Amsal 3:19
Bahwa dengan hikmatpun Tuhan telah mengalaskan bumi, dan dengan pengetahuan telah dilengkapkannya segala langit.
Bahwa dengan hikmatpun Tuhan telah mengalaskan bumi, dan dengan pengetahuan telah dilengkapkannya segala langit.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
15Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya dan yang sudah mengadakan semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya;
12Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya, dan yang sudah melengkap semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya.
20Maka oleh budinya segala laut telah bergelombang dan segala awanpun menurunkan embun.
3Bahwa dengan hikmat boleh sebuah rumah dibangunkan dan dengan akal budi ia itu diteguhkan;
4maka dengan pengetahuan bilik-biliknyapun dipenuhi dengan harta benda yang indah-indah dan sedap.
5Akan Dia, yang telah menjadikan segala petala langit itu oleh hikmat-Nya, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.
5maka engkau kelak mengerti hal takut akan Tuhan serta mendapat pengetahuan akan Allah.
6Karena Tuhan juga yang mengaruniakan hikmat, dan dari pada firman-Nya datanglah pengetahuan dan akal.
10Dan lagi: Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini, dan langit itu pun perbuatan tangan-Mu;
11Maka Engkau sudah membinasakan Rahab seperti seorang yang telah luka, dan Engkau telah memecahkan segala musuh-Mu dengan lengan kodrat-Mu.
2Karena telah dialaskan-Nya di atas laut dan diteguhkan-Nya di atas sungai besar.
13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, dan manusia yang mendapat pengetahuan.
13Dengan Dia adalah hikmat dan kuasa dan padanya adalah bicara dan akal.
26Sebelum lagi bumi itu dijadikan, atau padang atau lebu tanah.
27Tatkala dilengkapkan-Nya segala langit aku telah ada, tatkala disipatkan-Nya bulatan di atas muka tubir.
28Tatkala ditentukan-Nya awan-awan di atas dan tatkala diteguhkan-Nya segala mata air di lubuk.
29Tatkala ditentukan-Nya segala perhinggaan laut, supaya airnya jangan melalui hukum-Nya; tatkala ditetapkan-Nya segala bumi ini,
1Mazmur Daud bagi biduan besar.
25Maka sembahku: Ya Allahku! jangan apalah Engkau menyingkapkan daku pada pertengahan umur hidupku; maka segala tahun-Mu itu dari pada zaman datang kepada zaman.
1Bahwa Hikmat itu telah membangunkan rumahnya, dan dihiasinya dengan tujuh batang tiang yang terpahat.
4Di manakah engkau tatkala Aku mengalaskan bumi? Berilah tahu itu jikalau kiranya cukup akalmu.
5Siapa sudah menentukan ukurannya? karena engkau mengetahuinya! atau siapa sudah membentangkan tali sipat di atasnya?
6Berapa dalam masuklah tiang-tiangnya? Siapa gerangan sudah membubuh batu penjurunya,
6Dengan firman Tuhan telah jadi segala langit, dan segala tentara-Nyapun telah jadi dengan hawa mulut-Nya.
10Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat dan pengetahuan orang suci itulah akal budi.
12Tetapi adapun hikmat itu, di mana gerangan boleh didapati akan dia? di mana gerangan tempat akal budi?
17Maka ditaruh Allah akan dia dalam bentangan langit akan memberi terang di atas bumi,
19Karena hikmat dunia ini menjadi kebodohan kepada Allah. Karena adalah tersurat: Bahwa Tuhan menangkap orang yang berhikmat itu di dalam cerdik orang itu sendiri.
5Maka telah dialaskan-Nya bumi di atas alasannya, sehingga tiada boleh ia bergerak sampai selama-lamanya.
14Bahwa serta dengan aku adalah bicara yang baik dan ketetapan; aku inilah akal budi dan perkasa.
21Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepadamu dari pada mula asal? Tiadakah kamu ingat akan segala alas bumi?
5Karena dengan sengaja mereka itu melupakan yang sebenarnya sudah ada segala langit dari dahulu kala, dan bumi pun dijadikan daripada air di tengah-tengah air oleh firman Allah.
12Bahwa aku ini, Hikmat, adalah duduk bersama-sama dengan akal tajam, dan aku telah mendapat segala pengetahuan dan kepandaian.
27tatkala itu dipandangnya akan dia dan dinyatakannya ia, dibubuhnya akan alasnya dan diselidiknya akan dia.
28Tetapi kepada manusia adalah firman-Nya: Bahwa takut akan Tuhan itulah hikmat adanya, dan menjauhkan diri dari pada jahat itulah akal budi.
6Tuhan yang membuat alayatnya di dalam segala langit dan mengalaskan segala lengkungnya di atas bumi, dan yang memanggil naik air laut, lalu mencucurkan dia ke atas muka bumi; bahwa Tuhan itulah nama-Nya!
20Maka dari mana gerangan datangnya hikmat itu? dan di mana gerangan tempat akal budi?
16Adapun langit itu, maka Tuhan juga yang empunya dia, tetapi bumi ini telah dikaruniakan-Nya kepada segala anak Adam.
7Adapun hikmat itu terutamalah adanya; maka sebab itu tuntutlah akan hikmat dan tuntutlah akan pengetahuan akan ganti segala sesuatu yang padamu.
2akan mengetahui pengajaran hikmat dan akan mengerti syarat budi.
3Akan menerima pengajaran akal yang baik, kebajikan dan kebenaran dan perkara yang patut.
4Maka demikianlah asalnya langit dan bumi pada masa ia itu dijadikan, tatkala diperbuat Tuhan Allah akan langit dan bumi:
1Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi.
36Siapakah sudah menaruh hikmat di dalam batin orang manusia, dan siapa gerangan sudah mengaruniakan akal budi dalam hatinya?
18Maka ialah pohon kehidupan bagi segala orang yang mencapai akan dia, dan berbahagialah segala orang yang bersangkut paut kepadanya.
10Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala hikmat; barangsiapa yang menuntut dia ia itu berbudi dengan sebenarnya, maka kepujian-Nya kekal selama-lamanya.
3Dengan iman kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Allah, sehingga barang yang kelihatan bukannya dijadikan daripada barang yang kelihatan.
6maka sebab itu hikmat dan pengetahuan akan menjadi ketentuan hal selamatmu, suatu kelimpahan besar dari pada pelbagai selamat, maka takut akan Tuhan itulah akan harta benda mereka itu!
24Bahwa hikmat adalah di hadapan mata orang yang berbudi, tetapi mata orang bodoh sampailah kepada tepi bumi.
6yang telah menjadikan langit dan bumi, dan laut serta dengan segala isinya; dan yang menaruh setia sampai selama-lamanya.