Ratapan 3:49
Mataku mencucurkan air mata dengan tiada berhentinya; tiadalah barang perhentian.
Mataku mencucurkan air mata dengan tiada berhentinya; tiadalah barang perhentian.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
48Air mataku berlinang-linang seperti aliran anak sungai, sebab luka puteri bangsaku.
50Sampai Tuhan memandang dan menilik dari pada sorga.
51Kuat tubuhku dihabiskan oleh menangis akan hal segala anak dara negeriku.
18Bahwa hati mereka itu menangislah kepada Tuhan: Wai pagar tembok puteri Sion! Biarlah air matamu berlinang-linang seperti anak sungai pada siang dan malam! janganlah engkau bersenang; biji matamupun jangan berhenti!
1Aduh, jikalau kiranya kepalaku dari pada air dan matakupun suatu pancaran air mata, niscaya siang malam aku akan menangisi segala orang puteri bangsaku yang telah dibunuh.
136Bahwa air mata berlinang-linang dari pada mataku seperti pancaran; sebab tiada mereka itu memeliharakan taurat-Mu.
16Maka sebab sekalian ini matakupun menangislah senantisa, air matapun berlinang-linanglah dari pada mataku, karena jauhlah dari padaku penghibur, yang boleh mempersenangkan hatiku! segala anak-anakku sudah binasa sebab musuhpun berkelebihan!
11Bahwa mataku bilis dari pada menangis, segala isi perutkupun bergeraklah, limpaku tertumpah ke bumi dari karena luka puteri bangsaku, sebab budak-budak dan anak penyusupun rebahlah pingsan pada lorong-lorong negeri.
6Karena pada tempat maut itu tiadalah barang peringatan akan Dikau, dan dalam alam barzakh itu siapakah yang memuji akan Dikau?
7Penatlah sudah aku dari pada berkeluh, sepanjang malam aku merendamkan tempat tidurku; dengan air mataku aku membasahkan katilku.
17Sebab itu katakanlah ini kepada mereka itu: Bahwa dengan tiada berkeputusan baik siang baik malam berhamburanlah air mata dari pada mataku, sebab anak dara puteri bangsaku sudah kena luka, ia itu luka parah dan kena suatu bala yang sangat pedih.
82Maka mataku merenung-renung akan perjanjian-Mu, sambil kataku: Bilakah Engkau akan menghiburkan daku?
123Bahwa kaburlah mataku dari pada merenung-renung akan selamat-Mu dan akan firman kebenaran-Mu.
9Maka tiada Engkau menyerahkan aku kepada tangan seteru, melainkan Engkau telah menjejakkan kakiku pada tempat yang luas.
10Kasihankanlah akan daku, ya Tuhan! karena aku dalam kesusahan; dari karena dukacita telah terkeratlah mataku dan jiwaku dan perutkupun.
18Supaya segera-segera diangkatnya sebiji ratap akan kami, biar air mata berlinang-linang dari pada mata kami, dan kelopak mata kamipun mengalirkan air.
20Segala taulanku membuat olok-olok akan daku, maka air mataku berlinang-linang sebab terkenangkan Allah.
16Mukaku merah dari pada menangis, dan kelopak mataku ditudungi dengan bayang-bayang maut.
3Bahwa aku sudah tenggelam dalam lumpur yang tiada terduga, di tempat tiada dapat orang bertumpu; aku telah sampai kepada air yang dalam dan air pasangpun meliputi aku.
4Maka sebab itu kataku: Biarkanlah akan daku, supaya aku menangis tersedih-sedih; janganlah kamu paksa hendak menghiburkan daku dari pada kebinasaan puteri bangsaku.
7Sebab itu mataku kabur oleh dukacita, dan segala anggotakupun seperti bayang-bayang.
24Karena adalah pengeluhku akan ganti roti dan pengaduhku akan ganti air minum.
4Apabila aku terkenangkan Allah, maka bergaduhlah aku, dan apabila aku berpikir-pikir, maka gundahlah hatiku. -- Selah.
3Bahwa jiwaku berdahaga akan Allah, akan Allah yang hidup; bilakah aku akan masuk menghadap hadirat Allah?
12Tiadakah kamu peduli, hai kamu sekalian yang lalu pada jalan? lihatlah dan pandanglah kalau ada penyakit yang sama seperti penyakitku! bagaimana aku dihabiskan dengan kesukaran oleh Tuhan pada hari kehangatan murka-Nya.
13Dari pada tempat yang tinggi telah dikirim-Nya suatu api ke dalam tulang-tulangku dan ditambahi-Nya akan dia; dibentangkan-Nya suatu jaring di hadapan kakiku, diundurkan-Nya aku ke belakang dan dijadikan-Nya aku seorang celaka yang sakit sepanjang hari.
9Maka adalah aku ini letih lesu dan luluh lantak terlalu sangat, dan aku meraung dan mengerik dari kesusahan hatiku.
10Ya Tuhan! segala rinduku adalah di hadapan hadirat-Mu dan pengeluhkupun tiada tersembunyi dari pada-Mu.
12Jikalau Engkau mengajari seorang dengan hardik oleh karena kesalahannya, maka Engkau membinasakan segala keelokannya seperti dimakan gegat; bahwasanya tiap-tiap manusia sia-sia jua adanya. -- Selah.
9Maka Engkau telah menjauhkan segala kekenalanku dari padaku, dan Engkau telah menjadikan daku suatu kebencian besar kepada mereka itu; bahwa akulah terkurung dengan tiada dapat keluar pula.
17Maka jikalau engganlah kamu mendengar akan inipun, maka hatiku akan menangis pada tempat-tempat sembunyi sebab congkakmu itu, iapun akan menangis tersedih-sedih dan air matapun akan berlinang-linang dari pada mataku, apabila kawan domba Tuhan dipindahkan dengan tertawan kelak.
4Sekali-kali tiada aku membiarkan mataku tertidur atau kelopak mataku mengantuk,
17Karena kataku: Janganlah kiranya mereka itu bersukacita akan daku apabila kakiku tergelincir, dan jangan mereka itu membesarkan dirinya sebab aku.
8Karena mataku telah menengadah kepada-Mu, ya Hua, Tuhan! dan akan Dikau juga haraplah aku; jangan apalah aku dilalaikan.
17Maka itulah sebabnya hati kami letih lesu, dan itulah sebabnya mata kamipun kaburlah!
15Bahwa selalu mataku menengadah kepada Tuhan, karena Ia juga akan mengeluarkan kakiku dari dalam jaring.
148Maka mataku mendahului segala waktu jaga pada malam, hendak memandang akan segala janji-Mu.
2Bukankah beberapa pengolok adalah sertaku? bukankah mataku bermalam dalam tengkingnya?
7Ingatlah kiranya bahwa umur hidupku senafas jua adanya; matakupun tiada kembali akan melihat selamat.
8Barangsiapa yang sudah melihat aku, ia itu tiada memandang aku pula; matamu akan mencahari aku, tetapi aku tiada lagi.
16Hai anak Adam! bahwa sesungguhnya Aku akan mengambil dari padamu kekenangan matamu oleh suatu bala, tetapi janganlah engkau meratap atau menangis atau bercucuran air matamu.
14Seperti burung layang-layang yang terbang ke sana ke mari, demikianpun mencicitlah aku; seperti burung merpati demikianpun bunyiku; mataku menengadahlah ke langit, ya Tuhan! bahwa aku disengsarakan; hendaklah kiranya Engkau menjadi penebusku.
17Karena mata-Ku juga mengamat-amati segala jalan mereka itu, tiada mereka itu terlindung dari pada hadirat-Ku, dan kejahatannyapun tiada tersembunyi dari pada mata-Ku.
18Mengapa maka sengsaraku tiada berkesudahan dan penyakitku pedih begitu, sehingga engganlah ia itu disembuhkan? Bahwa Engkaulah bagiku selaku anak sungai yang kekeringan, selaku air yang tiada tentu jalannya!
19Berapa lama tiada Engkau berpaling diri-Mu dari padaku? dan tiada Engkau membiarkan daku sampai boleh aku menelan air ludahku?
10Maka ia itu sebab tiada dikatupkannya pintu rahim yang sudah memperanakkan daku, dan tiada disembunyikannya kesukaran itu dari pada mataku.
4Maka sebab itu nyawaku diliputi dalam aku dan tercengang-cenganglah hatiku di dalam dadaku.
10Maka sebab itu mata-Kupun tiada boleh menaruh sayang dan Akupun tiada mau menaruh kasihan; melainkan perbuatannya Kubalas juga kepada kepalanya!