Yakobus 1:6
Tetapi biarlah ia memohonkan dengan iman, dengan tiada bimbang; karena orang yang bimbang itu seumpama ombak laut, yang ditiup angin terhantar ke sana ke mari.
Tetapi biarlah ia memohonkan dengan iman, dengan tiada bimbang; karena orang yang bimbang itu seumpama ombak laut, yang ditiup angin terhantar ke sana ke mari.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
7Maka orang yang semacam itu janganlah menyangka, bahwa ia akan beroleh barang apa pun daripada Tuhan;
8ialah orang yang bercabang hatinya, tiada tetap segala jalannya.
3oleh sebab mengetahui, bahwa ujian imanmu itu mengerjakan tekun.
4Biarlah tekun itu bekerja dengan sempurnanya, supaya kamu jadi sempurna dan cukup lengkap, dan tiada berkekurangan di dalam sesuatu apa pun.
5Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
22Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Percayalah akan Allah.
23Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang akan berkata kepada gunung ini: Terangkatlah engkau dan tercampaklah ke dalam laut! Dan tiada bimbang di dalam hatinya, melainkan yakin, bahwa perkataannya jadi kelak, niscaya jadilah baginya.
24Sebab itu Aku berkata kepadamu: Barang apa yang kamu pohonkan dan pinta, jikalau kamu yakin seolah-olah sudah kamu terima, niscaya kamu akan beroleh.
23maka biarlah kita berpegang tetap atas pengakuan harap kita dengan tiada menaruh bimbang, karena Yang berjanji itu setia,
6Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.
21Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu menaruh iman dan tiada bimbang, maka bukannya sahaja kamu dapat melakukan perbuatan seperti yang dilakukan atas pohon ara ini, melainkan jikalau kamu berkata kepada bukit ini: Terangkatlah engkau dan terbuang ke dalam laut, tak dapat tiada akan jadi kelak.
22Dan barang apa pun yang kamu pinta di dalam doamu, jikalau dengan yakin, niscaya kamu akan beroleh."
30Tetapi apabila dirasainya angin ribut itu, takutlah ia; serta hampirlah ia tenggelam, berteriaklah ia, katanya, "Ya Tuhan, tolonglah hamba!"
31Maka dengan segeranya Yesus mengulurkan tangan-Nya mencapai dia sambil berkata kepadanya, "Hai engkau yang kurang percaya; apakah sebabnya bimbang hatimu?"
26Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Ia sambil melarang angin dan ombak itu; maka jadilah teduh sekali.
27Maka heranlah sekalian orang, katanya, "Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan laut pun menurut perintah-Nya?"
40Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu begitu takut? Belumkah kamu percaya?"
5Maka berkatalah rasul-rasul itu kepada Yesus, "Tambahilah iman kami!"
6Maka kata Yesus, "Jikalau kamu menaruh iman sebesar biji sesawi, maka kamu berani mengatakan pada pohon ara ini: Tercabutlah dan tertanam di laut, maka ia menurut perintahmu kelak.
29Demikian kamu ini, janganlah mencari barang apa yang hendak kamu makan, dan yang hendak kamu minum, janganlah kamu bimbang.
11Lalu kata mereka itu kepadanya: Engkau hendak kami pengapakan, supaya teduhlah laut ini bagi kami? karena makin lama makin bergelora laut itu.
12Maka sahutnya kepada mereka itu: Angkatlah olehmu akan daku, buanglah aku ke dalam laut, maka lautpun akan teduh bagi kamu, karena ketahuilah aku bahwa ribut besar ini berlaku atas kamu oleh karena aku.
13Maka orang itu berdayung-dayunglah hendak membawa kapal itu balik ke darat, tetapi tiada dapat, karena makin lama makin bergelora laut itu baginya.
17Adapun tiap-tiap anugerah yang baik dan tiap-tiap karunia yang sempurna itu dari atas, turun daripada Bapa, pohon segala penerang dari langit, maka Ialah yang tiada berubah dan tiada berbayang perubahan-Nya.
23Tetapi siapa yang makan dengan waswas, ialah terhukum, sebab bukannya beralaskan iman. Maka barang sesuatu yang tiada beralaskan iman, itu dosa.
17Tetapi kebijakan yang dari atas itu pertama-tama suci, kemudian suka berdamai, manis lakunya, seturut, penuh dengan belas kasihan dan buah-buahan yang baik, dengan tiada syak, dan dengan tiada munafik.
12Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia.
13Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, "Bahwa aku terkena pencobaan Allah," karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun;
1Adapun iman itulah percaya yang sungguh akan hal perkara-perkara yang diharapkan, dan keyakinan akan hal perkara-perkara yang tiada kelihatan.
20tetapi sebab ingat akan perjanjian Allah tiadalah ia bimbang, dengan tiada iman, melainkan ia makin dikuatkan oleh imannya, dengan mempermuliakan Allah,
6Di dalam hal ini kamu bersukacita, walaupun sementara sedikit masa, jikalau wajib, kamu menanggung duka cita di dalam berbagai-bagai pencobaan,
20Tetapi segala orang fasik itu seperti laut yang bergelora, karena tiada ia itu boleh teduh, dan airnya menimbulkan lumpur dan lanyau.
20Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Oleh sebab kurang imanmu, karena dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau kamu menaruh iman sebesar biji sesawi, maka kamu berani mengatakan pada gunung ini: Pindahlah engkau dari sini ke sana, niscaya berpindahlah ia kelak; bahkan, tiada barang sesuatu pun yang mustahil padamu.
14Maka inilah ketetapan hati kita terhadap Tuhan, yaitu jikalau kita memohonkan barang sesuatu menurut kehendak-Nya, Ia meluluskan permintaan kita.
13Siapakah di antara kamu yang bijak dan berpengetahuan? Biarlah ia menunjukkan segala perbuatannya daripada kelakuan yang baik, dengan kebijakan yang lemah lembut.
7Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu.
23Karena jikalau barang seorang menjadi orang yang mendengar pengajaran itu, tetapi tiada menurut, ialah seumpama orang yang memandang mukanya yang sebenar di dalam cermin;
12Sebab itu siapa yang menyangkakan dirinya itu tegak, hendaklah ia beringat jangan ia jatuh.
25Apabila Ia berfirman, maka didatangkan-Nya angin ribut, yang membesarkan ombak-ombaknya,
8Janganlah kamu menyerupai mereka itu; karena Bapamu mengetahui barang keperluanmu dahulu daripada kamu memohonkan daripada-Nya.
48yaitu seumpama seorang yang mendirikan sebuah rumah, dan yang menggali sehingga dalam, lalu ditaruhnya alasan di atas batu; maka apabila tiba air bah serta arus menempuh rumah itu, tiadalah dapat menggerakkan dia, karena perbuatannya kukuh.
20Hendaklah engkau mengetahui, hai orang yang sia-sia, bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong!
12Tetapi yang terutama sekali, hai saudara-saudaraku, jangan kamu bersumpah, baik demi surga baik demi bumi atau barang sumpah yang lain; melainkan biarlah "Ya" kamu di atas yang "Ya", dan "Tidak" kamu di atas yang "Tidak", supaya jangan kamu terkena hukum.
5supaya imanmu jangan bergantung kepada akal manusia, melainkan kepada kuasa Allah.
6maka ada beberapa orang yang menyimpang daripada perkara ini, lalu berpaling kepada pertuturan yang sia-sia,
4maka orang itu membesarkan diri dengan tiada mengetahui apa-apa, melainkan gila bersoal-soal dan berbalah-balah, yang mendatangkan dengki, perkelahian, berbagai-bagai umpat, sangka-sangka yang jahat,
13jikalau kita tiada setia, maka Ia tinggal setia, karena tiada boleh Ia menyangkal diri-Nya."
6Tetapi Ia mengaruniakan anugerah yang lebih banyak. Maka itulah sebabnya kata nas Alkitab: Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati.
13sebagai gelombang besar di laut, menyemburkan malunya sendiri; seperti bintang yang beredar; maka bagi segala orang itu gelap gulita sudah tersedia selama-lamanya.
36Karena tekun yang wajib bagimu, supaya setelah sudah melakukan kehendak Allah, kamu boleh memegang perjanjian itu.