Yeremia 10:8
dalam seperkara juga mereka itu bodoh dan gila adanya, yaitu sepotong kayu menjadi baginya akan pengajaran sia-sia.
dalam seperkara juga mereka itu bodoh dan gila adanya, yaitu sepotong kayu menjadi baginya akan pengajaran sia-sia.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
14Pada masa itu bodohlah dan tiada berpengetahuan segenap bangsa manusia; patutlah malu tiap-tiap tukang dari karena patung yang telah diperbuatnya, karena bohonglah perbuatannya; tiadalah nyawa di dalamnya.
15Sia-sia belaka adanya, suatu perbuatan persesatan, apabila tulah datang atasnya hilanglah sekaliannya.
17pada masa itu segala manusia bodoh dan tiada berpengetahuan adanya; kemalu-maluanlah segala pandai emas akan patung perbuatannya, karena dusta juga barang yang diperbuatnya, tiadalah nyawa di dalamnya.
18Sia-sialah adanya dan suatu perbuatan tipu juga; apabila datang percobaan maka hilanglah semuanya.
29Bahwasanya mereka itu sekalian sia-sialah adanya dan segala perbuatan mereka itu cuma-cumalah, segala patung tuangan mereka itu angin dan sia-sia belaka.
9Adapun segala orang yang merupakan patung ukiran itu bersama-sama sia-sialah adanya, dan perbuatan mereka itu yang indah-indah itu tiada berguna; sekalian itu naiklah saksi atas dirinya; suatupun tiada dilihatnya, suatupun tiada diketahuinya, niscaya kemalu-maluanlah mereka itu kelak!
10Siapakah merupakan suatu berhala? dituangnya suatu patung yang tiada berguna.
11Bahwasanya kemalu-maluanlah kelak segala kawan mereka itu, tegal tukang-tukangnya dari pada manusia juga adanya; baiklah mereka itu sekalian berhimpun, baiklah mereka itu bangkit berdiri -- mereka itu akan gemetar, bersama-sama mereka itu akan malu.
28Karena mereka itulah suatu bangsa yang hilang bicaranya dan budipun tiadalah dalamnya.
3Karena syariat segala bangsa itu sia-sialah adanya, karena kayu juga adanya barang yang telah ditetak di dalam hutan, suatu perbuatan tukang yang telah diperbuat dengan lengan tersingsing.
4Dihiasinya dengan emas dan perak, diteguhkannya dengan paku dan pukul besi, supaya jangan ia itu tergoncang.
5Tegaplah ia itu seperti batang kurma, dan tiada ia tahu berkata-kata; tak dapat tiada diusung juga akan dia, karena tiada ia tahu berjalan; janganlah kamu takut akan dia, karena tiada ia tahu berbuat jahat dan lagi tahu berbuat baikpun tiada sertanya.
4Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya.
15Adapun segala berhala orang kafir itu dari pada emas dan perak, ia itu perbuatan tangan manusia adanya.
16Ia bermulut tetapi tiada dapat berkata-kata, ia bermata tetapi tiada dapat melihat,
17ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya.
18Baiklah segala orang yang memperbuat dia menjadi sebagainya, demikianpun segala orang yang harap padanya.
18Apa guna kiranya patung pahatan itu, bahwa tukang yang pandai sudah memahat dia? Dan patung tuangan bukankah ia itu pengajar dusta juga adanya? Bolehkah tukang itu harap pada perbuatannya sendiri? Bukan diperbuatnya berhala juga yang kelu adanya?
19Wai bagi orang yang berkata kepada kayu: Jagalah engkau! Dan kepada batu yang diam itu: Bangunlah engkau! Bolehkah ia itu mengajar dia? Bahwasanya jikalau ia itu disalut dengan perak atau dengan emas sekalipun, maka tiada juga nyawa atau nafas di dalamnya.
8Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala. Bahwa mereka itu menyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya.
9Dari Tarsis dibawa oranglah akan perak hendak menyalutkan dia, dan akan emas dari Ufaz, suatu perbuatan tukang dan perbuatan tangan pandai emas; bahwa pakaiannya biru laut dan ungu warnanya, perbuatan orang bijaksana semuanya.
7Maka iapun bertangan, tetapi tiada dapat menjamah; ia berkaki, tetapi tiada dapat berjalan dan tiada ia tahu memberi bunyi suara dari dalam kerongkongannya.
8Biarlah segala orang yang memperbuat dia itu menjadi sebagainya; demikianpun segala orang yang harap padanya.
8Ketahuilah olehmu, hai kamu yang terbodoh dalam bangsa ini, atau bila gerangan, hai orang gila! kamu akan beroleh akal?
22Bagaimana bodoh umat-Ku itu, bahwa tiada diketahuinya akan Daku? mereka itulah anak-anak gila yang tiada berakal; pandai mereka itu pada berbuat jahat, tetapi tiada mereka itu tahu berbuat baik.
16Bahwa kecela-celaanlah dan kemalu-maluanlah, dan kebinasaanlah mereka itu sekalian yang memperbuat berhala!
8maka bagaimana boleh katamu: Bahwa kami ini alim, pada kami adalah taurat Tuhan! Maka sesungguhnya kalam penipu sebab katib itu mengubahkan dia.
9Patutlah malu dan terkejut segala orang alim itu, karena sudah didapati akan budi mereka itu, bahwasanya mereka itu sudah membuangkan firman Tuhan, entah hikmat apa boleh ada padanya?
6Ya Tuhan! bagaimana besar segala perbuatan-Mu, dan dalamnya segala reka-Mu tiada terduga.
4Mereka itu sudah mengangkat raja, tetapi tiada dengan Aku; mereka itu sudah mengangkat penghulu, tetapi tiada dengan setahu Aku; dari pada emas peraknya telah diperbuatnya berhala akan dirinya yang patut ditumpas.
27Semua mereka itu yang berkata kepada barang kayu demikian: Engkaulah bapaku! dan kepada barang batu: Engkau juga yang sudah menjadikan aku! Maka ia itu sebab mereka itu memalingkan tengkuknya kepada-Ku dan bukannya mukanya; tetapi pada masa mereka itu kepicikan, katanya: Bangkit apalah Tuhan berdiri akan menolong kami.
8Mereka itulah anak orang bebal, lagi anak orang yang tiada ketahuan namanya, yang dihalau dengan cemeti dari dalam negeri.
24Akan orang yang berbudi maka kekayaan juga menjadi makotanya, tetapi orang bodoh makin tinggi makin gila.
17Bagi-Nya segala bangsa seperti satupun tiada, dibilang-Nya akan sekalian itu kurang lagi dari pada ketidaan dan sia-sia adanya.
18Maka dengan siapa gerangan hendak kamu menyamakan Allah? atau dengan peta apa hendak kamu merupakan Dia!
19Bahwa oleh tukang dituang sebuah patung yang disalutkan oleh orang pandai dengan emas, lagi diperbuatnya akan dia rantai-rantai perak.
20Oleh orang yang kurang persembahannya itu dipilih sebatang kayu yang tiada rapuh, dicarinya seorang tukang yang pandai akan memperbuat akan dia sebuah patung yang tiada tergoncang.
22Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh,
12Bahwa umat-Ku bertanyakan kayunya dan tongkatnya patutlah memberi tahu kepadanya, karena nafsu persundalan sudah membujuk mereka itu, sehingga dengan berzinah mereka itu sudah undur dari pada Allahnya.
4Maka kataku: Tentu orang hina dina juga maka kelakuannya bodoh begitu, sebab tiada diketahuinya akan jalan Tuhan dan akan hukum Allahnya.
6Bahwa mereka itu memboroskan emas dari dalam pundi-pundi serta menimbang perak dengan neraca; mereka itu mengupah pandai emas, yang memperbuat seekor berhala dari padanya, lalu mereka itu tunduk dan menyembah sujud kepadanya!
6Karena dari pada Israel juga asalnya; sungguhpun seorang tukang sudah memperbuat dia, maka tiada juga ia itu ilah adanya, melainkan lembu muda Samaria itu akan dipecah-pecahkan!
18Bahwa mereka itu tiada berpengetahuan dan tiada berpengertian, karena mata mereka itu terkatup lekat-lekat, sehingga tiada ia melihat, dan hatinyapun sehingga tiada ia mengerti.
8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.
24Bahwasanya adamu kurang lagi dari pada ketiadaan dan perbuatanmu sia-sia belaka; kebencianlah tiap-tiap orang yang setuju dengan kamu.
1Suatu syair Daud bagi biduan besar, pada Mahalat.
15Adakah kapak bermegah-megah kepada orang yang menetak dengan dia? adakah gergaji membesarkan dirinya kepada orang yang menarik dia? seolah-olah tongkat menggerakkan orang yang mengangkat dia, seolah-olah tongkat yang diangkat bukan lagi kayu adanya!
7Siapa gerangan tiada takut akan Dikau, ya Raja segala bangsa! karena Engkau juga yang empunya segala kemuliaan. Bahkan, di antara hakim segala bangsa dan di dalam segala kerajaannya seorangpun tiada yang sebagai-Mu,
21Dengarlah olehmu akan ini, hai bangsa yang bodoh dan tiada berakal! yang bermata, tiada juga melihat, yang bertelinga, tiada juga mendengar!
6Karena seperti bunyi duri di bawah periuk, demikianpun bunyi tertawa orang jahil. Maka ini lagi sia-sia adanya.