Amsal 12:22
Bahwa lidah bercabang itu kebencian kepada Tuhan, tetapi orang yang berlaku dengan tulus hatinya itulah kesukaannya.
Bahwa lidah bercabang itu kebencian kepada Tuhan, tetapi orang yang berlaku dengan tulus hatinya itulah kesukaannya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
20Adapun orang yang bercabang hatinya, ia itu kebencian kepada Tuhan; tetapi orang yang benar jalannya itu kesukaannya.
19Bahwa lidah yang berkata benar itu akan dikekalkan selama-lamanya, tetapi lidah pembohong itu tahan hanya sekejap mata jua.
20Bahwa tipu adalah dalam hati orang yang berniat jahat, tetapi pada orang yang membicarakan perdamaian itu adalah maksud yang baik.
21Bahwa tiada kejahatan berlaku atas orang yang benar, tetapi orang fasik itu mengandung sarat dengan kejahatan.
5Bahwa orang yang benar itu benci akan perkataan dusta, tetapi orang jahat membusukkan dan mempermalukan dirinya.
2Tolong apalah, ya Tuhan! karena kuranglah orang yang saleh dan orang yang setiawanpun telah hilang dari antara segala anak Adam.
3Mereka itu bertutur culas masing-masing dengan kawannya, dan mereka itu berkata-kata dengan lidah yang membujuk dan dengan hati yang bercabang.
7Bahkan, langitan mulutku bernafas kebenaran, maka kejahatan itu kebencian kepada bibirku.
1Bahwa neraca yang salah itu kebencian pada Tuhan, tetapi batu timbangan yang betul itulah kesukaannya.
4Orang yang hendak berbuat jahat itu mengindahkan mulut yang salah, dan seorang pembohong mencenderungkan telinganya kepada lidah bercabang.
6Bahwa orang tekebur tiada boleh berdiri di hadapan hadirat-Mu; maka Engkau benci akan segala orang yang berbuat jahat.
18Ya Tuhan! janganlah kiranya Engkau biarkan aku mendapat malu, karena aku berseru kepada-Mu; biarlah segala orang fasik itu mendapat malu; biarlah mereka itu mendiamkan dirinya dalam kubur.
17Barangsiapa yang kasih akan benar ia itu menyatakan hukum, tetapi seorang saksi dusta itu menyatakan tipu.
26Bahwa dalih-dalih orang jahat itu kebencian kepada Tuhan, tetapi perkataan dari pada kasih itulah bagi-Nya suatu persembahan yang suci.
12Hendaklah jadi suatu kebencian kepada raja membuat jahat, karena takhtanya ditetapkan dengan kebenaran.
13Bahwa lidah yang benar itulah kesukaan raja, dan dikasihinya akan orang yang mengatakan perkara yang betul-betul.
28Lidah bercabang itu sekali juga akan membenci cilaka yang telah diadakannya, dan mulut pengangkat-angkat itu kelak membinasakan dirinya sendiri.
7Barangsiapa yang menipu itu tiada akan tinggal dalam istanaku, dan orang yang berkata bohong itu tiada ditetapkan di hadapan mataku.
2Ya Tuhan! luputkan jiwaku dari pada bibir yang dusta dan dari pada lidah penipu.
13Siapakah orang yang suka hidup dan mendapati hari yang baik?
24Orang yang menaruh dengki itu pura-pura dengan mulutnya sambil mereka tipu dalam hatinya.
25Jikalau ia membujuk dengan lidahnya, janganlah percaya akan dia, karena adalah tujuh lapis benci dalam hatinya.
32Bahwa bibir orang yang benar itu suka akan perkara yang patut, tetapi mulut orang jahat itu suka akan perkara membinasakan.
5Bahkan, mereka itu menipu, masing-masing akan kawannya, karena tiada lagi mereka itu berkata benar, dibiasakannya lidahnya pada berkata dusta, dan diusahakannya dirinya dalam berbuat salah.
32Karena barangsiapa yang menyimpang kepada jalan bengkang-bengkok, ia itu kebencian kepada Tuhan, tetapi persahabatan Tuhan adalah dengan segala orang yang tulus hatinya.
25Saksi yang benar memeliharakan nyawa, tetapi saksi yang dusta itu membinasakan dia.
3Mereka itu menyukakan raja dengan segala kejahatannya dan penghulu-penghulu itu dengan dustanya.
2Orang yang berjalan dengan tulus hatinya, dan yang mengerjakan kebajikan, dan yang berkata benar dalam hatinya.
3Mengapa maka engkau bermegah-megah akan kejahatan, hai orang gagah? sesungguhnya kemurahan Allah tinggal juga kekal pada segala hari.
3Dibentangkannya lidahnya yang bohong itu seperti busur dan oleh khianatnya mereka itu merajalela di dalam negeri; bahkan, dari pada jahat mereka itu langsung kepada jahat, dan tiada dikenalnya Aku, demikianlah firman Tuhan.
12Jikalau seorang penghulu mengindahkan bohong, niscaya segala rakyatnya menjadi jahatlah kelak.
23Dua macam batu timbangan menjadi suatu kebencian kepada Tuhan dan neraca penipu itu sangat jahat.
5Barangsiapa yang tiada suka akan dusta, ia itulah saksi yang benar, tetapi orang yang bernafas bohong itulah saksi dusta adanya.
9Maka jalan orang jahatpun kebencian kepada Tuhan, tetapi Tuhan mengasihi akan orang yang menuntut kebenaran.
18Barangsiapa yang menyembunyikan dengki dengan mulut bohong dan yang memasyhurkan kabar busuk, ia itu bodoh dan jahat adanya.
4bibir mulutku tiada akan mengatakan barang yang tiada benar dan lidahkupun tiada akan berkata-kata dusta!
9Ya Tuhan, pimpinlah selalu akan daku dalam kebenaran-Mu karena sebab segala seteruku! Ratakanlah kiranya jalan-Mu di hadapanku.
7Maka mulutnya penuh dengan kutuk dan semu dan tipu daya, dan di bawah lidahnya adalah siksa dan khianat.
7Tiada patut sekali-kali seorang peloba menjanji perkara besar-besar, istimewa pula jikalau seorang bangsawan tiada menyampaikan janjinya.
2Karena kebinasaan terpancarlah dari dalam hatinya dan mulutnya berkata akan celaka belaka.
3Karena ia membujuk dirinya sendiri apabila didapati akan salahnya yang kebencian.
16Karena barangsiapa yang berbuat perkara yang demikian, ia itu kebencian kepada Tuhan, Allahmu, dan lagi segala orang yang berbuat perkara yang tiada benar.
16dan segala sesuatu yang dalam aku akan bergemar apabila engkau kelak mengatakan perkara yang betul-betul.
11Barangsiapa yang suci hatinya, ia itu dikasihi raja dan yang petah lidah, ia itulah sahabatnya.
13Bahwa orang jahat itu kena jerat oleh salah perkataannya, tetapi orang yang tiada bersalah itu akan keluar dari pada kesukaran.
9Seorang saksi dusta tiada akan terlepas dari pada hukum dan seorang yang bernafas bohong itu akan binasa kelak.
12Janganlah kiranya Engkau membunuh mereka itu, supaya jangan bangsaku melupakannya, melainkan hanyutkanlah mereka itu oleh kuasa-Mu, dan empaskanlah mereka itu, ya Tuhan, perisai kami!
27Orang yang lalim menjadi kebencian kepada orang yang benar, maka orang yang betul kelakuannya itu kebencian kepada orang jahat adanya.
11Mereka itu akan mati kelak dimakan pedang serta menjadi bahagian mangsa serigala. (63:12)Tetapi raja kelak bersukacita hatinya akan Allah; segala orang yang bersumpah setia dengan dia itu akan bermegah-megah, karena mulut orang yang mengatakan dusta itu akan dikatupkan kelak.
6Barangsiapa yang hendak mengumpulkan harta dengan lidah penipu, ia itu seperti uap yang dikejar oleh orang yang menuju maut.