Ayub 6:14
Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.
Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
13Bukankah aku sunyi dari pada segala pertolongan? bukankah segala jalan selamat tersakat bagiku?
21Kasihankanlah kiranya akan daku, bahkan, kasihankanlah kiranya akan daku, hai segala sahabatku! karena tangan Allah juga sudah menjamah aku.
13Segala saudaraku sudah dijauhkan-Nya dari padaku; sesungguhnya segala kekenalanku sudah menjadi bagiku seperti orang keluaran.
14Segala kaum keluargaku sudah meninggalkan daku dan segala taulankupun sudah melupakan daku.
27Bahwasanya kamu menggali-gali lawan seorang sahabatmu.
10Hanya penghiburan ini jua yang tinggal padaku, dan ia itu menjadi kesukaanku dalam kesukaran ini, jikalau tiada ia sayang akan daku, maka tiada pernah aku mungkir hukum Yang Mahasuci!
20Segala taulanku membuat olok-olok akan daku, maka air mataku berlinang-linang sebab terkenangkan Allah.
21Supaya diputuskannya sendiri perkaraku dengan Allah, seperti perkara seorang manusia dengan samanya manusia.
3Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia.
14Maka kelakuanku seolah-olah karena seorang saudaraku atau sahabatku dan aku tunduk berpakaikan serba hitam seolah-olah berkabung akan seorang ibu.
15Tetapi pada masa aku pincang, mereka itu bersukacita dan berhimpunlah dengan sefakat, hendak melukai aku, maka tiada aku mengetahuinya, serta dicarik-cariknya akan daku dan tiada mereka itu diam.
24Hai kamu sekalian yang takut akan Tuhan, pujilah akan Dia; hai segala bani Yakub, muliakanlah Dia, serta hormatilah akan Dia, hai segala bani Israel!
7Bahwa seorang miskin dibenci jikalau oleh saudara-saudaranya sekalipun, istimewa pula segala sahabatnya akan menjauhkan dirinya dari padanya. Maka ia mengejar akan mereka itu dengan katanya, tetapi tiada diindahkannya.
4Bahkan, engkau meniadakan takut akan Allah, dan engkaupun mengurangkan hormat akan Allah.
15Tetapi dilepaskan Allah akan orang yang teraniaya dari pada kesukarannya, apabila sudah dibukakan-Nya telinga mereka itu oleh siksa.
16Palingkanlah kiranya diri-Mu kepadaku dan sayangkanlah aku, karena aku dalam kesunyian dan kesukaran.
17Bahwa sesungguhnya berbahagialah kiranya orang yang diajar oleh Allah, sebab itu janganlah engkau mengejikan sesah pengajaran Allah yang Mahakuasa itu;
10Janganlah kautinggal akan sahabatmu yang sahabat bapamupun dan jangan masuk rumah saudaramu pada masa kesukaranmu. Seorang sekampung yang dekat itu terlebih baik dari pada seorang saudara yang jauh.
15Bahwa saudara-saudaraku itu khianatlah adanya seperti anak sungai, seperti anak-anak sungai yang air bahnya meliputi tebingnya;
11Segala penghiburan Allah kecilkah bagimu? dan segala perkataan manis-manispun yang kami katakan kepadamu?
20Barangsiapa yang menjadi miskin, ia itu dibenci jikalau oleh sahabatnya sekalipun, tetapi banyaklah segala sahabat orang kaya.
21Barangsiapa yang mencelakan kawannya, ia itu berbuat dosa besar, tetapi yang tetap kasihnya akan dia dalam hal kerendahannya, ia itu beroleh berkat selamat.
17Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.
18Barangsiapa yang suka berjanji dengan bertampar tangan dan menjadi pengaku kepada samanya manusia, ia itu kurang akal adanya.
25Bukankah aku sudah menangis akan orang yang mendapat hari kesukaran? bukankah hatiku sudah bercintakan orang celaka?
11Bahwa hatiku berdebar dengan tiada berhentinya dan kuatkupun telah hilang dari padaku, maka cahaya mataku dan mataku sendiripun telah padamlah.
16Sebab tiada pernah ia ingat hendak berbuat kebajikan, melainkan dikejarnya akan orang yang papa dan miskin, dan akan orang yang hancur hatinyapun, hendak membunuh dia.
24Orang yang bersahabat dengan sebarang orang, ia itu mengadakan suah akan dirinya, tetapi sahabat yang betul itu lebih bersangkut paut dari pada seorang saudara.
6Bukankah takutmu akan Allah itulah pengharapanmu? bukankah kebenaran jalanmu itulah amanatmu?
16Karena Allah sudah menghancurkan hatiku, dan Yang Mahakuasa sudah menggentarkan aku.
10Jikalau pada masa kesukaran tawarlah hatimu, maka kuasamupun akan lemah adanya.
19Segala taulan, tempat telah kutaruh rahasiaku, itu jemu akan daku, dan orang yang kukasihi itu sudah terbalik melawan aku.
3Maka Engkau membuka mata akan memandang kepada orang yang begitu dan Engkau memanggil aku akan berhukum serta-Mu!
31Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu mencela akan Tuhan, yang telah menjadikan dia, tetapi orang yang mangsihankan dia, ia itu menghormat akan Tuhan.
12Dalamnya itu telaga barang kebencian; tipu daya dan khianatpun tiada undur dari pada lorong-lorongnya.
20Bahwa Engkau juga mengetahui kecelaanku dan maluku dan kehinaanku, maka segala orang yang menyesakkan daku itu adalah di hadapan-Mu.
9Bolehkah Allah mendengar akan teriaknya apabila datang kepicikan atasnya?
8Jikalau kiranya mereka itu terikat dengan rantai dan terbelenggu dalam kesukaran,
5Barangsiapa yang menipu sahabatnya, maka mata anak-anaknyapun akan jadi kabur.
11Katanya: Bahwa ia sudah ditinggalkan oleh Allah, kejarlah dan tangkaplah akan dia, karena tiadalah pembantunya.
9Perempuan janda sudah kausuruh pergi dengan hampanya, dan lengan anak piatu sudah kauhancurkan.
14Sesungguhnya Engkau melihat dia! Bahkan, Engkau melihat segala susah dan kesukaran itu; Engkau akan mengambil dia kepada hatimu; kepadamu juga orang miskin menaruhkan dirinya, karena Engkau memang penolong anak piatu.
1Hai anakku! jikalau kiranya engkau telah menjadi pengaku samamu manusia, jikalau kiranya engkau telah bertampar tangan karena orang lain;
10Sebab itu, hai kamu orang yang berakal! dengarlah olehmu akan daku: Bahwa amat jauhlah Allah dari pada lalim, dan Yang Mahakuasa dari pada kurang adil!
13Bahwa Allah tiada akan menegahkan murka-Nya; di bawah-Nya tertunduklah segala pembantu yang congkak.
9Janganlah kiranya Engkau membuang aku pada masa tuaku; janganlah tinggalkan daku apabila hilanglah kuatku.
5Jikalau engkau kembali kepada Allah dengan sungguh dan engkau meminta kasihan dari pada Yang Mahakuasa,
11Maka iapun berkata dalam hatinya: bahwa Allah lupa akan dia, ditudungi-Nya wajah-Nya, tiada dilihatnya sampai selama-lamanya.
16Jikalau kiranya sudah kuenggankan barang yang dikehendaki oleh orang miskin, jikalau aku sudah meletihkan mata janda perempuan;
18Baiklah berpaut kepada satu, dan jangan lepaskan satunya dari pada tangan, karena barangsiapa yang takut akan Allah, ia itu luput dari pada sekalian itu.