Daniel 6:20
Maka pada waktu fajar, pagi-pagi sekali, bangunlah baginda, lalu dengan segera pergilah baginda ke keleburan singa itu.
Maka pada waktu fajar, pagi-pagi sekali, bangunlah baginda, lalu dengan segera pergilah baginda ke keleburan singa itu.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
10Maka sebab itu dimeteraikan bagnda raja Darius akan suratan dan firman itu.
11Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu.
12Lalu menyergaplah orang itu akan Daniel, didapatinya akan dia dalam meminta doa dan memohon-mohon di hadapan hadirat Allahnya.
13Maka datanglah mereka itu hampir, lalu bersembah kepada baginda akan hal firman baginda itu, sembahnya: Bukankah sudah tuanku meteraikan firman, bunyinya, bahwa barangsiapa yang akan meminta barang sesuatu kepada dewa atau manusia dalam tiga puluh hari ini, melainkan kepada tuanku, niscaya orang itu dicampak ke dalam keleburan singa? Maka sahut baginda, titahnya: Sudah tentulah perkara itu seperti hukum orang Medi dan Farsi, yang tiada terubahkan!
14Maka ujar mereka itu kepada baginda, sembahnya: Bahwa Daniel, seorang dari pada mereka sekalian yang sudah dipindahkan dari Yehuda dengan tertawan, itu tiada mengindahkan titah tuanku, atau akan firman yang telah tuanku meteraikan, melainkan pada sehari tiga kali ia meminta doa.
15Demi didengar baginda sembah ini, maka amarahlah baginda akan dirinya, ditentukannya dalam hatinya hendak meluputkan Daniel juga, bahkan, sampai waktu masuk matahari bagindapun mencahari upaya hendak meluputkan Daniel.
16Lalu orang itu mendedasi baginda, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku, maklumlah kepada tuanku, inilah suatu hukum orang Medi dan Farsi, bahwa suatu titah dan firman seperti yang telah dimeteraikan oleh tuanku, itu tiada terubahkan lagi.
17Maka bertitah baginda, lalu dibawa oranglah akan Daniel, dicampakkannya ke dalam keleburan singa sementera baginda bertitah kepada Daniel demikian: Bahwa Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepadanya dengan segala tulus hatimu, Ia juga hendaklah kiranya meluputkan dikau!
18Kemudian dibawa oranglah akan sebuah batu, dibubuhnya pada mulut keleburan itu dan dimeteraikan baginda akan dia dengan cincinnya dan dengan cincin segala menterinya, supaya karena sebab Daniel itu satupun tiada dilainkan.
19Setelah itu maka pulanglah baginda ke istananya, lalu berbaring dengan tiada santap barang santapan dan dengan tiada dipetik bunyi-bunyian di hadapannya dan antuknyapun lenyaplah dari padanya.
21Serta sampailah baginda ke keleburan singa itu, berserulah baginda kepada Daniel dengan amat merdu bunyi suaranya, katanya kepada Daniel: Hai Daniel! hamba Allah yang hidup, adapun Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepada-Nya dengan segala tulus hatimu, dapatkah Ia melepaskan dikau juga dari pada segala singa itu?
22Maka sembah Daniel kepada baginda: Daulat tuanku!
23Bahwa Allah patik juga sudah menyuruhkan malaekat-Nya, yang mengatupkan mulut segala singa itu, supaya jangan diusiknya akan patik, sebab telah didapati akan patik tiada bersalah di hadapan-Nya dan lagi akan tuankupun tiada patik berbuat barang sesuatu yang salah!
24Pada masa itu amat bersukacita hati baginda, disuruhnya orang menarik naik akan Daniel dari dalam keleburan itu; setelah ditarik naik akan Daniel dari dalam keleburan, maka satu marapun tiada didapati padanya, sebab sudah diharapnya pada Allahnya.
25Maka disuruh baginda bawa akan segala orang yang sudah menukasi Daniel dengan nyata-nyata, maka dicampak oranglah akan mereka itu ke dalam keleburan singa, baik mereka itu baik segala anak bininya, maka belum sampai mereka itu ke dasar keleburan itu tiba-tiba disergap oleh segala singa itu akan dia dan diremukkannya segala tulang-tulangnya.
26Maka pada masa itu dikirim oleh baginda raja Darius surat kepada segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanya, yang duduk di atas seluruh muka bumi, bunyinya: Sejahteramu bertambah-tambahlah kiranya!
27Bahwa aku ini memberi titah, dalam segenap hukumat kerajaanku hendaklah orang gentar dan takut akan Allahnya Daniel, karena Ialah Allah yang hidup, dan yang kekal pada selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tiada berubah dan pemerintahan-Nyapun tiada berkesudahan adanya!
28Bahwa Ialah Penebus dan Penolong dan Iapun membuat tanda-tanda dan ajaib di dalam langit dan di atas bumi; karena telah dilepaskan-Nya Daniel dari dalam kuasa singa. (6:29)Maka Daniel itu bersentosalah dalam kerajaan Darius dan dalam kerajaan Koresy, orang Farsi itu.
5Maka sebab itu dicahari-cahari segala menteri dan perdana menteri akan sebab, hendak menuduh Daniel dari hal kerajaan itu, tetapi tiada didapatinya akan barang sesuatu sebab atau salah, karena setiawanlah adanya dan barang sesuatu salah atau jahatpun tiada terdapat dalamnya.
6Lalu kata orang itu: Tiada boleh juga kita mendapati sebab akan melawan Daniel ini, melainkan jikalau dalam hukum Allahnya kita mendapat barang sesuatu sebab lawan dia.
7Hata, maka pergilah segala menteri dan perdana menteri itu bersama-sama menghadap baginda, lalu sembahnya: Daulat tuanku, ya raja Darius!
24Hata, maka pergilah Daniel mendapatkan Ariokh, yang telah dititahkan oleh baginda membunuh segala orang alim yang di Babil itu; maka pergilah ia, lalu katanya kepadanya: Janganlah tuan bunuh segala orang alim yang di Babil itu! Bawalah akan hamba menghadap baginda juga, maka hamba kelak memaklumkan kepada baginda tabirnya.
25Maka dengan segeranya dibawa Ariokh akan Daniel menghadap baginda, sambil sembahnya kepada baginda: Bahwa patik sudah mendapat seorang laki-laki di antara segala orang yang sudah dipindahkan dengan tertawan itu, yaitu seorang Yahudi yang akan memaklumkan kepada tuanku tabir mimpi itu kelak.
26Maka sahut baginda, titahnya kepada Daniel, yang bergelar Beltsazar: Dapatkah engkau maklumkan kepadaku khayal mimpi yang telah kulihat, serta dengan tabirnya sekali?
13Maka dibawa oranglah akan Daniel menghadap baginda, lalu titah baginda kepada Daniel demikian: Engkaukah Daniel itu, seorang dari pada mereka yang sudah dipindahkan dengan tertawan dari negeri Yehuda, yang sudah dibawa ke mari dari antara orang Yahudi oleh paduka marhum?
17Jikalau sudah tentu perkara itu atas patik, maka Allah patik, yang patik berbuat ibadat kepada-Nya, itu juga sampai kuasa-Nya akan melepaskan patik dari dalam dapur api yang bernyala-nyala, dan dari pada tangan tuankupun dapat dilepaskan-Nya patik ini!
47Maka sahut baginda kepada Daniel, titahnya: Sebenarnyalah Allah kamu itulah Allah yang di atas segala dewata dan Tuhan atas segala raja, Ia yang menyatakan segala rahasia, tegal engkau dapat menyatakan rahasia ini!
28Maka titah raja nebukadnezar: Segala puji bagi Allahnya Saderakh, Mesakh dan Abed-nego! yang sudah menyuruhkan malaekat-Nya dan sudah meluputkan hamba-hamba-Nya yang telah harap pada-Nya dan tiada mau menurut titah raja, melainkan telah diserahkannya tubuhnya akan tiada berbuat ibadat atau menyembah kepada dewata, melainkan kepada Allahnya juga.
11Di mana sekarang gua singa itu? Di mana gerangan tempat singa yang ganas? Yaitu tempat singa jantan dan betina berjalan dengan anaknya dan seorangpun tiada yang mengusik dia!
15Serta bertanyalah ia akan Ariokh, penglima raja itu, katanya: Mengapa gerangan keluarlah titah yang keras begitu dari pada baginda? Maka oleh Ariokh diberitahu hal itu kepada Daniel.
16Maka pergilah Daniel meminta kepada baginda pertangguhkan waktunya, supaya boleh dimaklumkannya kepada baginda tabir mimpi itu.
10Tetapi kata juga penghulu segala penjawat istana kepada Daniel: Takutlah aku akan baginda yang dipertuan, yang sudah menentukan bahagian makanan dan minumanmu, karena mengapa kiranya seri mukamu akan kurang dari pada seri muka segala orang muda-muda yang sebaya dengan dikau? Demikianlah engkau akan menjunjungkan salah di atas kepalaku di hadapan baginda.
11Lalu kata Daniel kepada penjawat santapan yang telah diangkat oleh penghulu segala penjawat istana atas Daniel, Hananya, Misail dan Azarya.
26Lalu baginda raja Nebukadnezarpun menghampirilah pintu dapur api yang bernyala-nyala sambil titahnya: Hai Saderakh, Mesakh dan Abed-nego, hamba Allah taala! keluarlah, marilah kamu! Lalu keluarlah Saderakh, Mesakh dan Abed-nego dari tengah-tengah api.
18supaya dipintanya rahmat dari pada Allah yang di sorga, akan rahasia ini, supaya jangan Daniel dan segala taulannyapun binasalah serta dengan segala orang alim yang di Babil itu.
19Hata maka rahasia itu dinyatakan kepada Daniel dalam khayal pada malam, lalu dipuji-puji Daniel akan Allah yang di sorga!
20Maka jawab Daniel, katanya: Segala puji bagi nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, karena Ia juga yang empunya segala hikmat dan segala kuasa.
8Maka kemudian datanglah Daniel menghadap aku; adapun namanya Beltsazar turut nama dewaku, dan dalamnya adalah roh dewata mulia raya, maka kuceriterakanlah mimpiku kepadanya.
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!
17Ya Tuhan! berapa lamakah Engkau memandang sahaja? Kembalikanlah kiranya nyawaku dari pada kebinasaannya, yaitu jiwaku dari pada singa muda itu.
6maka inipun, sebab selalu ia di antara segala singa, ia menjadi seekor singa yang buas, dan belajar merampas mangsanya, dan orangpun dimakannya,
19Maka dalam baginda bertitah kepada mereka itu tiada didapati antara mereka itu sekalian akan orang yang seperti Daniel, Hananya, Misail dan Azarya; maka menghadaplah mereka itu hadirat baginda.
8Maka berserulah ia: Seekor singa Tuhan! Bahwasanya aku berdiri pada bangun-bangun dengan tiada berkeputusan sepanjang hari dan aku berjaga-jaga pada pertungguankupun semalam-malaman.
6Pada masa itu berubahlah seri muka baginda dan kepikirannya mendebarkan hatinya dan segala pengikat pinggangnyapun terurailah dan lututnyapun berantuk-antuklah.
2Ya Tuhan, Allahku, kepadamu aku berlindung; lepaskanlah kiranya aku dari pada segala orang yang mengusir akan daku, dan luputkanlah aku dari padanya.
17Maka sahut Daniel, sembahnya kepada baginda: Bahwa segala anugerah itu tinggal pada tuanku dan hendaklah tuanku mengaruniakan anugerah tuanku kepada orang lain, maka patik juga membacakan suratan ini kepada tuanku serta memaklumkan artinya kepada tuanku.