Yeremia 10:15
Sia-sia belaka adanya, suatu perbuatan persesatan, apabila tulah datang atasnya hilanglah sekaliannya.
Sia-sia belaka adanya, suatu perbuatan persesatan, apabila tulah datang atasnya hilanglah sekaliannya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
17pada masa itu segala manusia bodoh dan tiada berpengetahuan adanya; kemalu-maluanlah segala pandai emas akan patung perbuatannya, karena dusta juga barang yang diperbuatnya, tiadalah nyawa di dalamnya.
18Sia-sialah adanya dan suatu perbuatan tipu juga; apabila datang percobaan maka hilanglah semuanya.
29Bahwasanya mereka itu sekalian sia-sialah adanya dan segala perbuatan mereka itu cuma-cumalah, segala patung tuangan mereka itu angin dan sia-sia belaka.
9Adapun segala orang yang merupakan patung ukiran itu bersama-sama sia-sialah adanya, dan perbuatan mereka itu yang indah-indah itu tiada berguna; sekalian itu naiklah saksi atas dirinya; suatupun tiada dilihatnya, suatupun tiada diketahuinya, niscaya kemalu-maluanlah mereka itu kelak!
10Siapakah merupakan suatu berhala? dituangnya suatu patung yang tiada berguna.
11Bahwasanya kemalu-maluanlah kelak segala kawan mereka itu, tegal tukang-tukangnya dari pada manusia juga adanya; baiklah mereka itu sekalian berhimpun, baiklah mereka itu bangkit berdiri -- mereka itu akan gemetar, bersama-sama mereka itu akan malu.
14Pada masa itu bodohlah dan tiada berpengetahuan segenap bangsa manusia; patutlah malu tiap-tiap tukang dari karena patung yang telah diperbuatnya, karena bohonglah perbuatannya; tiadalah nyawa di dalamnya.
8dalam seperkara juga mereka itu bodoh dan gila adanya, yaitu sepotong kayu menjadi baginya akan pengajaran sia-sia.
15Adapun segala berhala orang kafir itu dari pada emas dan perak, ia itu perbuatan tangan manusia adanya.
16Ia bermulut tetapi tiada dapat berkata-kata, ia bermata tetapi tiada dapat melihat,
17ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya.
18Baiklah segala orang yang memperbuat dia menjadi sebagainya, demikianpun segala orang yang harap padanya.
4Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya.
7Maka iapun bertangan, tetapi tiada dapat menjamah; ia berkaki, tetapi tiada dapat berjalan dan tiada ia tahu memberi bunyi suara dari dalam kerongkongannya.
8Biarlah segala orang yang memperbuat dia itu menjadi sebagainya; demikianpun segala orang yang harap padanya.
8Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala. Bahwa mereka itu menyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya.
20yang dihancurkan antara pagi dengan petang, dan yang hilang sampai selama-lamanya dengan tiada diketahui orang.
16Bahwa kecela-celaanlah dan kemalu-maluanlah, dan kebinasaanlah mereka itu sekalian yang memperbuat berhala!
14Setelah sudah mati tiada mereka itu hidup pula, setelah sudah mangkat tiada mereka itu bangkit pula; apabila Engkau mendatangkan tulah, maka Engkau membinasakan mereka itu dan menghapuskan segala peringatan akan mereka itu.
13Bahwasanya bukankah ia itu datangnya dari pada pihak Tuhan serwa sekalian alam, bahwa segala bangsapun berlelah bagi barang yang sia-sia belaka?
18Adalah kafilah menyimpangkan jalannya karena sebabnya, lalu masuk kepada padang tandus, sehingga mereka itu binasa.
24Bahwasanya adamu kurang lagi dari pada ketiadaan dan perbuatanmu sia-sia belaka; kebencianlah tiap-tiap orang yang setuju dengan kamu.
18Apa guna kiranya patung pahatan itu, bahwa tukang yang pandai sudah memahat dia? Dan patung tuangan bukankah ia itu pengajar dusta juga adanya? Bolehkah tukang itu harap pada perbuatannya sendiri? Bukan diperbuatnya berhala juga yang kelu adanya?
18Maka segala berhalapun akan hilang sama sekali.
19dan sudah dicampakkannya segala berhala mereka itu ke dalam api, karena bukan ilah adanya, melainkan perbuatan tangan manusia jua dari pada kayu dan batu, maka sebab itu dapat dibinasakannya.
1Bahwa dahulu Israel bagaikan pokok anggur yang menjalar jauh dan yang berbuah sampai di puncaknya; maka makin bertambah banyak buahnya, makin diperbanyakkannya mezbahnya; makin baik tanahnya, makin dielokkannya patung-patungnya.
2Bahwa hatinya sudah membujuk mereka itu, sekarang mereka itu sudah tenggelam dalam salah! maka segala mezbahnya akan dirobohkannya dan segala patung mereka itu akan dibinasakannya.
31Janganlah ia harap akan barang sia-sia, yang menipukan dia, karena barang yang sia-siapun akan balasannya.
11Demikian hendaklah katamu kepada mereka itu: Adapun segala dewata, yang tiada tahu menjadikan langit dan bumi, ia itu akan hilang dari atas bumi dan dari bawah langit ini.)
20Mana boleh manusia memperbuat berhala akan dirinya? tegal ia itu bukan ilah adanya.
20Cahayanya dan indahnya dipakaikannya kepada kebesaran dan patung mereka itu yang kebencian dan berhala mereka itu yang keji itu diperbuatkannya dari padanya, maka sebab itu Kujadikan dia suatu kecemaran baginya.
5Karena tiada diindahkan segala pekerjaan Tuhan, atau perbuatan tangan-Nya, niscaya Tuhan akan merobohkan mereka itu dan tiada dibangunkan-Nya mereka itu pula.
33Maka sebab itu dihabiskan-Nya umur mereka itu dengan sia-sia dan segala tahun mereka itu dengan dahsyat.
29Bahwa hembusan itu hanguslah tetapi dari pada api keluar timah juga; cuma-cuma dihancurkan dia akan dibersihkan pula; tak boleh dijauhkan sanganya.
3Karena syariat segala bangsa itu sia-sialah adanya, karena kayu juga adanya barang yang telah ditetak di dalam hutan, suatu perbuatan tukang yang telah diperbuat dengan lengan tersingsing.
6Tipu juga barang yang dilihatnya dan dusta belaka nubuatnya; kata mereka itu: Demikianlah firman Tuhan! maka Tuhanpun tiada menyuruhkan mereka itu, lalu kemaluanlah mereka itu tiada boleh disampaikan barang yang telah dikatakannya.
7Bahkan, pada hari itu mereka itu akan membuang masing-masing akan berhalanya yang dari pada perak dan berhalanya yang dari pada emas, yang telah diperbuat oleh tanganmu akan berdosa.
17Bagi-Nya segala bangsa seperti satupun tiada, dibilang-Nya akan sekalian itu kurang lagi dari pada ketidaan dan sia-sia adanya.
18Maka dengan siapa gerangan hendak kamu menyamakan Allah? atau dengan peta apa hendak kamu merupakan Dia!
17Pada masa itu undurlah dan kemalu-maluanlah kelak segala orang yang harap pada patung pahat dan yang berkata kepada patung tuangan: Kamulah dewata kami!
18dan sudah dicampakkannya segala berhala mereka itu ke dalam api, karena bukan ilah adanya, melainkan perbuatan tangan manusia jua dari pada kayu dan batu, maka sebab itu dapat dibinasakannya.
9Haraplah akan Dia, hai segala umat! pada sediakala; curahkanlah isi hatimu di hadapan hadirat-Nya; bahwa Allah itulah perlindungan bagi kami. -- Selah.
2Bahwa sesungguhnya dusta juga adanya barang yang dijanji terafim, dan tipu adanya barang yang dilihat oleh segala petenung, dan diceriterakannya beberapa mimpi yang sia-sia, dan diberinya penghiburan yang tiada berguna! Maka sebab itu sesatlah mereka itu seperti kambing domba dan mereka itu mengembara ke sana ke mari, sebab tiada mereka itu bergembala.
29Dengan khayal penipu dan dengan ramal dusta ditahankannya akan kamu, hendak menambahkan kamu kepada segala orang yang telah dikerat lehernya, dan yang dibunuh sebab durhakanya, dan yang harinya sudah sampai dan masa kejahatannya yang terkemudian.
6Karena dari pada Israel juga asalnya; sungguhpun seorang tukang sudah memperbuat dia, maka tiada juga ia itu ilah adanya, melainkan lembu muda Samaria itu akan dipecah-pecahkan!
10Bahkan, jikalau mereka itu dianyam bersama-sama seperti duri dan jikalau mereka itu mabuk dari pada kebanyakan minumnya, mereka itu akan dihabiskan juga seperti jerami yang kering.
8Maka tiada lagi mereka itu berpaling kepada segala mezbah, perbuatan tangannya, dan tiada dipandangnya pula akan barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya atau akan hutan-hutan atau akan segala gambar syamsiat.
6Bahwa sesungguhnya Engkau telah menjadikan umurku setelempap jua lanjutnya, dan umurku seperti satupun tiada apa di hadapan hadirat-Mu; bahwasanya tiap-tiap orang, jikalau berdiri tetap sekalipun, maka sia-sia belaka adanya. -- Selah.
3Maka sebab itu sekarang mereka itu seperti sebuah awan pada waktu fajar dan seperti air embun pada pagi hari, yang lenyap seperti sekam, yang diterbangkan oleh angin ribut dari tempat pengirik dan seperti asap, yang naik dari dalam lubang dapur.
4Bahwa manusia itu seumpama uap yang sia-sia dan umur hidupnyapun seperti bayang-bayang yang lalu.