Markus 12:21
Dan yang kedua pun mengambil perempuan itu, lalu mati dengan tiada beranak; dan yang ketiga itu pun demikian.
Dan yang kedua pun mengambil perempuan itu, lalu mati dengan tiada beranak; dan yang ketiga itu pun demikian.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
28serta berkata, "Ya Guru, Musa telah menyuratkan hukum ini bagi kita, bahwa jikalau saudara seorang yang berbini mati, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya memperisterikan bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya.
29Adalah orang bertujuh saudara laki-laki, maka yang pertama itu berbini, lalu mati dengan tiada beranak;
30maka yang kedua,
31dan yang ketiga pun memperisterikan bini itu; maka demikianlah ketujuh-tujuhnya itu pun mati dengan tiada meninggalkan anak.
32Kemudian sekali matilah pula perempuan itu.
33Pada hari kiamat kelak perempuan itu jadi bini siapakah dari antara mereka itu? Karena ketujuhnya telah memperbinikan dia."
18Maka datanglah kepada-Nya beberapa orang Saduki, yang mengatakan bahwa tiadalah kiamat, lalu mereka itu menyoal Dia, katanya,
19"Ya Guru, Musa telah menyuratkan hukum ini bagi kita, bahwa jikalau mati saudara seorang, serta ia meninggal bini, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya mengambil bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya.
20Adalah orang bertujuh saudara. Maka yang pertama itu berbini, tetapi matilah ia dengan tiada beranak.
22Maka ketujuh-tujuhnya itu tiada meninggal anak; kemudian daripada sekaliannya, matilah pula perempuan itu.
23Pada hari kiamat kelak, perempuan itu jadi bini siapakah dari antara ketujuh orang itu? Karena ketujuhnya telah memperbinikan dia."
24"Ya Guru, Musa berpesan kepada kita, jikalau mati seorang, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya memperisterikan bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya.
25Adalah dengan kami tujuh orang bersaudara laki-laki; maka yang pertama itu berbini lalu mati; dan sebab tiada beranak, tinggallah bininya bagi saudaranya.
26Sedemikian juga yang kedua dan yang ketiga pun, sampai yang ketujuh itu.
27Kemudian daripada sekaliannya, matilah pula perempuan itu.
28Pada hari kiamat kelak perempuan itu jadi bini sipakah dari antara ketujuh orang itu? Karena semuanya telah memperbinikan dia."
5Jikalau ada orang kakak adik duduk seorang dekat dengan seorang, maka seorang mati tiada beranak, janganlah bini orang yang mati itu menjadi bini orang lain yang di luar, melainkan hendaklah iparnya pergi mendapatkan dia dan mengambil dia akan bininya dan berbuat akan dia barang yang wajib atas ipar.
6Maka hendaklah anak sulung, yang diperanakkannya itu dinamai dengan nama saudaranya yang mati itu, supaya nama saudaranya jangan dihapuskan dari antara Israel.
7Tetapi jikalau seganlah orang itu mengambil bini saudaranya akan bininya, hendaklah bini saudaranya itu pergi ke pintu negeri menghadap segala tua-tua sambil sembahnya: Bahwa engganlah ipar hamba menghidupkan nama saudaranya di antara Israel, tidak ia mau berbuat akan hamba yang wajib atas seorang ipar.
20Maka jikalau seorang telah berseketiduran dengan mamaknya perempuan, ia itu telah mencemarkan tempat tiduran mamaknya laki-laki; keduanya akan menanggung dosanya dan mereka itu akan mati bulus.
21Maka jikalau seorang telah mengambil bini saudaranya laki-laki, ia itulah sumbang adanya, dan ia telah mencemarkan tempat tidur saudaranya, maka mereka itu akan tinggal bulus.
2Maka jikalau ia telah keluar dari rumahnya, lalu pergi menjadi bini orang lain,
3dan orang inipun benci akan dia, disuratkannya akan dia surat talak dan diberikannya surat itu kepada tangannya, lalu disuruhnya ia keluar dari rumahnya, atau kalau orang laki-laki yang kemudian ini mati setelah sudah diambilnya perempuan itu akan bininya,
15Maka jikalau pada seorang laki-laki adalah dua orang bininya, seorang yang dikasihi, seorang yang dibenci, maka keduanya, yang dikasihi dan yang dibencipun, beranak laki-laki baginya, dan anak laki-laki yang sulung itu dari pada bini yang dibenci,
16bahwasanya apabila diberikannya pusaka akan anak-anaknya dari pada barang yang ada padanya, tak boleh diangkatnya anak sulung akan anak dari pada bini yang dikasihinya di hadapan anak dari pada bini yang dibenci, yang anak sulung betul adanya;
5Maka keduanya Makhlon dan Khilyonpun matilah, maka dalam hal yang demikian tinggallah perempuan itu kemudian dari pada mati lakinya dan kedua anaknya laki-laki.
10Jikalau ia berbinikan orang lain, maka tiada boleh dikurangkannya makanannya dan pakaiannya dan barang yang wajib atas orang kawin.
11Jikalau kiranya tiada diberikannya ketiga perkara ini, maka bolehlah ia keluar karena Allah, dengan tiada uang tebusan.
15Barangsiapa yang lagi tinggal dari padanya, ia itu akan ditekan oleh bala sampar, dan tiada mereka itu ditangisi oleh perempuan jandanya.
30Kamu akan mengambil bini, tetapi orang lain akan berseketiduran dengan dia; kamu akan membangunkan rumah, tetapi tiada kamu akan mengedudukinya; kamu akan menanam kebun anggur, tetapi tiada kamu akan makan hulu buahnya.
6Maka pada patik tuanku adalah dua orang anaknya laki-laki, maka keduanya itupun berkelahilah di padang dan seorang lainpun tiada yang menceraikan keduanya, lalu dipalu seorang akan seorang, dibunuhnya akan dia.
7Maka sesungguhnya segenap bangsa itu sudah berbangkit melawan patik tuanku ini, katanya: Bawalah ke mari akan si pembunuh saudaranya itu, supaya kami membunuh dia akan bela saudaranya, yang sudah dibunuhnya dan kami membinasakan lagi waris itupun. Maka dalam hal yang demikian mereka itu hendak memadamkan bara api yang lagi tinggal itu, sehingga tiada ditinggalkannya bagi laki patik nama atau anak buah di atas bumi ini.
2Karena seorang perempuan yang bersuami terikat oleh hukum kepada suaminya selagi suami itu hidup; tetapi jikalau suami itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum suami.
3Sebab itu, jikalau perempuan itu berlakikan orang lain tatkala suaminya lagi hidup, maka ia dikata orang perempuan berzinah; tetapi jikalau suaminya itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum itu, sehingga bukanlah ia perempuan berzinah, walaupun berlakikan orang lain.
12Dan jikalau seorang perempuan menceraikan lakinya, lalu berlakikan orang lain, ia pun berbuat zinah."
9Maka jikalau tiada ia beranak perempuanpun, maka hendaklah kamu memberikan pusakanya kepada saudaranya laki-laki.
9Maka telah diketahui Onan akan benih ini kelak bukan menjadi dia punya; sebab itu apabila bersetubuh ia dengan bini abangnya ditumpahkannya maninya ke tanah, supaya jangan diadakannya benih bagi abangnya.
19Padanya akan tiada anak atau cucu di antara bangsanya, dan di dalam rumahnya seorangpun tiada akan tinggal dengan hidup.
36Lalu disuruhkan oleh tuan itu pula hamba yang lain, lebih banyak daripada yang mula-mula itu; maka diperbuat oleh orang dusun ke atasnya seperti yang dahulu.
22Maka pada masa itu kata perempuan yang lain itu: Bukan, melainkan yang hidup itu anakku dan yang mati itu anakmu! tetapi kata perempuan ini: Bukan, melainkan yang mati itulah anakmu dan yang hidup itu anakku! Demikian berbantah-bantahlah keduanya di hadapan baginda.
35tetapi orang yang dihisabkan berlayak akan masuk akhirat dan mendapat kebangkitan dari antara orang mati itu, tiadalah kawin atau dikawinkan;
29Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah seorang jua pun yang meninggalkan rumah, atau bini, atau sanak-saudara, atau ibu bapa, atau anak-anak sebab karena kerajaan Allah,
25Karena apabila mereka itu bangkit kelak dari antara orang mati, tiadalah mereka itu kawin atau dikawinkan, melainkan keadaan mereka itu seperti malaekat yang di surga.
7Tetapi kata orang-orang dusun itu sama sendiri: Inilah warisnya; mari, biarlah kita membunuh dia, dan pusaka itu menjadi hak kita.
7Dan mana orang yang bertunangan dengan seorang perempuan dan belum diambilnya akan bininya, baiklah ia balik pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam peperangan dan seorang lain mengambil perempuan itu akan bininya.
22Maka matilah Elezar tidak beranak laki-laki, melainkan perempuan jua, maka bani Kisy, saudara mereka itu, memperisterikan dia.
2Janganlah engkau mengambil bini dan jangan ada anak laki-laki atau anak perempuan padamu di dalam tempat ini;
31Maka kata anak yang sulung itu kepada yang bungsu: Bapa kita sudah tua, dan seorang laki-laki juapun tiada dalam negeri ini akan duduk dengan kita seperti adat segala dunia.
10Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, "Jikalau demikian ini perihal laki dengan bini, tiada berfaedah kawin."
24Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya.