Pengkhotbah 10:4
Apabila berbangkitlah murka yang dipertuan akan dikau, hendaklah jangan engkau meninggalkan tempatmu, karena sabar dapat membatalkan dosa yang besar-besar.
Apabila berbangkitlah murka yang dipertuan akan dikau, hendaklah jangan engkau meninggalkan tempatmu, karena sabar dapat membatalkan dosa yang besar-besar.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
5Adalah pula suatu kejahatan telah kulihat di bawah langit, seolah-olah sesatan yang terbit dari pada hadirat pemerintahan;
6yaitu orang hina diangkat kepada jawatan yang besar-besar, dan orang muliapun tinggal di bawah.
29Orang yang panjang sabar hatinya itu besarlah akal budinya, tetapi orang yang segera menurut nafsunya itu membesarkan perkara yang bodoh-bodoh.
1Bahwa sahut yang lembut itu memadamkan amarah yang bernyala-nyala, tetapi perkataan yang tajam menggalakkan amarah.
10Bahwa lezat kemuliaan tiada berpatutan dengan orang bodoh yang kaya, demikianpun tiada patut seorang hamba memerintahkan raja.
11Adapun perhiasan orang alim ia itu panjang sabar, dan mengampuni salah ia itulah makotanya.
9Janganlah hatimu bersegera-segera akan marah, karena dada orang jahil itulah tempat duduk kemarahan.
32Barangsiapa yang menahani nafsunya itu lebih besar dari pada seorang hulubalang, dan orang yang memerintahkan hatinya sendiri itu lebih besar dari pada orang yang mengalahkan sebuah negeri.
14Bahwa kehangatan murka raja itu seperti malak-almaut; maka sebab itu orang yang berbudi akan memadamkan dia.
2Bahwa murka raja itu seperti pengaum-aum singa, barangsiapa yang menerbitkan dia, ia itu mempermainkan nyawanya sendiri.
3Bahwa kepujianlah bagi orang, jika berhenti dari pada perbantahan, tetapi bodohlah orang yang memasukkan dirinya kepadanya.
6Janganlah engkau membesarkan dirimu di hadapan raja dan janganlah berdiri di tempat orang besar-besar,
7karena lebih baik orang berkata kepadamu: Marilah engkau, naik ke mari, dari pada engkau direndahkan orang di hadapan seorang bangsawan, yang telah kaupandang mudah akan dia.
8Jangan gopoh-gopoh engkau masuk berhukum, kalau-kalau pada akhirnya engkau tiada boleh lepas, apabila lawanmu mendatangkan malu kepadamu.
2Inilah kataku: Perhatikanlah olehmu akan titah raja, seolah-olah engkau telah bersumpah demi Allah.
3Janganlah bersegera-segera engkau keluar dari hadapan hadiratnya, dan lagi jangan engkau tetap dalam suatu perkara yang jahat, karena barang yang dikehendaki hatinya itu juga dilakukannya.
4Barang di mana titah raja, di sanapun pemerintahan, dan siapakah boleh berkata kepadanya demikian: Apakah perbuatanmu?
5Barangsiapa yang memeliharakan hukum, ia itu tiada melakukan jahat, maka hati orang bijak itu akan mencamkan ketika dan perinya.
15Dengan panjang sabar dapat dihancurkan hati seorang pemerintah, dan lidah yang lembut dapat menghancurkan tulang.
9Bahwa orang berbudi dengan orang bodoh berbantah-bantah selalu, baik dengan amarah baik dengan tertawa, tiada juga berhentinya.
11Orang bodoh itu mengeluarkan segala kepikiran hatinya, tetapi orang yang berbudi menahankan dia sampai kemudian kelak.
12Jikalau seorang penghulu mengindahkan bohong, niscaya segala rakyatnya menjadi jahatlah kelak.
8Jauhkanlah dirimu dari pada amarah dan tinggalkanlah gusar, janganlah engkau ngeran sehingga engkau juga memilih akan yang jahat kelak.
4Jangan beri jawab akan orang bodoh setuju dengan bodohnya, supaya jangan engkau menjadi sama dengan dia.
27Barangsiapa yang berpengetahuan itu menahani perkataannya, dan orang yang berakal ia itu mahal budinya.
16Seorang yang berbudi itu takut dan undur dari pada jahat, tetapi orang bodoh berbuat dosa berlapis-lapis, maka senanglah juga hatinya.
17Barangsiapa yang segera akan marah, ia itu kelak berbuat perkara yang bodoh, dan orang yang jahat niatnya itu akan dibenci.
22Seorang pemarah itu menerbitkan perkelahian, dan orang yang angat nafsunya itu melimpahkan kesalahan.
17Perkataan orang alim patut didengar dengan berdiam diri, terlebih dari pada teriak seorang pemerintah yang jahil.
18Jangan engkau harap menangkiskan murka-Nya dengan persembahan; jangan engkau ditipu oleh sangkamu dapat berlepas dirimu oleh tebusan yang besar.
10Halaukanlah orang pengolok-olok itu ke luar, maka perkelahianpun akan keluar sertanya, dan perselisihan dan kecelaanpun akan berhenti.
2Jikalau durhaka orang isi negeri, maka banyaklah pemerintahnya kelak; tetapi barang di mana orang yang suka akan benar itu, maka tetap pemerintahannya.
10Jikalau pada masa kesukaran tawarlah hatimu, maka kuasamupun akan lemah adanya.
3Jikalau seorang bodoh berjalan sepanjang jalan sekalipun, diberinya tahu juga kepada orang sekalian ia kekurangan akal dan lagi orang bodoh adanya.
30Janganlah dengan tiada semena-mena engkau berbantah-bantah dengan orang yang tiada berbuat jahat akan dikau.
32Jikalau kiranya engkau telah membuat perkara yang bodoh sebab membesarkan dirimu, atau telah berpikir jahat, maka hendaklah engkau bertekap mulut;
16Seorang raja yang kurang akal itu sangat menganiayakan orang, tetapi orang yang benci akan tamak ia itu melanjutkan umurnya.
18Orang yang lekas marah itu membangkitkan perbantahan, tetapi panjang sabar memadamkan perbantahan.
18Supaya jangan ia itu kelihatan kepada Tuhan dan jahatlah hal itu kepada pemandangan-Nya, sehingga dipalingkan-Nya murka-Nya dari pada orang itu kepadamu.
4Tetapi seorangpun jangan berani berbantah-bantah, jangan menegur seorang juapun, karena bangsamu bagaikan orang yang telah berbantah-bantah dengan imam.
8Bahwa hasil tanah itu bagi orang sekalian, jikalau raja sekalipun dipeliharakan dengan hasil tanah juga.
1Orang yang ditegurkan kerap kali maka ditegarkannya juga tengkuknya, ia itu akan binasa dengan segeranya, sehingga tiada dapat ditolong lagi.
28Orang yang tiada dapat menahani nafsunya, ia itu seperti kota benteng yang telah roboh dewalanya.
5Mengapa kamu tiada berdiam dirimu sekali, supaya ia itu bagimu akan hikmat.
19Orang yang pemarah besar itu kelak merasai siksa, jikalau kiranya engkau membiarkan dia, niscaya engkau menambahi jahatnya.
7Jikalau kiranya titah baginda: Baiklah, maka adalah selamat bagi hambamu ini, tetapi jikalau kiranya sangatlah murkanya, ketahuilah olehmu bahwa sudah tentu juga padanya hendak membuat jahat itu.
22Maka jikalau seorang penghulu telah berdosa sebab sesat dan telah berbuat barang sesuatu yang melawan firman Tuhan, Allahnya, yang tiada boleh dibuatnya, sehingga bersalahlah ia;
14Permulaan perkelahian itu seumpama air tiris, sebab itu tinggalkanlah akan perbantahan dahulu dari pada ia menjadi air bah yang bergelora.
19Seorang hamba yang mengerti, tetapi tiada juga memberi jawab, janganlah diajar akan dia dengan perkataan.
14Dengan persembahan yang sembunyi orang memadamkan murka, dan dengan hadiah orang memperhentikan kehangatan amarah dalam dada.