Ayub 12:13
Dengan Dia adalah hikmat dan kuasa dan padanya adalah bicara dan akal.
Dengan Dia adalah hikmat dan kuasa dan padanya adalah bicara dan akal.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
12Hikmat patut dicahari kepada orang tua-tua dan akal budi kepada yang banyak umurnya.
14Bahwasanya Ia yang merobohkan, maka tiada ia itu dibangunkan pula; adapun orang yang dikurungkan oleh-Nya, seorang juapun tiada dapat melepaskan dia.
15Bahwasanya Ia menahankan air, maka semuanya kekeringanlah; Ia melepaskan dia pula, maka tanahpun dibalikkannya.
16Pada-Nya adalah kuat dan kebijaksanaan; kepada-Nya juga bergantung orang sesat dan yang menyesatkan.
17Akan menteri-menteri dibawa-Nya dengan tertangkap dan hakim-hakimpun dipergilakan-Nya.
14Bahwa serta dengan aku adalah bicara yang baik dan ketetapan; aku inilah akal budi dan perkasa.
12Tetapi adapun hikmat itu, di mana gerangan boleh didapati akan dia? di mana gerangan tempat akal budi?
6Karena Tuhan juga yang mengaruniakan hikmat, dan dari pada firman-Nya datanglah pengetahuan dan akal.
13Siapa gerangan sudah mengukur Roh Tuhan dan siapa menterinya yang mengajarkan Dia!
14Dengan siapa gerangan Ia sudah berbicara akan beroleh pengajaran, supaya diajarkan kepada-Nya jalan kebenaran, supaya diajarkannya kepada-Nya barang ilmu atau diberitahunya kepada-Nya jalan akal budi?
4Ialah amat bijaksana dan besarlah kuasanya; siapa gerangan sudah menegarkan dirinya lawan Dia serta berselamat?
12Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya, dan yang sudah melengkap semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya.
3Bahwasanya akupun berakal seperti kamu juga; tiada aku tewas olehmu; siapa gerangan tiada tahu barang yang sebagainya?
15Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya dan yang sudah mengadakan semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya;
20Maka dari mana gerangan datangnya hikmat itu? dan di mana gerangan tempat akal budi?
30Tak adalah hikmat, tak adalah akal, tak adalah bicara akan melawan Tuhan!
19Bahwa orang alim dikuatkan oleh hikmat terlebih dari pada kota benteng dikuatkan oleh sepuluh orang panglima perang.
8Tetapi sesungguhnya Roh juga, yang di dalam manusia, dan ilham Yang Mahakuasa itulah yang memberi akal!
9Bukannya orang yang banyak tahunnya itu bijaksana juga, bukannya orang yang tua-tua itu mengerti juga barang yang benar.
19Bahwa dengan hikmatpun Tuhan telah mengalaskan bumi, dan dengan pengetahuan telah dilengkapkannya segala langit.
12Bahwa aku ini, Hikmat, adalah duduk bersama-sama dengan akal tajam, dan aku telah mendapat segala pengetahuan dan kepandaian.
13Sebab itu janganlah katamu: Bahwa kami sudah mendapat hikmat; Allah juga yang menolak akan dia, bukan manusia.
36Siapakah sudah menaruh hikmat di dalam batin orang manusia, dan siapa gerangan sudah mengaruniakan akal budi dalam hatinya?
21Ia mengubahkan segala masa dan hal, Ia juga yang memecatkan raja dan Iapun mengangkat akan raja, Ia juga yang memberi hikmat kepada orang alim dan pengetahuan kepada orang yang berakal.
22Ia juga yang menyatakan perkara yang dalam-dalam dan yang tersembunyi, Ia juga amat mengetahui barang yang di dalam gelap dan serta-Nyapun adalah duduk terang.
20Dilalukan-Nya fasihat dari pada mulut orang yang bersentosa, dan dijauhkan-Nya bicara dari pada orang tua-tua.
21Dicurahkan-Nya kehinaan atas orang bangsawan, dikendorkan-Nya pengikat pinggang orang gagah.
22Perkara yang dalam-dalam diterbitkan-Nya dari pada kegelapan, dan bayang-bayang maut didatangkan-Nya kepada terang.
28Tetapi kepada manusia adalah firman-Nya: Bahwa takut akan Tuhan itulah hikmat adanya, dan menjauhkan diri dari pada jahat itulah akal budi.
5Hanya orang yang bijaksana itulah kuat dan orang yang berpengetahuan itulah gagah, sehingga tiada ia teralahkan.
13Bukankah aku sunyi dari pada segala pertolongan? bukankah segala jalan selamat tersakat bagiku?
23Bahwa Allah juga yang mengerti jalannya dan yang mengetahui tempatnya.
3Siapakah dia yang telah menyembunyikan bicara dengan tiada berpengetahuan? Bahwa sesungguhnya aku sudah berkata-kata akan barang yang tiada aku mengerti, dan akan barang yang telalu ajaib bagiku dan yang tiada kuketahui.
12Dengan kuasa-Nya dikocakkan-Nya laut, dan dengan hikmat-Nya diteduhkan-Nya gelombangnya.
5Bahwa besarlah Allah, maka tiada juga ditolak-Nya akan seorang juapun; adapun Ia besar itu oleh kuasa hikmat-Nya.
13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, dan manusia yang mendapat pengetahuan.
22Orang yang berkuasapun disentaknya oleh kuatnya, maka apabila ia bangkit berdiri seorangpun tiada yang tentu hidupnya.
3Bagaimana engkau sudah memberi nasehat kepada orang yang kurang akal, dan sudah menyatakan kelimpahan hikmat?
33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.
8Engkaukah sudah mendengar rahasia Allah dan sudah menarik segala hikmat kepada dirimu.
6Masakan Ia berbantah-bantah dengan aku sekadar kebesaran kuasa-Nya. Bukan; melainkan Ia akan memandang kepadaku kelak.
7Adapun hikmat itu terutamalah adanya; maka sebab itu tuntutlah akan hikmat dan tuntutlah akan pengetahuan akan ganti segala sesuatu yang padamu.
5Bahwa besarlah Tuhan kita dan banyaklah kuatnya, dan pada hikmat-Nyapun tiada barang bilangan.
16Jikalau kiranya adalah akal padamu dengarlah ini, berilah telinga akan bunyi perkataanku.
19Masakan dapat orang menangkap dia dengan hidupnya dalam jerat, atau mencucuk hidungnya.
31maka dipenuhi oleh Roh Allah akan dia dengan akal budi dan kepandaian, yaitu dalam segala pekerjaan tangan,
6dan diberinya tahu kepadamu segala rahasia hikmat-Nya, sebab berlapis-lapis adanya, maka diketahuilah olehmu kelak, bahwa karena sebab engkau juga dilupakan Allah kesalahanmu.
2akan mengetahui pengajaran hikmat dan akan mengerti syarat budi.
2Siapakah dia, yang menggelapkan bicara dengan perkataan yang tiada disertai pengetahuan?
10Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat dan pengetahuan orang suci itulah akal budi.