Amsal 20:14

Terjemahan Lama

Tak baik, tak baik! kata orang yang empunya, tetapi setelah sudah hilang, maka dipujinya dengan tiada perhinggaan.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Pkh 1:10 : 10 Adakah barang sesuatu yang dapat dikatakan orang akan halnya demikian: Tengoklah, ini suatu perkara yang baharu! bahwa ia itu sudah ada pada segala zaman yang dahulu dari pada kita.
  • Hos 12:7-8 : 7 Maka sebab itu hendaklah engkau bertobat kepada Allahmu; peliharakanlah olehmu kebajikan dan kebenaran dan haraplah senantiasa pada Allahmu. 8 Maka Efrayim itu seorang orang Kanani, pada tangannya adalah neraca penipu, dan berbuat aniaya itulah kesukaannya.
  • 1Tes 4:6 : 6 dan jangan seorang pun melanggar hukum dan berbuat salah kepada saudaranya di dalam hal itu, karena Tuhan menjadi pembela atas segala perkara itu, seperti yang sudah kami katakan terlebih dahulu dan saksikan kepadamu.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 15Adalah emas dan beberapa banyak manikam, tetapi mulut yang berpengetahuan itu indah-indah seperti permata intan.

  • 74%

    10Barang di mana bertambah-tambah harta, di sanapun bertambah-tambah orang yang makan dia; maka apakah faedahnya kepada orang yang empunya dia, melainkan penglihatan matanya juga?

    11Bahwa tidur orang yang bekerja itu sedap, baik sedikit baik banyak makannya; tetapi kekenyangan orang kaya juga tiada membiarkan dia tidur.

  • 74%

    7Adalah orang yang membuat dirinya kaya, maka satupun tiada padanya, dan adalah pula orang yang membuat dirinya miskin, maka padanya adalah banyak harta benda.

    8Bahwa tebusan nyawa orang ia itu kekayaannya, tetapi orang miskin tiada mendengarkan nista.

  • 73%

    12Bahwa masanya sudah datang, harinya sudah sampai. Orang yang membeli janganlah bersukacita dan orang yang menjualpun janganlah dukacita hatinya, karena kehangatan amarah adalah atas milik orang sekalian.

    13Demikianpun orang yang sudah menjual tiada ia akan kembali kepada barang yang telah dijual itu, jikalau keduanya lagi hidup sekalipun; karena wahyu akan hal milik sekalian itu tak boleh ditiadakan dan masing-masing orang berkanjanglah dalam kejahatannya.

  • 72%

    13atau segala kekayaan itu hilang oleh beberapa perbuatan yang celaka, sehingga satupun tiada tinggal di dalam tangan akan bahagian anak yang telah dijadikannya.

    14Seperti dengan telanjangnya orang telah keluar dari dalam rahim ibunya, demikianpun orang kembali akan pergi seperti datangnya juga; dari pada segala perolehan usahanya tiada akan dibawanya sertanya sebanyak yang terbawa dalam genggam.

  • 14Seperti awan-awan dan angin yang tiada mengandungkan hujan setitik, demikianlah hal orang yang memegahkan dirinya dari sebab pemberian yang tiada pernah diberikannya.

  • 16Betapa uang pembelian itu pada tangan orang bodoh? Hendak ia membeli kepandaian tiada dengan akal budi!

  • 6Bahwa sesungguhnya Engkau telah menjadikan umurku setelempap jua lanjutnya, dan umurku seperti satupun tiada apa di hadapan hadirat-Mu; bahwasanya tiap-tiap orang, jikalau berdiri tetap sekalipun, maka sia-sia belaka adanya. -- Selah.

  • 19Maka demikianlah jalan barangsiapa yang loba akan barang yang haram, karena ia itu menangkap akan jiwa orang yang menaruh akan dia.

  • 13Janganlah suka tidur, asal jangan engkau kepapaanlah kelak, melainkan celikkanlah matamu, supaya kenyanglah engkau dengan makanan.

  • 71%

    23Dengan usaha yang tiada tahu malas sampailah orang kepada perkara yang besar-besar, tetapi kemegahan yang sia-sia itu satupun tiada gunanya.

    24Akan orang yang berbudi maka kekayaan juga menjadi makotanya, tetapi orang bodoh makin tinggi makin gila.

  • 71%

    1Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bercabang lidah, jikalau kaya sekalipun.

    2Amarah dengan tiada budi itu tak baik, dan orang yang berjalan terlalu pantas itu lekas jatuh.

  • 1Janganlah engkau memegahkan dirimu dari hal esok, karena tiada engkau tahu apa kelak jadi pada hari itu.

  • 11Bahwa kekayaan yang diperoleh dengan sia-sia, itu kelak akan dihabiskan, tetapi orang yang mengumpulkan dengan lelah tangannya itu akan menambahkan dia.

  • 8Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib, semuanya juga sia-sia adanya!

  • 6Barangsiapa yang hendak mengumpulkan harta dengan lidah penipu, ia itu seperti uap yang dikejar oleh orang yang menuju maut.

  • 22Orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu jahatlah matanya, tiada ia melihat kepapaan datang atasnya kelak.

  • 11Seorang kaya sangka akan dirinya pandai, tetapi orang papa yang berakal itu menyelidik akan dia.

  • 16Itukah sebabnya maka dihabiskannya segala harinya dalam kegelapan dan dirasainya banyak kesukaran dan lagi beberapa penyakit dan beberapa nafsu yang bergelora?

  • 31Janganlah ia harap akan barang sia-sia, yang menipukan dia, karena barang yang sia-siapun akan balasannya.

  • 21Jikalau pusaka pada mulanya disegerakan, maka pada akhirnya tiada ia itu keberkatan.

  • 70%

    2Bahwa sebab perangai durhaka orang jahat itu aku berkata dalam hatiku: Tiadalah barang takut akan Allah di hadapan matanya.

    3Karena ia membujuk dirinya sendiri apabila didapati akan salahnya yang kebencian.

  • 21Suatupun tiada terlepas dari pada gelojohnya, maka sebab itu selamatnya tiada akan kekal.

  • 19demikianlah peri orang yang menipu kawannya sambil katanya: Bukankah sahaya bergurau juga?

  • 15Tiada ia itu dapat dibeli, jikalau dengan emas tua sekalipun, dan harganyapun tiada dapat ditimbang dengan perak.

  • 2yaitu orang yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sehingga satupun tiada kurang padanya dari pada segala kehendak hatinya, tetapi tiada dianugerahkan Allah kepadanya kuasa akan makan dari padanya, melainkan orang lain juga makan habis akan dia. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang menyakiti hati.

  • 14Karena perniagaanya itu terlebih baik dari pada berniagakan perak dan hasilnyapun terlebih baik dari pada emas tua.

  • 21Karena jikalau diusahakan orang pekerjaannya dengan hikmat dan pengetahuan dan selamat sekalipun, tak dapat tiada ditinggalkannya juga menjadi bahagian orang yang tiada tahu mengusahakan dia; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya dan dukacita besar.

  • 20Orang yang amat setiawan adanya itu berkelimpahan berkat, tetapi orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu tiada terlepas dari pada salah.

  • 16Tetapi dengan hal yang demikian kamu memegahkan dirimu dengan jemawamu itu; maka semua kemegahan yang demikian itu jahat.

  • 11Seperti ayam hutan mengeram telur yang bukan telurnya sendiri, demikianlah hal orang yang mengumpulkan harta benda tiada dengan benarnya; pada tengah umurnya ia itu akan meninggalkan dia dan kesudahannya akan seperti kesudahan orang ahmak.

  • 7Segala kelelahan manusia itu karena mulutnya, maka tiada juga nafsunya tahu puas-puas.

  • 23Belilah akan benar dan jangan jualkan dia, atau budi, atau pengajaran, atau pengetahuan.

  • 18Ia akan mengembalikan barang yang telah diambilnya, tiada ditelannya pula; barang yang dikembalikannya itu sama dengan kekayaannya, tiada lagi hatinya bersukacita akan dia.

  • 17Kendatilah roti tipu daya itu manis rasanya, kemudian kelak mulut dipenuhi dengan batu kelikir.

  • 20Jikalau dalam rumah orang yang berbudi adalah harta benda yang indah-indah dan minyak sekalipun, maka seorang bodoh juga memboroskan dia.

  • 2Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib; kesia-siaan atas segala kesia-siaan, semuanya juga sia-sia adanya.

  • 9Karena katanya: Apa guna kepada orang, jikalau berkenan akan Allah?

  • 6Bukankah sekalian itu akan mengangkat suatu perbahasaan akan halnya dan membuat beberapa ibarat akan dia, serta katanya: Wai bagi orang yang menambah-nambahkan barang yang bukan dia punya! Berapa lama, maka adalah ia seperti orang yang menenggelamkan dirinya dalam utang.

  • 13Hai kamu yang berkata, "Bahwa hari ini atau besoknya biarlah kita pergi ke negeri anu serta menahun di situ, dan berniaga dan mencari laba";

  • 26Barangsiapa yang menahankan beras, ia itu kelak akan kena kutuk orang banyak; tetapi berkat akan turun kelak atas kepala orang yang menjual berasnya.

  • 27Makan air madu terlalu banyak itu tak baik, demikianpun menuntut hormat itu mendatangkan tanggungan berat.

  • 6Mengapa gerangan aku akan takut pada hari kesukaran, apabila jahat itu mengelilingi aku pada segala langkahku?