebodohan supaya kamu selamat, dan turutlah akan jalan akal budi.
16Betapa uang pembelian itu pada tangan orang bodoh? Hendak ia membeli kepandaian tiada dengan akal budi!
28Karena mereka itulah suatu bangsa yang hilang bicaranya dan budipun tiadalah dalamnya.
29Hai! Biarlah kiranya mereka itu berakal budi, sehingga ditimbangkannya kesudahan ini.
16Jikalau kiranya adalah akal padamu dengarlah ini, berilah telinga akan bunyi perkataanku.
14Hati orang yang berakal mencahari pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh diisi dengan kebodohan.
22Bahwa pengetahuan itu menjadi suatu mata air selamat kepada orang yang mempunyai dia; tetapi pengajaran orang bodoh ia itu kebodohan juga.
3Jikalau seorang bodoh berjalan sepanjang jalan sekalipun, diberinya tahu juga kepada orang sekalian ia kekurangan akal dan lagi orang bodoh adanya.
18Bahwa mereka itu tiada berpengetahuan dan tiada berpengertian, karena mata mereka itu terkatup lekat-lekat, sehingga tiada ia melihat, dan hatinyapun sehingga tiada ia mengerti.
17Maka orang bebal, yang telah kena kesukaran dari karena kesalahannya dan dari karena kejahatannya,
19Karena hikmat dunia ini menjadi kebodohan kepada Allah. Karena adalah tersurat: Bahwa Tuhan menangkap orang yang berhikmat itu di dalam cerdik orang itu sendiri.
10sehingga hiduplah ia sampai kekal dan tiada ia melihat kebinasaan.
12Jikalau engkau melihat seorang yang pada sangkanya sendiri ialah pandai, maka boleh diharap akan orang bodoh terlebih dari pada harap akan orang itu.
22Jikalau kiranya orang bodoh ditumbuk dalam lesung bersama-sama dengan segala beras sekalipun, maka tiada juga bodohnya akan bercerai dari padanya.
1Suatu syair Daud bagi biduan besar, pada Mahalat.
1Mazmur Daud bagi biduan besar.
2Maka Tuhan menilik dari dalam sorga akan segala anak Adam, hendak melihat kalau ada orang yang berbudi, yang mencahari Allah.
8maka bagaimana boleh katamu: Bahwa kami ini alim, pada kami adalah taurat Tuhan! Maka sesungguhnya kalam penipu sebab katib itu mengubahkan dia.
9Patutlah malu dan terkejut segala orang alim itu, karena sudah didapati akan budi mereka itu, bahwasanya mereka itu sudah membuangkan firman Tuhan, entah hikmat apa boleh ada padanya?
15Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.
20maka iapun akan pulang juga kepada asal bapa-bapanya, hingga kekal tiada mereka itu akan melihat terang. (49:21)Adapun orang yang kehormatan, tetapi tiada ia berbudi, ia itu disamakan dengan binatang yang akan binasa adanya.
4Bahwa hancurlah bumi serta dengan orang sekalian yang mendudukinya, jikalau tiada Aku meneguhkan tiang-tiangnya. -- Selah.
8Barangsiapa yang berbudi hatinya, ia itu menerima pengajaran, tetapi orang yang gila perkataan mulutnya itu kelak akan binasa.
16Barangsiapa yang bijaksana, ia itu melakukan dirinya dengan berpengetahuan, tetapi orang bodoh menyatakan bodohnya.
22pada masa itulah aku bodoh, tiada kuketahui apa-apa, dan keadaanku kepada-Mu bagaikan binatang yang tiada berakal.
9Bukannya orang yang banyak tahunnya itu bijaksana juga, bukannya orang yang tua-tua itu mengerti juga barang yang benar.
19Karena dengan sukanya kamu sabar akan orang bodoh, oleh sebab kamu berakal.
11Orang bodoh itu mengeluarkan segala kepikiran hatinya, tetapi orang yang berbudi menahankan dia sampai kemudian kelak.
24Akan orang yang berbudi maka kekayaan juga menjadi makotanya, tetapi orang bodoh makin tinggi makin gila.
20Manakah orang yang bijak itu? Manakah ahli Taurat itu? Manakah pembahas di dalam zaman ini? Bukankah Allah menjadikan hikmat dunia ini bodoh?
3Bahwasanya akupun berakal seperti kamu juga; tiada aku tewas olehmu; siapa gerangan tiada tahu barang yang sebagainya?
15Kesusahan orang bodoh tersangat memenatkan orang yang tiada tahu jalan ke negeri.
34Hendaklah orang yang berakal itu menyahut akan daku, baiklah orang yang berbudi itu memberi telinga akan kataku.