Pengkhotbah 3:8
adalah masa akan mengasihi dan masa akan benci; adalah masa akan berperang dan masa akan berdamai.
adalah masa akan mengasihi dan masa akan benci; adalah masa akan berperang dan masa akan berdamai.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Bermula bagi segala sesuatu adalah masa yang tertentu dan bagi segala maksud adalah ketikanya di bawah langit.
2Adalah masa akan diperanakkan dan masa akan mati, adalah masa akan bertanam dan masa akan mencabut barang yang tertanam itu;
3adalah masa akan melukakan dan masa akan menyembuhkan; adalah masa akan merombak dan masa akan membangunkan;
4adalah masa akan menangis dan masa akan tertawa; adalah masa akan meratap dan masa akan menari;
5adalah masa akan membuang batu dan masa akan mengumpulkan batu; adalah masa akan memeluk dan masa akan menjauhkan dirinya dari pada memeluk;
6adalah masa akan mencahari dan masa akan menghilangkan; adalah masa akan memeliharakan dan masa akan membuang;
7adalah masa akan mencarik-carik dan masa akan menampal; adalah masa akan berdiam diri dan masa akan berkata-kata;
9Apakah faedahnya bagi orang yang berlelah itu dari pada barang yang diusahakannya?
10Bahwa aku sudah melihat syugul, yang sudah diberi Allah kepada segala anak Adam, supaya mereka itu bersyugul dengan dia.
11Maka telah dijadikannya segala sesuatu itu permai pada masanya, lagipun dibubuhnya peri yang kekal di dalam hati mereka itu, melainkan tiada dapat manusia menyelidik dari pada permulaan datang kepada kesudahan segala perbuatan yang diperbuat Allah itu.
12Maka tentulah sudah kepadaku bahwa dalam segala perkara itu satupun tiada yang baik, melainkan manusia menyukakan dan membuat baik akan dirinya sepanjang umur hidupnya.
9Maka sekalian ini telah kulihat tatkala kucamkan segala perbuatan yang diperbuat di bawah langit, pada masa seorang manusia memerintahkan orang akan jahatnya.
15Segala sesuatu yang telah ada itu, ia itu adalah sekarang juga, dan barang yang akan ada itu, ia itupun sedia sudah ada, maka dituntut Allah akan barang yang sudah lalu itu.
16Tambahan lagi sudah kulihat di bawah langit barang di mana tempat hukum, di sanapun adalah lalim, dan barang di mana tempat pengadilan, di sanapun adalah lalim.
17Maka kataku dalam hatiku: Bahwa Allah juga akan menghukumkan orang yang benar dan orang yang tiada benar, karena bagi segala maksud dan bagi segala pekerjaan sekali datanglah masanya.
5Barangsiapa yang memeliharakan hukum, ia itu tiada melakukan jahat, maka hati orang bijak itu akan mencamkan ketika dan perinya.
6Karena segala sesuatu yang dikasadkan orang itu bergantung kepada ketika dan peri; maka sebab itu berlakulah begitu banyak jahat atas manusia.
1Bahwasanya sekalian ini sudah kutaruh di hatiku, hendak mengerti sekaliannya dengan sahnya, bahwa segala orang yang benar dan alim serta dengan segala pekerjaannya adalah dalam tangan Allah, demikianpun kasih dan benci; sehingga seorangpun tiada dapat tahu barang sesuatu dari pada segala perkara yang di hadapannya.
6Maka tiada aku tertahan lagi duduk bersama-sama dengan orang yang benci akan damai.
7Bahwa aku ini suka berdamai-damaian, tetapi semenjak aku berkata-kata, mereka itupun mulai berperang.
17Maka sebab itu bencilah aku akan hidup ini, karena jemulah aku akan segala sesuatu yang diperbuat di bawah langit, sebab semuanya itu sia-sialah adanya dan memenatkan hati.
18Lagipun aku benci akan segala pekerjaanku, yang telah kuusahakan di bawah langit, sebab tak dapat tiada aku meninggalkan dia kelak kepada orang yang kemudian dari padaku.
6Demikianlah kasihnya dan bencinya dan cemburuannyapun sudah hilang dan tiada lagi pada mereka itu bahagian dalam alam ini dari pada segala sesuatu yang jadi di bawah langit.
3Maka inilah jahat yang besar dari pada segala sesuatu yang jadi di bawah langit, yaitu sama juga untung berlaku atas sekaliannya; tambahan pula hati segala anak Adam penuhlah dengan kejahatan dan seumur hidupnya adalah segala macam sasaran di dalam hatinya, kesudahannya mereka itu sekalian menuju tempat orang mati.
14Pada hari untung yang baik terimalah olehmu akan yang baik, tetapi ingatlah juga akan hari yang jahat, karena keduanya sudah dijodohkan Allah begitu teguh, sehingga satupun tiada dapat diketahui orang dari pada barang yang berlaku atasnya kemudian kelak.
11Maka kembali aku sudah melihat bahwa di bawah langit perolehan lumba-lumba itu bukan orang pantas punya, dan kemenanganpun bukan orang gagah punya, dan rezekipun bukan orang alim punya, dan kekayaanpun bukan orang budiman punya, dan keridlaanpun bukan orang yang berpengetahuan punya, melainkan masa dan takdir juga berlaku atas sekaliannya.
12Tambahan pula tiada diketahui orang akan ajalnya, seperti ikan tertangkap dengan pukat celaka, dan seperti burung tertangkap dengan jerat, demikianpun anak-anak Adam terjerat apabila jahat menempuh kepadanya dengan sekonyong-konyong.
13Lagipun sudah kulihat suatu perkara di bawah langit akan hal hikmat, sehingga besarlah rupanya kepadaku,
18Maka buah-buahannya, yaitu kebenaran, ditaburkan dengan perdamaian oleh segala orang yang mengerjakan perdamaian.
14Maka adalah pula suatu perkara yang sia-sia, yang jadi di atas bumi, yaitu: Adalah orang benar yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang fasik, dan adalah orang fasik yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang benar. Maka sebab itu kataku: Ini suatu perkara yang sia-sia adanya.
9Barang yang sudah ada itu juga yang akan ada; dan barang yang sudah diperbuat itu juga yang akan diperbuat; satupun tiada yang baharu di bawah langit ini.
10Adakah barang sesuatu yang dapat dikatakan orang akan halnya demikian: Tengoklah, ini suatu perkara yang baharu! bahwa ia itu sudah ada pada segala zaman yang dahulu dari pada kita.
15Bahwa orang menantikan selamat, tetapi tiada datang barang sesuatu yang baik; orang menantikan masa kesembuhan, hanya sesungguhnya adalah kekejutan.
13Maka sebab itu pada masa ini orang yang berakal itu berdiam dirinya, karena masa ini jahat adanya.
10Karena dahulu dari pada hari itu manusia tiada mendapat upah pekerjaannya dan binatangpun tiada mendatangkan hasil, dan tiadalah kesenangan bagi orang yang keluar atau masuk, dari karena musuh dan segala manusiapun mengusik seorang akan seorang.
22Maka sebab itu telah kulihat tiada yang terutama dari pada ini; manusia bersukacita akan segala pekerjaannya, karena inilah bahagiannya, maka siapa gerangan membawa akan dia ke sana, supaya dilihatnya barang yang akan jadi kemudian dari padanya?
1Bahwa adalah suatu bala yang telah kulihat di bawah langit, dan banyaklah orang yang ditimpa olehnya,
8Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib, semuanya juga sia-sia adanya!
1Perhatikanlah! Pada akhir zaman akan datang kelak suatu masa yang sukar.
13Adapun peri takut akan Tuhan, ia itu membenci akan kejahatan, akan congkak dan kemegahan dan segala jalan yang jahat; maka sebab itu bencilah aku akan mulut yang mengadakan bencana.
4Dan lagi telah kulihat bagaimana segala pekerjaan, yang dibuat dengan usaha dan yang jadi dengan selamat, itu mendatangkan kedengkian kepada orang dari pada pihak kawannya; maka ini juga suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati.
4Bahwa satu bangsa pergi, satu bangsa datang, tetapi dunia tinggal begitu juga selama-lamanya.
11Maka sebab tiada dengan segeranya hukum dikenakan kepada perbuatan yang jahat, sebab itu hati segala anak Adam selalu mengandung sarat hendak berbuat jahat.
13Maka kutentukan dalam hatiku hendak dengan akalku memeriksa dan menyelidik segala sesuatu yang diperbuat di bawah langit; maka pekerjaan yang sukar ini telah diberikan Allah kepada segala anak Adam akan bersyugul dalamnya.
12Adapun benci itu mengadakan perbantahan, tetapi pengasihan menutupi akan segala kesalahan.
36Tetapi barangsiapa yang berdosa kepadaku, ia itu bengis akan jiwanya sendiri; segala orang yang benci akan daku, ia itu mengasihi maut.
17Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.
3Maka Iapun akan menghukumkan di antara bangsa yang besar-besar dan memutuskan hukum atas beberapa bangsa yang besar dan amat jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa segala pedangnya menjadi penggali dan segala pendahannya menjadi sabit; bahwa bangsa tiada akan menghunus pedang akan melawan bangsa dan tiada lagi mereka itu belajar berperang.
4Maka Iapun akan menjadi hakim di antara segala bangsa dan memutuskan hukum bangsa yang besar-besar; mereka itu akan menempa pedang-pedangnya, diperbuatkannya penggali, dan pendahannya diperbuatkannya sabit, maka bangsa tiada lagi akan menghunus pedang hendak melawan bangsa, dan tiada lagi orang belajar perang.
5Maka pada masa itu tiada selamat bagi orang yang keluar atau bagi orang yang masuk, melainkan huru-hara besar juga di antara segala orang isi negeri-negeri ini,