Amsal 6:3
Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia.
Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Hai anakku! jikalau kiranya engkau telah menjadi pengaku samamu manusia, jikalau kiranya engkau telah bertampar tangan karena orang lain;
2sesungguhnya engkau telah terjerat oleh perkataan mulutmu, dan engkau telah tertangkap oleh perkataan lidahmu.
6Janganlah engkau membesarkan dirimu di hadapan raja dan janganlah berdiri di tempat orang besar-besar,
7karena lebih baik orang berkata kepadamu: Marilah engkau, naik ke mari, dari pada engkau direndahkan orang di hadapan seorang bangsawan, yang telah kaupandang mudah akan dia.
8Jangan gopoh-gopoh engkau masuk berhukum, kalau-kalau pada akhirnya engkau tiada boleh lepas, apabila lawanmu mendatangkan malu kepadamu.
9Bicarakanlah perkaramu dengan kawanmu, tetapi jangan kaubukakan rahasia orang lain,
10supaya jangan, apabila kedengaranlah ia itu kepadanya, maka iapun membuat malu akan dikau dan perkataanmu yang keji itupun pulang kepadamu.
17Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.
18Barangsiapa yang suka berjanji dengan bertampar tangan dan menjadi pengaku kepada samanya manusia, ia itu kurang akal adanya.
4Janganlah beri matamu mengantuk atau kelopak matamu tidur;
5lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangan pemburu dan seperti burung dari pada tangan pemikat.
27Bahwasanya kamu menggali-gali lawan seorang sahabatmu.
10Janganlah kautinggal akan sahabatmu yang sahabat bapamupun dan jangan masuk rumah saudaramu pada masa kesukaranmu. Seorang sekampung yang dekat itu terlebih baik dari pada seorang saudara yang jauh.
11Hai anakku! hendaklah engkau berbudi, dan sukakanlah hatiku, supaya dapat aku memberi jawab akan orang yang mencelakan daku.
21Hendaklah engkau berdamai dengan Dia, supaya engkau selamat; maka kembali akan berlaku atasmu perkara yang baik.
24Janganlah bersahabat dengan orang pemarah, dan janganlah berjinak-jinakan dengan orang garang;
25supaya jangan engkau belajar tingkah lakunya serta memasang jerat akan jiwamu.
26Janganlah engkau masuk bilangan orang yang berjanji dengan bertampar tangan, dan yang mengaku utang orang lain.
27Kalau-kalau tiada padamu yang dibuat pembayar utang, maka diambil orang akan tilam yang di bawah tubuhmu.
25Lekaslah engkau berdamai dengan lawanmu, selagi engkau bersama-sama dengan dia di jalan; supaya jangan lawanmu itu menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim pula menyerahkan engkau kepada pegawai, lalu engkau dimasukkan ke dalam penjara.
3Berilah kiranya petaruhan; taruhlah kiranya pengaku bagimu akan daku; siapa lagi akan bertampar tangan dengan aku?
58Karena jikalau engkau pergi bersama-sama dengan lawanmu menghadap hakim, perusahakanlah dirimu sementara berjalan itu, supaya engkau terlepas daripadanya; asal jangan ia membawa engkau kepada hakim, dan hakim pula menyerahkan engkau kepada pegawai, dan pegawai itu membuang engkau ke dalam penjara.
27Janganlah engkau menahani barang dari pada orang yang empunya dia, jikalau dalam kuasa tanganmu sekalipun akan berbuat demikian.
28Janganlah engkau berkata kepada samamu manusia demikian: Pergilah engkau dan datang pula, esok hari akan kuberi, jikalau ada padamu sekarang ini.
5Tetapi serta sampailah celaka itu kepadamu sendiri, maka tewaslah engkau, serta terkenanlah ia itu kepadamu, maka engkaupun putus asa.
14Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.
17demikianpun hendaklah engkau hemat-hemat dengan kakimu berulang ke rumah sahabatmu, supaya jangan ia menjadi penat oleh sebab engkau, lalu benci akan dikau.
5Jangan lagi percaya akan sahabat, jangan lagi harap pada taulan; peliharakanlah lidahmu dari pada perempuan yang berbaring dalam ribaanmu.
15Hai anakku! janganlah engkau pergi serta mereka itu pada jalan itu dan jauhkanlah kakimu dari pada lorong-lorongnya.
24Orang yang bersahabat dengan sebarang orang, ia itu mengadakan suah akan dirinya, tetapi sahabat yang betul itu lebih bersangkut paut dari pada seorang saudara.
6Pada masa itu seorang akan memegang seorang saudaranya dalam rumah bapanya, serta katanya: Padamu adalah sehelai baju, jadilah kiranya engkau penghulu kami, hendaklah engkau menahankan kerobohan ini.
23Atau lepaskanlah aku dari pada tangan si penganiaya, tebuslah aku dari pada tangan orang lalim?
6Mulutmu juga yang menghukumkan dikau, bukannya aku, dan bibir mulutmupun naik saksi atasmu.
18Jangan engkau harap menangkiskan murka-Nya dengan persembahan; jangan engkau ditipu oleh sangkamu dapat berlepas dirimu oleh tebusan yang besar.
22Apabila engkau berjalan-jalan, maka iapun kelak memimpin akan dikau, apabila engkau berbaring tidur, maka iapun kelak menunggui akan dikau, dan apabila engkau jaga dari pada tidurmu, maka iapun akan berkata-kata dengan dikau.
11demikianlah kepapaanmu akan datang kelak atasmu seperti seorang penyamun, dan kekuranganmu seperti seorang yang bersenjata lakunya.
32Jikalau kiranya engkau telah membuat perkara yang bodoh sebab membesarkan dirimu, atau telah berpikir jahat, maka hendaklah engkau bertekap mulut;
29Jikalau direndahkan orang maka katamu: Baiklah ditinggikan, lalu mata yang tunduk itu akan menengadah kepada keluasan.
6Sebab itu hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya;
17Besi menajamkan besi, demikianpun orang menajamkan akal orang.
6Maka jikalau kiranya saudaramu yang seibu dengan dikau, atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau bini yang diribaanmu, atau sahabatmu yang kekasih hatimu itu membujuk akan kamu sembuni-sembuni, katanya: Mari kita pergi berbuat bakti kepada dewa-dewa yang tiada dikenal oleh kamu atau oleh nenek moyangmupun tidak,
6Karena seperti kebanyakan mimpi itu sia-sialah adanya, demikianpun kebanyakan perkataan; melainkan hendaklah engkau takut akan Allah.
9Supaya jangan engkau menyerahkan kemuliaanmu kepada orang lain dan umur hidupmu kepada orang yang bengis;
6karena seorang sahabatku singgah dari perjalanannya kepadaku, maka suatu pun tiada padaku, yang hendak kujamukan dia.
4Karena demikian engkau kelak beroleh karunia dan keridlaan, baik dari pada pihak Allah baik dari pada pihak manusia.
2Biarlah orang lain memuji engkau, jangan mulutmu sendiri; biarlah orang yang tiada kekenalan, dan jangan lidahmu sendiri.
23Lalu engkau menjalani jalanmu dengan selamat dan kakimupun tiada akan terantuk.
30Janganlah dengan tiada semena-mena engkau berbantah-bantah dengan orang yang tiada berbuat jahat akan dikau.
13Sesungguhnya bukan seteru adanya yang menghinakan daku, jikalau demikian bolehlah aku menyabarkan dia, dan bukannya orang pembenci yang berbangkit melawan aku, jikalau kiranya demikian bolehlah aku menyembunyikan diriku dari padanya.