Ayub 37:4
Kemudian datanglah gemuruh bunyi suara-Nya, iapun berguruh dengan suara-Nya yang hebat, dengan tiada berhenti kedengaranlah tagar berganti tagar.
Kemudian datanglah gemuruh bunyi suara-Nya, iapun berguruh dengan suara-Nya yang hebat, dengan tiada berhenti kedengaranlah tagar berganti tagar.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
5Allah yang berguruh dengan suara-Nya amat hebat; Iapun berbuat perkara yang besar-besar, yang tiada dapat kita ketahui.
6Bahwa Ia berfirman kepada salju: Turunlah engkau kepada bumi; disuruhkan-Nya hujan yang deras, maka jadilah hujan deras yang amat lebat.
2Dengarlah olehmu, dengarlah akan gempita bunyi suara-Nya, akan bunyi yang keluar dari pada mulut-Nya.
3Ia itu teperling kepada segala petala langit, dan terang halilintar-Nya sampai kepada segala ujung bumi.
17Bahwa segala air telah melihat Engkau, ya Allah! segala air telah melihat Engkau lalu gemetar, dan lagi segala lubukpun berkocak.
18Awan-awan yang kabus telah menuang air, dan awan-awan yang di ataspun berketar, dan lagi anak panah-Mupun sabung menyabunglah.
3Bahwa suara Tuhan berbunyilah di atas air; maka Allah yang mahamulia itu mengadakan guruh; bahwa Tuhan adalah di atas air yang besar-besar.
4Maka suara Tuhan itu dengan kuat; suara Tuhan itu dengan hebat.
16apabila dibunyikan-Nya suara-Nya maka adalah air banyak menderu di dalam langit, dan didatangkan-Nya beberapa awan-awan naik dari tepi bumi, dan diadakan-Nya halilintar dan hujan dan dikeluarkan-Nya angin dari dalam perbendaharaan-Nya.
13Apabila diberi-Nya bunyi suara-Nya, maka adalah bunyi air menderu di dalam langit, disuruh-Nya awan-awan naik dari pada ujung bumi, dijadikan-Nya kilat serta dengan hujan dan dikeluarkan-nya angin dari dalam perbendaharaan-Nya.
14Maka Tuhanpun berguruhlah dari dalam langit dan Allah taalapun memperdengarkan bunyi suara-Nya.
15Maka dilepaskan-Nya anak panahnya ke mana-mana, halilintar sabung-menyambung dilontarkan-Nya.
14Bahwasanya ini juga ujung segala jalan-Nya, hanya bunyi bisik-bisik akan halnya jua yang sampai kepada kita. Maka siapa gerangan dapat mendengar bunyi guruh kuasa-Nya?
4Halilintar-Nya menerangkan bumi; segala dunia melihat dia serta dengan gemetar.
32Dengan kedua belah tangan-Nya dipegang-Nya halilintar itu dan disuruh-Nya akan dia menyambar seteru-Nya.
33Bunyi tagar menyatakan datang-Nya dan kekejutan segala binatang itulah tanda Ia hampir akan sampai.
22apabila emas itu datang dari sebelah utara; maka pada Allah adalah kemuliaan yang hebat lagi.
23Akan Yang Mahakuasa itu maka tiada boleh kita mendapat Dia; bahwa besarlah kuasa-Nya, tiada perhinggaan adil-Nya dan kebenaran-Nya, maka tiada Ia akan menyahut!
26tatkala diberinya hukum akan hujan dan ditentukannya jalan halilintar,
7Maka oleh hardik-Mu surutlah air itu, dan dari karena bunyi guruh-Mu undurlah ia itu dengan segeranya.
12Maka dijadikan-Nya gelap itu akan perlindungan-Nya dan kegelapan air dan awan-awan di udara akan kelambu keliling-Nya.
13Dari pada cahaya hadirat-Nya melayang-layanglah segala awan-Nya dan hujan air beku dan bara api.
29Masakan orang mengerti bagaimana awan-awan itu dibentangkan dan bunyi kemahnya itu bertagar-tagar.
34Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai kepada awan-awan, sehingga suatu kelimpahan air menudungi engkau?
35Dapatkah engkau melepaskan halilintar, sehingga ia itu lalu sabung-menyabung, sambil katanya kepadamu: Kamilah hambamu!
7Maka diadakan-Nya awan-awan itu naik dari ujung bumi, dijadikan-Nya kilat serta dengan hujannya, dan dikeluarkan-Nya angin dari dalam perbendaharaan-Nya.
30Pada masa itu diperdengarkan Tuhan kelak bunyi suara-Nya yang mahamulia dan diperlihatkan-Nya lengan-Nya yang turun dengan kehangatan murka, dengan nyala api yang makan habis, dengan taufan dan air bah dan hujan air beku.
9Lalu Aku akan memuji engkau, sebab tanganmu kanan sendiri sudah menolong akan dikau.
8Bahwa diikat-Nya air itu di dalam awan-awannya, maka tiada juga awan-awan itu berpecah-pecah.
9Ditudung-Nya akan hadirat kursi-Nya, dihamparkan-Nya awan-awan di hadapan-Nya.
3maka berteriaklah ia dengan suara besar seperti bunyi singa menikas, dan tatkala ia berteriak, ketujuh guruh pun membunyikan bunyi masing-masing.
4Tatkala ketujuh guruh sudah berbunyi itu, sedang aku hendak menyuratkan, lalu aku dengar suatu suara dari langit, katanya, "Meteraikanlah barang apa yang ketujuh guruh itu sudah mengatakan dan jangan dituliskan."
8Hai api dan hujan air beku dan salju dan uap, hai angin ribut, yang melakukan firman-Nya!
14Hai Ayub! berilah telinga akan sekalian ini, bangunlah dan perhatikanlah segala perbuatan Allah yang ajaib.
15Tahukah engkau bagaimana Allah menentukan sekalian ini? apa sebab disinarkan-Nya terang itu dari dalam awan-awan-Nya?
7Maka suara Tuhan memantik api dari padanya yang bernyala-nyala.
25Siapa sudah membuka saluran bagi air hujan yang deras, dan suatu jalan bagi mata petir?
25Apabila Ia berfirman, maka didatangkan-Nya angin ribut, yang membesarkan ombak-ombaknya,
11Bahwa Iapun menghalaukan segala awan yang mengandungkan hujan, dan dicerai-beraikan-Nya segala awan yang berisi halilintar.
12Maka semuanya itu ke sana ke mari dengan perintah-Nya, supaya dilakukannya barang yang disuruh-Nya kepadanya di atas seluruh muka bumi,
11Bahwa segala tiang langit itu tergoncang-goncang dan tercengang-cenganglah oleh bunyi guruh-Nya.
12Dengan kuasa-Nya dikocakkan-Nya laut, dan dengan hikmat-Nya diteduhkan-Nya gelombangnya.
15Bahwasanya Ia menahankan air, maka semuanya kekeringanlah; Ia melepaskan dia pula, maka tanahpun dibalikkannya.
33Hai kamu, segala kerajaan yang di atas bumi! nyanyilah bagi Allah; bermazmurlah bagi Tuhan. -- Selah.
27Diangkat-Nya naik akan uap segala air yang berhimpun menjadi hujan dan kabus,
6Siapa tahan berdiri di hadapan murka-Nya; siapa dapat menderita kehangatan amarah-Nya? Geram-Nya itu seperti api melelehkan semuanya dan bukit batupun dipecah-pecahkan olehnya.
32- - -
29Apabila ia mendiamkan, siapa gerangan akan mengharukan? Apabila ia menyamarkan wajah-Nya, siapa gerangan dapat melihat Dia? baik genap sebangsa baik manusia seorang.
3Bahwa Tuhan itu panjang sabar, jikalau besar kuasa-Nya sekalipun, dan sekali-kali tiada dibilang-Nya orang yang bersalah itu suci dari pada salah. Bahwa jalan Tuhan adalah dalam puting beliung dan dalam ribut, dan segala awan itulah duli kaki-Nya.
7Yang menetapkan gunung oleh kuatnya dan yang berikat pinggang akan kuasa.