Ayub 41:7
satu berhubung dengan satu sehingga tak boleh masuk angin.
satu berhubung dengan satu sehingga tak boleh masuk angin.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Seorangpun tiada berani membangunkan dia; maka siapa gerangan dia, yang berani menghadap hadirat-Ku?
2Siapakah sudah mendahului Aku, sehingga patut Aku membalas akan dia? Segala sesuatu yang di bawah langit itulah Aku punya!
3Bahwa Aku hendak berkata lagi akan hal segala anggotanya dan kuatnya dan keelokan sikapnya.
4Siapa gerangan berani memandang pakaiannya dekat-dekat? siapakah berani menghampiri giginya yang dua berjajar?
5Siapa gerangan berani membuka pintu mukanya? bahwa hebat adalah keliling giginya.
6Belakangnya seperti langit-langit dari pada perisai, berdamping rapat-rapat seperti dimeteraikan;
8Satu lekat pada satu dan bersangkut paut sehingga tiada terceraikan.
9Bersinnya bercahayakan terang dan matanyapun seperti kelopak fajar adanya.
10Dari pada mulutnya keluarlah pedamaran, dan bunga api terbitlah dari padanya.
24Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung kecil? dapatkah engkau mengikat dia dengan tali akan permainan budak-budakmu perempuan? (40:25)dapatkah orang yang berekan menjadikan dia suatu barang dagangan? dapatkah ia dibahagi-bahagi di antara orang saudagar? (40:26)dapatkah engkau memenuhi kulitnya dengan tempuling, atau kepalanya dengan serampang? (40:27)Bubuhlah sahaja tanganmu padanya, niscaya engkau tiada berniat lagi hendak berperang dengan dia. (40:28)Bahwasanya harapnya akan putus, jikalau ia berbaring di hadapan mukanya sekalipun.
26- - -
27- - -
28- - -
29- - -
30- - -
31- - -
13Dalam tengkuknya bermalamlah kuat dan di hadapannya berjalanlah ketakutan.
14Gumpal-gumpal dagingnya lekat bersama-sama, seolah-olah dipaterikan padanya dan tiada ia tergerakkan lagi.
15Hatinya tetap bagaikan batu, tetap seperti batu kisaran yang di bawah.
39- - -
17Pokok seroja itu menaungi dia dengan bayang-bayangnya, dan kelilingnya adalah pokok teruntum.
18Jikalau sungai sebak sekalipun tiada diindahkannya; maka tiada ia takut jikalau seisi sungai Yarden masuk ke dalam mulutnya.
19Masakan dapat orang menangkap dia dengan hidupnya dalam jerat, atau mencucuk hidungnya.
23Bolehkah engkau mengejutkan dia seperti seekor belalang? Bahwa caritnya yang hebat itu mengejutkan orang.
20Karena sudah dihampakan Allah akan dia dari pada budi dan tiada dikaruniakan-Nya akal kepadanya.
4Sebab itu Aku kelak membubuh kait pada insangmu dan melekatkan kelak segala ikan sungaimu itu pada sisikmu, dan Kutarik naik akan dikau kelak dari tengah-tengah sungaimu, dan segala ikan sungaimu akan lekat pada sisikmu.
14Bagaimana boleh Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang yang menyulur dan padanya tiadalah pemerintah!
15Sehingga ditariknya naik sekalian itu dengan kail, dan dikumpulkannya dalam pukatnya dan dihimpunkannya dalam jaringnya, sementara ia bersukacita dan tamasya.
24Jikalau kiranya ia lari luput dari pada senjata besi, maka panah besi kersani kelak menerusi dia;
25ia itu akan terus tembus dari pada tubuhnya dan keluar dari pada empedunya dengan gemerlapan, maka perkara yang hebatpun akan berlaku atasnya.
8Sembunyikanlah mereka itu bersama-sama di dalam lebu, tudungilah muka mereka itu dengan bayang-bayang yang kekal.
9Lalu Aku akan memuji engkau, sebab tanganmu kanan sendiri sudah menolong akan dikau.
12Adakah aku ini laut atau ikan paus, maka engkau melingkung aku dengan tambak?
10Ditertawakannya keramaian negeri dan tiada didengarnya akan ingar orang penghalau.
11Barang yang didapati di atas bukit-bukit itulah makanannya, dicahari-caharinya barang di mana belum tumbuh rumput sehelai.
17Dan begitu boleh dihampakannya pukatnya selalu, dengan tiada tahu sayang dan dengan membunuh beberapa bangsa!
14Dan Engkau telah menghancurkan kepala buaya dan memberikan dia akan makanan bangsa yang duduk di gurun.
13Segala pemanah-Nya mengelilingi aku, Ia membelahkan buah pinggangku dengan tiada sayang, dan dicurahkannya empeduku ke bumi.
1Maka pada hari itu juga Tuhan dengan pedang-Nya yang tegar dan besar dan keras mendatangkan pembalasan atas Lewiatan, yaitu ular mamdud, dan atas Lewiatan, yaitu ular yang melingkar-lingkar, dan ular naga yang di laut itu akan dibunuh-Nya.
16Sudahkah engkau turun sampai kepada hulu asal laut; sudahkah engkau menjalani tubir lautan?
23Di belakangnya diterangkannya jalannya, dan warna muka air menjadi seperti rambut putih adanya.
11Engkau sudah berpakaikan daku dengan kulit dan daging dan sudah mereka akan daku dengan tulang-tulang dan saraf.
34Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai kepada awan-awan, sehingga suatu kelimpahan air menudungi engkau?
13Diberi-Nya masuk anak panah-Nya sampai ke dalam buah pinggangku.
12Dengan kuasa-Nya dikocakkan-Nya laut, dan dengan hikmat-Nya diteduhkan-Nya gelombangnya.
12Adakah besi yang dapat memecahkan besi dari utara, yaitu besi kersani?
23ke tempat anak panah makan terus di limpanya, dan seperti burung bersegera-segera mendapatkan jerat dan tiada diketahuinya bahwa disengajakannya matinya.
4karena anak panah Allah yang Mahakuasapun masuklah ke dalam aku, hatikupun minum bisanya; segala kegentaran dari pada Allah beratur-atur melawan aku.
4Maka anak panah orang garang yang bermata tajam dan bara panas onak adanya.
18Sudahkah engkau membentangkan langit serta-Nya, sehingga ia itu seperti cermin tuangan?