Yesaya 38:10
Bahwa kataku: Pada pertengahan hari hidupku aku akan berjalan ke pintu kubur; barang yang tinggal dari pada tahunku itu dikurangkan padaku.
Bahwa kataku: Pada pertengahan hari hidupku aku akan berjalan ke pintu kubur; barang yang tinggal dari pada tahunku itu dikurangkan padaku.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
11Kataku: Bahwa aku tiada lagi akan melihat Tuhan, yaitu Tuhan di dalam negeri orang yang hidup; tiada lagi aku akan memandang manusia serta dengan segala isi dunia.
12Umurku sudah lalu dan dipindahkan dari padaku seperti sebuah pondok orang gembala; aku sudah memutuskan hidupku selaku orang tenun, terkeratlah ia itu dari pada orang kebanyakan, sehari semalam lagi maka Engkau menghabiskan daku!
13Jikalau aku sudah menyenangkan hatiku sampai pagi hari, maka sekarang adalah seperti singa mematahkan segala tulangku, sehari semalam lagi maka Engkau menghabiskan daku.
1Bahwa nyawaku sudah rusak, segala hariku sudah dipadamkan, hanya kubur juga yang tinggal bagiku.
23apabila segala bangsa berhimpun bersama-sama dan segala kerajaanpun sefakat hendak berbuat bakti kepada Tuhan.
24Bahwa Ia telah menindih kuatku di jalan dan umur hidupku telah disingkatkannya.
15Maka sekarang apakah hendak kukatakan? Barang yang dijanji-Nya itu telah disampaikan-Nya, maka aku akan berjalan perlahan-lahan sementara lalu segala tahunku dari karena kepahitan hatiku.
10Kasihankanlah akan daku, ya Tuhan! karena aku dalam kesusahan; dari karena dukacita telah terkeratlah mataku dan jiwaku dan perutkupun.
18Mengapa Engkau sudah mengeluarkan daku dari dalam rahim? Aduh, baiklah aku sudah putus nyawa, sehingga sebiji matapun tiada tahu melihat aku!
19Niscaya lalu adalah aku seperti belum jadi, jikalau dari pada perut ibuku aku langsung dibawa ke kubur.
20Bukankah sedikit jua segala hariku? sebab itu biarkanlah aku dan tinggalkanlah aku, supaya aku lagi menyenangkan diriku sedikit,
21yaitu dahulu dari pada aku pergi ke negeri yang gelap gulita dan yang berbayang-bayang maut, akan tiada balik kembali,
3Biarlah kiranya doaku sampai ke hadapan hadirat-Mu; berilah telinga akan seruku.
4Karena hatikupun telah puas-puas dengan kesukaran, dan nyawaku telah hampirlah kepada alam barzakh.
5Bahwa aku ini telah masuk bilangan orang yang turun ke dalam liang lahad, dan adalah halku seperti seorang yang tiada bergaya,
11Segala hariku sudah lalu, segala niatku sudah dibatalkan, dan segala kehendak hatikupun.
22Karena tahunku, yang sedikit bilangannya, itu hampir akan lalu, maka aku pergi dari pada jalan yang tiada akan kujalani kembali.
13Dengarlah kiranya akan permintaan doaku, ya Tuhan! dan berilah telinga akan seruku, dan jangan Engkau mendiami air mataku, karena akulah seorang dagang sertamu dan lagi seorang menumpang, seperti segala nenek moyangku juga. (39:14)Berilah kiranya kelepasan; berilah aku lagi merasai kesukaan dahulu dari pada aku pergi, dahulu dari pada ketidaanku.
10Ya Tuhan! segala rinduku adalah di hadapan hadirat-Mu dan pengeluhkupun tiada tersembunyi dari pada-Mu.
13Apakah pengharapanku? bahwa alam barzakh juga tempat kediaman aku; di sana, di dalam kegelapan, sudah kuhamparkan tilamku.
11dari karena murka-Mu dan amarah-Mu yang amat sangat; karena Engkau telah mengangkat akan daku, lalu Engkau membuangkan daku pula.
13Aduh, hendaklah kiranya Engkau menyembunyikan aku dalam alam barzakh dan melindungkan aku di sana, sampai sudah undur murka-Mu; hendaklah Engkau menentukan suatu perhinggaan padaku, lalu Engkau teringat akan daku pula.
14Jikalau kiranya manusia yang sudah mati itu boleh hidup pula, maka pada segala hari peperanganku aku harap juga, sampai datang ketukaranku.
17Karena kataku: Janganlah kiranya mereka itu bersukacita akan daku apabila kakiku tergelincir, dan jangan mereka itu membesarkan dirinya sebab aku.
16Jemulah aku akan semuanya; tiada aku akan hidup selama-lamanya; biarkanlah aku, karena segala hariku seperti uap jua adanya.
9Maka inilah surat puji-pujian Hizkia, raja orang Yehuda, pada masa ia sudah sakit dan iapun disembuhkan dari pada sakitnya.
4Bahwa hatiku menjadi panas dalam dadaku, ia itu membuak dan menjadi api yang bernyala; lalu dengan lidahku aku berkata demikian:
4Maka kataku: Bahwa aku sudah dibuang dari hadapan mata-Mu; kendatilah aku juga akan memandang pula kaabah kesucian-Mu.
17Sudahkah ditunjuk kepadamu segala pintu maut; sudahkah engkau melihat segala pintu bayang-bayang maut?
23Karena tahulah aku bahwa Engkau hendak membawa akan daku kepada maut, dan kepada tumpuan segala kejadian yang hidup.
3Maka tali maut telah melengkung aku dan segala hebat neraka telah berlaku atasku, dan aku merasai kesukaran dan kedukaan.
47Berapa lamakah, ya Tuhan! Engkau lagi menyembunyikan diri-Mu! dan kehangatan murka-Mu menghanguskan seperti api?
48Ingatlah kiranya bagaimana singkat umur hidupku; mengapa gerangan Engkau telah menjadikan segala anak Adam bagi yang sia-sia?
6Bahwa segala hariku lajunya terlebih dari pada torak; lenyaplah sudah sekaliannya dan tiada dapat diharap kembali.
8Barangsiapa yang sudah melihat aku, ia itu tiada memandang aku pula; matamu akan mencahari aku, tetapi aku tiada lagi.
22Segala puji bagi Tuhan, yang telah menyatakan keridlaan-Nya akan daku dengan ajaib-ajaib di dalam negeri yang berkota benteng.
18Maka sebab itu kataku: Segala beraniku sudah hilang dan segala harapku pada Tuhanpun.
22Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
6Bahwa segala lukaku telah menjadi busuk dan bernanah oleh karena bebalku.
15Bahwa aku seperti air yang tercurah, dan segala tulang-tulangkupun tercerailah, maka hatikupun seperti lilin telah hancurlah meleleh di dalam isi perutku.
6Beberapa tali neraka telah menyesakkan daku dan jerat maut telah kulihat di hadapanku.
5Beberapa ombak maut telah mengelilingi aku dan sebab orang Belial mengejutkan aku.
6Didudukan-Nya aku di dalam gua-gua yang gelap, seperti orang yang sudah lama mati.
18Sungguhpun Tuhan telah menyiksakan daku sangat, tetapi tiada diserahkan-Nya aku kepada maut.
1Bahwa penatlah diriku dari pada hidup, sebab itu aku hendak melanjutkan pengaduhku, aku hendak berkata-kata dengan kepahitan hatiku.
1Bermula, maka pada masa itu juga jatuhlah Hizkia sakit payah, hampir akan mati, maka datanglah nabi Yesaya bin Amos menghadap baginda, serta katanya: Demikian ini firman Tuhan: Berwasiatlah engkau kepada orang isi istanamu, karena engkau akan mati kelak, dan tiada hidup lagi.
18Hanya pengaduhan dapat menyedapkan aku, dan hati yang di dalam akupun tawarlah.
2Karena apakah gunanya kepadaku kuat tangan orang, yang tiada boleh sampai kepada tua umurnya,
16Bahwa aku ini dalam kesukaran dan kemati-matian mulai dari pada kecilku, dan aku menanggung segala bala-Mu, dan hatikupun putus asa.
7Sebab itu mataku kabur oleh dukacita, dan segala anggotakupun seperti bayang-bayang.