Ayub 7:6
Bahwa segala hariku lajunya terlebih dari pada torak; lenyaplah sudah sekaliannya dan tiada dapat diharap kembali.
Bahwa segala hariku lajunya terlebih dari pada torak; lenyaplah sudah sekaliannya dan tiada dapat diharap kembali.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
7Ingatlah kiranya bahwa umur hidupku senafas jua adanya; matakupun tiada kembali akan melihat selamat.
8Barangsiapa yang sudah melihat aku, ia itu tiada memandang aku pula; matamu akan mencahari aku, tetapi aku tiada lagi.
25Bahwa segala hariku sudah lalu terlebih pantasnya dari pada seorang barid; semuanya sudah terbang dengan tiada tahu melihat perkara yang baik.
26Semuanya sudah lalu seperti perahu pencalang lajunya, dan seperti burung elang yang menyambar mangsanya.
3demikianlah aku sudah beroleh pusaka kesia-siaan dan disediakan bagiku beberapa malam yang berkesukaran.
4Apabila aku berbaring maka kataku: Bila gerangan aku akan bangun? tetapi malam juga dilanjutkan dan akupun dipenatkan dengan beberapa berapa percintaan sampai kepada dini hari.
5Bahwa tubuhku berlumurkan ulat dan lebu tanah; kulit tubuhkupun terbelah-belah lagi busuk rupanya dari karena segala purunya.
10Bahwa kataku: Pada pertengahan hari hidupku aku akan berjalan ke pintu kubur; barang yang tinggal dari pada tahunku itu dikurangkan padaku.
11Kataku: Bahwa aku tiada lagi akan melihat Tuhan, yaitu Tuhan di dalam negeri orang yang hidup; tiada lagi aku akan memandang manusia serta dengan segala isi dunia.
12Umurku sudah lalu dan dipindahkan dari padaku seperti sebuah pondok orang gembala; aku sudah memutuskan hidupku selaku orang tenun, terkeratlah ia itu dari pada orang kebanyakan, sehari semalam lagi maka Engkau menghabiskan daku!
15Maka di mana gerangan pengharapanku sekarang? dan siapa gerangan dapat memperlihatkan aku pengharapan itu?
11Segala hariku sudah lalu, segala niatku sudah dibatalkan, dan segala kehendak hatikupun.
11Apa gerangan kuatku, maka aku boleh harap lagi? apakah akan ajalku, maka aku hendak melanjutkan umurku lagi?
11dari karena murka-Mu dan amarah-Mu yang amat sangat; karena Engkau telah mengangkat akan daku, lalu Engkau membuangkan daku pula.
16Jemulah aku akan semuanya; tiada aku akan hidup selama-lamanya; biarkanlah aku, karena segala hariku seperti uap jua adanya.
20Bukankah sedikit jua segala hariku? sebab itu biarkanlah aku dan tinggalkanlah aku, supaya aku lagi menyenangkan diriku sedikit,
1Bahwa nyawaku sudah rusak, segala hariku sudah dipadamkan, hanya kubur juga yang tinggal bagiku.
18Maka sebab itu kataku: Segala beraniku sudah hilang dan segala harapku pada Tuhanpun.
47Berapa lamakah, ya Tuhan! Engkau lagi menyembunyikan diri-Mu! dan kehangatan murka-Mu menghanguskan seperti api?
10Kasihankanlah akan daku, ya Tuhan! karena aku dalam kesusahan; dari karena dukacita telah terkeratlah mataku dan jiwaku dan perutkupun.
7Sebab itu mataku kabur oleh dukacita, dan segala anggotakupun seperti bayang-bayang.
5Ya Tuhan! maklumkanlah kiranya kepadaku ajalku dan ukuran umurku hidup, supaya kuketahui bagaimana fana keadaanku.
10Bahwa Ia sudah merombak aku berkeliling, sehingga aku sengajakan mati, dan ditumbangkannya harapku seperti sebatang pohon kayu.
4Bahwa manusia itu seumpama uap yang sia-sia dan umur hidupnyapun seperti bayang-bayang yang lalu.
1Adapun manusia yang diperanakkan oleh perempuan itu sedikit jua hari hidupnya dan berpuas-puas ia dengan kesukaran.
2Ia seperti bunga sekuntum baharu berkembang lalu dipetik orang; ia lenyap seperti bayang-bayang dan tiada tahan lama.
1Bahwasanya hal manusia di atas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan.
3Janganlah kiranya Engkau menyembunyikan hadirat-Mu dari padaku; cenderungkanlah telinga-Mu kepadaku pada masa kepicikanku, dan dengarlah dengan segera akan daku apabila aku berseru.
14Barang yang amat diharapnya itu akan pecah, dan segala pengharapannyapun sarang laba-laba adanya.
9Maka segala hari umur hidup kami lenyaplah oleh murka-Mu, dan kami menghabiskan segala tahun kami seperti senafas jua adanya.
7Bahwasanya segala kuatku sudah hilang, Engkau sudah membinasakan segala isi rumahku.
23apabila segala bangsa berhimpun bersama-sama dan segala kerajaanpun sefakat hendak berbuat bakti kepada Tuhan.
7Bukankah manusia itu berjalan lalu seperti bayang-bayang, bukankah mereka itu menyusahkan dirinya dengan cuma-cuma, dikumpulkannya harta bendanya, tetapi tiada diketahuinya siapa akan mengambil dia kelak?
15Perkara yang hebat mengepung aku berkeliling, kesenanganku sudah diterbangkan seperti oleh baju, dan selamatku sudah hilang seperti sebuah awan.
16Maka sebab itu sekarang nyawaku mencucurkan dirinya di dalam aku, dan hari kesukaran sudah menangkap aku.
4Maka sebab itu nyawaku diliputi dalam aku dan tercengang-cenganglah hatiku di dalam dadaku.
13Apakah pengharapanku? bahwa alam barzakh juga tempat kediaman aku; di sana, di dalam kegelapan, sudah kuhamparkan tilamku.
13Bukankah aku sunyi dari pada segala pertolongan? bukankah segala jalan selamat tersakat bagiku?
23Bahwa aku ini pergi selaku bayang-bayang pada masa sengetlah ia, dan aku dikejar sana sini seperti seekor belalang.
28Pada seorang yang seperti kayu busuk lagi rapuh dan seperti kain yang sudah dimakan gegat.
15Aku sudah mengenakan kain karung pada kulit tubuhku, aku sudah memasukkan dahiku ke dalam duli.
16Mukaku merah dari pada menangis, dan kelopak mataku ditudungi dengan bayang-bayang maut.
20yang dihancurkan antara pagi dengan petang, dan yang hilang sampai selama-lamanya dengan tiada diketahui orang.
9karena kita ini dari kemarin juga dan satupun tiada kita tahu, maka segala hari kita di atas bumi seperti bayang-bayang adanya.
3niscaya beratnya terlebih dari pada pasir di laut, maka sebab itulah perkataanku keluar dengan susah;
4Dikerutkan-Nya dagingku dan kulit tubuhku dan dipatahkan-Nya segala tulang-tulangku.
20Bahwa kemahku sudah rusak, segala alinya putus, segala anakku sudah meninggalkan daku, mereka itu tiada lagi; seorangpun tiada yang membentangkan kemahku dan yang menggantungkan kelambunya.
7Penatlah sudah aku dari pada berkeluh, sepanjang malam aku merendamkan tempat tidurku; dengan air mataku aku membasahkan katilku.
6Didudukan-Nya aku di dalam gua-gua yang gelap, seperti orang yang sudah lama mati.
1Wai bagiku! Karena adalah halku seperti kalau sudah habis pupul agung, kalau sudah habis petikan buah anggur yang terkemudian itu; sebiji buah anggur tiada lagi akan dimakan; cuma-cuma aku ingin akan buah ara yang masak!