Ayub 33:2
Bahwasanya aku sudah membuka mulutku, lidahku berkata-kata di bawah langitan mulutku.
Bahwasanya aku sudah membuka mulutku, lidahku berkata-kata di bawah langitan mulutku.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Maka sesungguhnya, hai Ayub, dengarlah kiranya olehmu akan kataku dan berilah telinga akan perkataanku.
3Bahwa perkataanku menyatakan kelak tulus hatiku dan segala pengetahuan bibir mulutku dengan terangnya.
20Akupun hendak berkata-kata, supaya lapanglah pula hatiku, aku hendak membuka mulutku serta menyahut.
16maka dibuka Ayub akan mulutnya dengan perkataan yang sia-sia, diperbanyakkannya perkataan dengan tiada berpengetahuan.
31Perhatikanlah ini, hai Ayub! dengarlah akan daku, diamlah, maka aku hendak berkata-kata.
32Jikalau kiranya adalah dalih padamu, sahutlah akan daku; katakanlah dia, karena sukalah aku membenarkan dikau.
15Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang yang bersalah, dan orang yang berdosapun akan bertobat kepada-Mu.
1Kemudian dari pada itu maka dibuka Ayub mulutnya, dikutukinya akan hari jadinya.
2Maka sahut Ayub, katanya:
6Dengarlah kiranya, karena indah-indahlah perkara yang kukatakan, dan pembukaan bibirku itu perkara yang amat patut.
7Bahkan, langitan mulutku bernafas kebenaran, maka kejahatan itu kebencian kepada bibirku.
2Karena mulut orang fasik dan mulut penipu telah ternganga kepadaku, diumpatnya akan daku dengan lidah bercabang.
17Bahwa mulutku lagi berseru kepada-Nya, apabila puji akan Dia telah ada di atas lidahku.
8Sesungguhnya sudah kaukatakan di hadapan pendengaranku dan sudah kudengar bunyi katamu demikian:
3Maukah engkau meniadakan hukum-Ku? maukah engkau menyalahkan Daku, supaya engkau dapat membenarkan dirimu?
4Adakah padamu lengan seperti lengan Allah? dapatkah engkau berguruh dengan bunyi suaramu seperti Allah?
5Tetapi kehendakku Allah juga berfirman dan membuka bibir mulut-Nya kepadamu,
1Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Yeduton.
6Sekarang dengarlah olehmu uzurku, dan perhatikanlah perbantahan lidahku.
9Maka oleh Tuhanpun diunjuklah tangan-Nya lalu dicecah-Nya mulutku, serta firman Tuhan kepadaku: Bahwasanya Aku membubuh firman-Ku ke dalam mulutmu.
13Maka dengan lidahku aku telah memasyhurkan segala hukum firman-Mu.
2Aku membuka mulutku hendak mengatakan misal, dan aku hendak mengeluarkan beberapa rahasia dari dahulukala,
3Ya Tuhan! taruhlah kiranya suatu penunggu di hadapan mulutku dan tunggui apalah akan pintu bibirku.
17Sebab itu, dengarlah olehmu akan perkataanku, dan berilah telinga akan tuturku.
18Lihatlah kiranya, acaraku sudah diatur; aku tahu bahwa aku akan dibenarkan kelak.
19Siapa gerangan hendak mendakwa akan daku? Jikalau kiranya sekarang aku diam, niscaya putuslah nyawaku kelak.
14yang telah dikatakan oleh lidahku dan yang keluar dari pada mulutku tatkala aku dalam hal kepicikan.
1Lalu disahut Ayub, katanya:
4bibir mulutku tiada akan mengatakan barang yang tiada benar dan lidahkupun tiada akan berkata-kata dusta!
1Maka disahut Ayub kepada Tuhan, sembahnya:
1Berilah telinga, hai segala langit! akan barang yang kukatakan; dengarlah olehmu, hai bumi! akan perkataan lidahku.
131Maka aku telah mengangakan mulutku sambil termengah-mengah dari karena rindu akan segala hukum-Mu.
1Lalu disahut Ayub, katanya:
1Lalu disahut Ayub, katanya:
3Aku membisukan diriku, sepatah katapun tiada kukatakan, dan akan perkara yang baikpun aku diam, tetapi makin bertambah-tambah dukacitaku.
1Lalu disahut Ayub, katanya:
3Baik mulia baik hina, orang kaya dan miskin, sekaliannya bersama-sama.
9Lepaskan apalah aku dari pada segala salahku dan jangan jadikan aku akan suatu kecelaan bagi orang yang bebal.
4Maka sekarangpun hendaklah kiranya Engkau mendengar, maka aku akan berkata-kata; aku hendak bertanya; hendaklah kiranya Engkau menyahuti aku.
35Bahwa adapun Ayub berkta-kata itu tiada dengan berpengetahuan, dan segala perkataannyapun tiada dengan bijaksana.
2Bahwa Roh Tuhan berkata-kata dalam aku dan kalimat-Nya adalah pada lidahku.
22Maka pada malam dahulu dari pada datang orang pelari itu adalah tangan Tuhan berlaku atasku, dan pada pagi datanglah orang itu kepadaku maka dibukakan-Nya mulutku; demikianlah mulutku terbuka sehingga tiada lagi aku kelu.
1Maka disahut Ayub, katanya:
8Bukakanlah mulutmu karena orang kelu, dan karena perkara segala anak kebinasaan.
1Maka disahut Ayub, katanya:
1Lalu disahut Ayub, katanya:
5Mulutmu sendiri menyalahkan dikau, jikalau fasih lidahmu sekalipun.
27dan hatiku membujuk aku diam-diam, dan tanganku sudah mengisyaratkan cium kepadanya,
11Maka sebab itu tiada aku mau menahankan lidahku, melainkan aku mau berkata-kata dengan kepicikan nyawaku, dan berkeluh dengan kepahitan hatiku.
5Pandanglah kepadaku, hendaklah kamu tercengang-cengang dan bertekap mulutmu.