Amsal 27:10
Janganlah kautinggal akan sahabatmu yang sahabat bapamupun dan jangan masuk rumah saudaramu pada masa kesukaranmu. Seorang sekampung yang dekat itu terlebih baik dari pada seorang saudara yang jauh.
Janganlah kautinggal akan sahabatmu yang sahabat bapamupun dan jangan masuk rumah saudaramu pada masa kesukaranmu. Seorang sekampung yang dekat itu terlebih baik dari pada seorang saudara yang jauh.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
9Minyak harum dan bau-bauan menggemari hati orang, demikianpun kemanisan sahabat dari karena nasihat hatinya.
17Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.
18Barangsiapa yang suka berjanji dengan bertampar tangan dan menjadi pengaku kepada samanya manusia, ia itu kurang akal adanya.
24Orang yang bersahabat dengan sebarang orang, ia itu mengadakan suah akan dirinya, tetapi sahabat yang betul itu lebih bersangkut paut dari pada seorang saudara.
5Jangan lagi percaya akan sahabat, jangan lagi harap pada taulan; peliharakanlah lidahmu dari pada perempuan yang berbaring dalam ribaanmu.
6Karena anak laki-laki menghinakan bapanya, dan anak perempuan mendurhaka kepada ibunya dan menantu perempuanpun kepada mentuanya perempuan, dan orang isi rumahnya juga menjadi seterunya.
3Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia.
17demikianpun hendaklah engkau hemat-hemat dengan kakimu berulang ke rumah sahabatmu, supaya jangan ia menjadi penat oleh sebab engkau, lalu benci akan dikau.
11Hai anakku! hendaklah engkau berbudi, dan sukakanlah hatiku, supaya dapat aku memberi jawab akan orang yang mencelakan daku.
6Karena lagi segala saudaramu dan segala orang isi rumah bapamupun, bahkan, mereka itu sekalian berbuat khianat akan dikau, mereka itupun berseru-seru di belakang engkau: Sudah penuh sukatannya! Jangan engkau percaya, apabila mereka itu berkata-kata manis dengan dikau.
8Jangan gopoh-gopoh engkau masuk berhukum, kalau-kalau pada akhirnya engkau tiada boleh lepas, apabila lawanmu mendatangkan malu kepadamu.
9Bicarakanlah perkaramu dengan kawanmu, tetapi jangan kaubukakan rahasia orang lain,
4Bahwa kekayaan memperbanyakkan sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan oleh sahabat yang ada padanya.
15Hai anakku! janganlah engkau pergi serta mereka itu pada jalan itu dan jauhkanlah kakimu dari pada lorong-lorongnya.
14Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.
24Janganlah bersahabat dengan orang pemarah, dan janganlah berjinak-jinakan dengan orang garang;
25supaya jangan engkau belajar tingkah lakunya serta memasang jerat akan jiwamu.
7Bahwa seorang miskin dibenci jikalau oleh saudara-saudaranya sekalipun, istimewa pula segala sahabatnya akan menjauhkan dirinya dari padanya. Maka ia mengejar akan mereka itu dengan katanya, tetapi tiada diindahkannya.
20Barangsiapa yang menjadi miskin, ia itu dibenci jikalau oleh sahabatnya sekalipun, tetapi banyaklah segala sahabat orang kaya.
4Peliharakanlah dirimu masing-masing dari pada sahabatnya dan janganlah kamu harap pada barang seorang suadara, karena saudara memperdayakan saudara dan sahabat mengumpat sahabat.
1Hai anakku! jikalau kiranya engkau telah menjadi pengaku samamu manusia, jikalau kiranya engkau telah bertampar tangan karena orang lain;
12Sekali-kali tiada patut engkau melihat-lihat sahaja pada hari saudaramu, pada hari celakanya! sekali-kali tiada patut engkau bersukacita akan hal bani Yehuda pada masa kebinasaannya, dan sekali-kali tiada patut engkau membesarkan mulutmu pada hari kepicikannya.
13Sekali-kali tiada patut engkau sudah masuk dari pada pintu gerbang umat-Ku pada hari kebinasaannya; sekali-kali tiada patut engkau, bahkan, engkau sudah melihat-lihat kepada jahatnya pada hari kerusakannya atau engkau mendatangkan tanganmu kepada harta bendanya pada hari kebinasaannya.
14Sekali-kali tiada patut engkau sudah berdiri pada simpangan jalan akan menumpas segala orangnya yang lari berlepas dirinya; dan engkau sudah menyerahkan orangnya yang luput pada hari kepicikannya.
27Bahwasanya kamu menggali-gali lawan seorang sahabatmu.
27Janganlah engkau menahani barang dari pada orang yang empunya dia, jikalau dalam kuasa tanganmu sekalipun akan berbuat demikian.
28Janganlah engkau berkata kepada samamu manusia demikian: Pergilah engkau dan datang pula, esok hari akan kuberi, jikalau ada padamu sekarang ini.
29Janganlah engkau mengupayakan jahat akan samamu manusia, sedang ia duduk sertamu dengan percayanya.
17Besi menajamkan besi, demikianpun orang menajamkan akal orang.
10Janganlah pindahkan tanda perhinggaan yang lama itu, dan jangan masuk ke dalam bendang anak-anak piatu;
6Maka jikalau kiranya saudaramu yang seibu dengan dikau, atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau bini yang diribaanmu, atau sahabatmu yang kekasih hatimu itu membujuk akan kamu sembuni-sembuni, katanya: Mari kita pergi berbuat bakti kepada dewa-dewa yang tiada dikenal oleh kamu atau oleh nenek moyangmupun tidak,
7dari pada dewa-dewa segala bangsa yang duduk keliling kamu, baik hampir baik jauh, dari pada ujung bumi kepada ujung bumi yang lain,
13Segala saudaraku sudah dijauhkan-Nya dari padaku; sesungguhnya segala kekenalanku sudah menjadi bagiku seperti orang keluaran.
14Segala kaum keluargaku sudah meninggalkan daku dan segala taulankupun sudah melupakan daku.
6Jikalau dipalu oleh sahabat, ia itulah tanda setia, tetapi cium seteru patut ditangkiskan dengan doa.
2Biarlah orang lain memuji engkau, jangan mulutmu sendiri; biarlah orang yang tiada kekenalan, dan jangan lidahmu sendiri.
17Jangan engkau bersukacita apabila jatuh seterumu, dan jangan hatimu bergemar apabila terantuklah ia.
6Pada masa itu seorang akan memegang seorang saudaranya dalam rumah bapanya, serta katanya: Padamu adalah sehelai baju, jadilah kiranya engkau penghulu kami, hendaklah engkau menahankan kerobohan ini.
11Bahwa hatiku berdebar dengan tiada berhentinya dan kuatkupun telah hilang dari padaku, maka cahaya mataku dan mataku sendiripun telah padamlah.
20Hai anakku! peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu.
2Maka jikalau saudaramu itu tiada hampir kepadamu atau tiada engkau kenal akan dia, maka hendaklah engkau mengumpulkan binatang itu ke dalam kandangmu, supaya ia itu tinggal sertamu sampai saudaramu bertanya akan dia dan engkaupun boleh memulangkan dia kepadanya.
14Orang yang memuji sahabatnya dengan nyaring suaranya sambil bangun pagi-pagi, maka ia itu dapat dibilangkan baginya akan laknat.
17Biarlah ia menjadi engkau seorang jua punya dan jangan orang lain empunya dia sertamu.
21Hendaklah engkau berdamai dengan Dia, supaya engkau selamat; maka kembali akan berlaku atasmu perkara yang baik.
36dan orang yang serumahnya masing-masing akan menjadi seterunya.
27Maka adapun orang Lewi, yang duduk sebelah dalam pintu gerbangmu itu, sekali-kali jangan kamu menolak akan dia, karena tiada ia beroleh bahagian atau pusaka serta dengan kamu.
4Katakanlah kepada hikmat; Engkaulah saudaraku! dan panggillah akan akal budi itu taulanmu,
13Sesungguhnya bukan seteru adanya yang menghinakan daku, jikalau demikian bolehlah aku menyabarkan dia, dan bukannya orang pembenci yang berbangkit melawan aku, jikalau kiranya demikian bolehlah aku menyembunyikan diriku dari padanya.