9Maka didengar Allah akan permintaan doa Manoakh, lalu Malaekat Allah itu datang pula kepada perempuan itu. Maka adalah ia duduk di bendang, tetapi Manoakh, lakinya itu, tiada sertanya.
10Maka dengan segeranya berlarilah perempuan itu memberitahu lakinya, katanya: Bahwa sesungguhnya kelihatanlah pula kepadaku orang yang telah datang kepadaku pada hari itu.
11Maka bangkitlah Manoakh berdiri, lalu mengikut bininya; setelah sampai kepada orang itu, katanya: Engkaukah orang itu, yang telah berkata-kata dengan perempuan ini? Maka sahutnya: Akulah dia.
12Maka kata Manoakh: Baiklah, biarlah jadi seperti kata-Mu itu, tetapi apa gerangan perihal kanak-kanak itu, patut dipengapakan?
13Maka sahut Malaekat Tuhan kepada Manoakh: Dari pada segala sesuatu yang telah Kukatakan kepada perempuan ini, hendaklah dipeliharakannya dirinya.
14Jangan ia makan sesuatu yang datang dari pada pokok anggur, dan jangan ia minum air anggur atau minuman yang keras dan jangan ia makan barang sesuatu yang haram; maka hendaklah diperhatikannya segala pesan-Ku kepadanya.
15Lalu kata Manoakh kepada Malaekat Tuhan: Biarkanlah kiranya kami menahankan Dikau, supaya kami sajikan seekor anak kambing di hadapan-Mu.
16Tetapi kata Malaekat Tuhan kepada Manoakh: Jikalau engkau menahankan daku sekalipun, maka tiada juga Aku akan makan dari pada makananmu, tetapi jikalau engkau hendak menyajikan apa-apa, baiklah engkau persembahkan dia kepada Tuhan akan korban bakaran. Maka tiada diketahui Manoakh akan dia Malaekat Tuhan adanya.
17Maka kata Manoakh kepada Malaekat Tuhan: Siapakah nama-Mu? supaya kami dapat mempermuliakan Dikau apabila janjimu itu sampai.
18Maka sahut Malaekat Tuhan kepadanya: Mengapa maka engkau bertanyakan nama-Ku? Ia itu Ajaib juga.
19Maka diambil Manoakh seekor anak kambing akan persembahan makanan, lalu dipersembahkannya kepada Tuhan di atas batu gunung. Maka kelakuannya orang itu amat ajaib sementara Manoakh dan bininya memandang akan dia.
20Maka sesungguhnya sementara nyala api itu naik dari mezbah ke langit, maka Malaekat Tuhanpun naik dalam nyala api dari mezbah itu. Serta dilihat Manoakh dan bininya akan hal itu, maka sujudlah keduanya dengan mukanya ke tanah.
21Maka tiada pula kelihatan Malaekat Tuhan kepada Manoakh kedua laki bini; maka baharu diketahui Manoakh akan dia Malaekat adanya.
22Maka kata Manoakh kepada bininya: Tak dapat tiada kita akan mati kelak, tegal kita sudah melihat Allah.
23Tetapi sahut bininya: Jikalau kiranya Tuhan hendak membunuh kita, niscaya tiada diterima-Nya korban bakaran dan persembahan makanan dari pada tangan kita, dan tiada diperlihatkan-Nya sekalian ini kepada kita dan tiada diperdengarkan-Nya perkara begitu kepada kita seperti sekarang ini.
24Hata, maka kemudian dari pada itu beranaklah perempuan itu laki-laki seorang, yang dinamainya Simson; maka kanak-kanak itupun makin besar dan iapun beroleh berkat dari pada Tuhan.