Amsal 20:27
Bahwa nyawa manusia seperti pelita Tuhan, yang menyelidik segala rahasia yang di dalam dadanya.
Bahwa nyawa manusia seperti pelita Tuhan, yang menyelidik segala rahasia yang di dalam dadanya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
8Tetapi sesungguhnya Roh juga, yang di dalam manusia, dan ilham Yang Mahakuasa itulah yang memberi akal!
1Bahwa manusia adalah beberapa niat hatinya, tetapi jawab lidah itu dari pada Tuhan juga datangnya.
2Segala jalan orang tampaklah benar kepada pemandangannya sendiri, tetapi Tuhan juga menimbangkan segala perasaan hati.
5Jikalau niat dalam hati orang bagaikan air yang dalam-dalam sekalipun, maka orang yang berakal budi itu dapat mengeluarkan dia.
14Bahwa keberanian membantu orang dalam menanggung sengsara, tetapi hati yang murung siapa gerangan dapat menghiburkan dia?
1Bahwa hati raja adalah dalam tangan Tuhan seperti air sungai, dialirkan-Nya barang ke mana dikehendaki-Nya.
2Segala jalan orang tampaklah betul kepada pemandangannya sendiri, tetapi ditimbang Tuhan akan segala hati adanya.
10Bahwa Akulah, Tuhan, yang menduga hati dan menyelidik batin, hendak membalas kepada tiap-tiap orang sekadar kelakuannya dan sekadar pahala perbuatannya.
21Siapa gerangan tahu kalau nyawa anak-anak Adam itu naik ke atas dan nyawa segala binatang itu turun ke dalam bumi?
10Tetapi kepada kita Allah sudah menyatakan itu dengan Roh-Nya, karena Roh itulah menyelidik segala sesuatu, walaupun perkara Allah yang dalam-dalam.
11Karena manusia yang manakah mengetahui batin orang, melainkan roh yang ada di dalam orang itu? Demikianlah juga tiada seorang pun mengetahui batin Allah, melainkan Roh Allah itu.
24Bahwa segala langkah orang dari pada Tuhan juga asalnya, maka bagaimana gerangan orang dapat mengerti jalannya sendiri?
28Kemurahan dan kebenaran memeliharakan raja, maka dengan kebajikan ditetapkannya takhtanya.
11Bahwa Tuhan mengetahui akan segala kepikiran manusia bahwa ia itu sia-sialah adanya.
21Karena jalan tiap-tiap orang adalah nyata di hadapan mata Tuhan, maka Tuhanpun menyelidik akan segala bekas tapak kakinya.
21Banyaklah niat dalam hati orang, tetapi tak dapat tiada hanya takdir Tuhan juga akan jadi.
28Karena sesungguhnya, Engkau meluputkan umat yang teraniaya, tetapi Engkau merendahkan segala mata yang mengatas-ataskan dirinya.
20Karena tak ada pahala bagi orang jahat, dan pelita orang fasik akan dipadamkan kelak.
36Jikalau seluruh tubuhmu itu terang, sehingga tiada yang gelapnya, niscaya bercahayalah semuanya, sama seperti pelita menerangkan engkau dengan cahayanya."
21Karena mata-Nya selalu adalah mengamati-amati jalan segala manusia, dilihatnya kelakuan masing-masing mereka itu.
36Siapakah sudah menaruh hikmat di dalam batin orang manusia, dan siapa gerangan sudah mengaruniakan akal budi dalam hatinya?
6Terang di dalam kemahnyapun akan berubah menjadi gelap dan damarpun dipadamkan dari atasnya.
26Seorang raja yang berbudi itu menampi orang-orang yang jahat dan menjalankan jantera pengirikan dari atasnya.
9Bahwa hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhan yang menentukan segala langkahnya.
23Selidiklah akan daku, ya Allah, ketahuilah akan hatiku; ujilah akan daku dan ketahuilah akan segala kepikiranku,
1Bahwa inilah firman Tuhan akan hal Israel. Maka berfirmanlah Tuhan, yang membentangkan langit dan mengalaskan bumi dan yang menjadikan nyawa di dalam batin manusia.
3Bahwa kui adalah bagi perak dan dapurpun bagi emas, tetapi Tuhan yang menguji akan segala hati.
3Tatkala diberinya bersinar pelitanya di atas kepalaku, dan aku lagi disertai terangnya tatkala aku berjalan dalam gelap;
6Pada-Mu, bahkan, pada-Mu sendiri juga aku telah berdosa dan telah kuperbuat barang yang jahat kepada pemandangan-Mu; maka Engkau dibenarkan dalam firman-Mu dan Engkau menang apabila Engkau disalahkan.
10Di dalam tangannya adalah nyawa segala sesuatu yang hidup dan nafas segala anak Adampun.
3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.
29Karena Engkaulah pelitaku, ya Tuhan! dan Tuhan juga menukarkan kegelapanku dengan terang cuaca.
23Maka kuketahui, ya Tuhan! bahwa jalan manusia itu tiada dalam kuasanya sendiri, tiada dalam kuasa orang yang berjalan itu mematutkan langkahnya.
3Bahwa tingginya langit dan dalamnya bumi dan hati rajapun tiada terselidik adanya.
22Ia juga yang menyatakan perkara yang dalam-dalam dan yang tersembunyi, Ia juga amat mengetahui barang yang di dalam gelap dan serta-Nyapun adalah duduk terang.
9Bahwa terang orang benar akan bercahaya, tetapi pelita orang jahat kelak akan dipadamkan.
33Apabila seorang memasang pelita, tiada pernah ia meletakkan di ceruk-ceruk, atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki pelita, supaya orang yang masuk tampak terang itu.
14Jikalau kiranya ditaruh-Nya hati akan dia, jikalau kiranya diangkat-Nya dari padanya roh-Nya dan nafas-Nya,
16Tiadalah seorang pun memasang pelita, lalu menudung dengan suatu bekas, atau meletakkan di bawah katil; melainkan diletakkannya di atas kaki pelita, supaya orang yang masuk tampak terang itu.
19Seperti air itu cermin muka orang, demikianpun hati itu cermin manusia.
7karena seperti orang yang menunggui dirinya, demikianlah adanya, maka katanya kepadamu kelak: Makan dan minumlah olehmu! tetapi hatinya jauh dari padamu.
21Jikalau kiranya kami telah melupakan nama Allah kami dan kami telah menadahkan tangan kami kepada berhala,
2Ujilah akan daku, ya Tuhan! cobalah akan daku dan selidiklah akan buah pinggang dan akan hatiku.
3Mata Tuhan adalah atas segala tempat sambil memandang akan orang jahat dan akan orang baik.
31maka dipenuhi oleh Roh Allah akan dia dengan akal budi dan kepandaian, yaitu dalam segala pekerjaan tangan,
11Neraka dan tempat kebinasaan adalah nyata di hadapan Tuhan, istimewa pula hati segala anak Adam.
21Seperti kui bagi emas dan dapur bagi perak, demikianpun orang bagi mulut yang memuji dia.
20Maka kata-Nya lagi, "Barang yang keluar dari dalam orang, itulah menajiskan dia.
27Barangsiapa yang berpengetahuan itu menahani perkataannya, dan orang yang berakal ia itu mahal budinya.
26Segala harta bendanya sudah ditentukan bagi kebinasaan, maka api yang tiada dihembus orang akan makan dia, dan makan habis juga akan barang yang tinggal dari pada kemahnya.