Ayub 29:9

Terjemahan Lama

Segala penghulupun menahankan perkataannya, sambil bertekap mulut.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ayb 21:5 : 5 Pandanglah kepadaku, hendaklah kamu tercengang-cengang dan bertekap mulutmu.
  • Ayb 40:4 : 4 Adakah padamu lengan seperti lengan Allah? dapatkah engkau berguruh dengan bunyi suaramu seperti Allah?
  • Ams 10:19 : 19 Dalam kebanyakan perkataan tiada kurang salah, tetapi barangsiapa yang menahankan lidahnya, ia itu orang bijaksana.
  • Ams 30:32 : 32 Jikalau kiranya engkau telah membuat perkara yang bodoh sebab membesarkan dirimu, atau telah berpikir jahat, maka hendaklah engkau bertekap mulut;
  • Yak 1:19 : 19 Kamu pun mengetahui yang demikian, hai saudara-saudara yang kukasihi. Tetapi biarlah tiap-tiap orang pantas mendengar, lambat berkata-kata, lambat marah.
  • Hak 18:19 : 19 Maka sahut mereka itu kepadanya: Diamlah engkau; tekapkanlah mulutmu dengan tanganmu; pergilah serta dengan kami dan jadilah bagi kami akan bapa dan imam; entah baik mana engkau jadi imam bagi isi rumah hanya seorang jua; atau imam bagi genap sesuku bangsa orang Israel?
  • Ayb 4:2 : 2 Jikalau kiranya kami coba berkata-kata kepadamu, maka engkau akan berdukacita pula, tetapi siapa gerangan dapat menahan akan dirinya dari pada berkata-kata?
  • Ayb 7:11 : 11 Maka sebab itu tiada aku mau menahankan lidahku, melainkan aku mau berkata-kata dengan kepicikan nyawaku, dan berkeluh dengan kepahitan hatiku.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 89%

    10Bunyi suara orang bangsawan tiada kedengaran, lidahnyapun lekat pada langitan mulutnya.

    11Karena telinga yang mendengar kataku itu membilang aku berbahagia, dan mata yang melihat aku itu membenarkan kataku.

  • 8Serta terlihat mereka itu akan daku maka orang muda-muda bersembunyi dan segala orang ubanpun bangkit lalu berdiri.

  • 75%

    21Orang sudah mendengar akan kataku sambil menanti-nanti, dan mereka itu berdiam dirinya sehingga sudah aku memberi bicara.

    22Kemudian dari pada kataku seorangpun tiada berkata lagi, dan perkataankupun bertitik-titik kepadanya.

  • 32Jikalau kiranya engkau telah membuat perkara yang bodoh sebab membesarkan dirimu, atau telah berpikir jahat, maka hendaklah engkau bertekap mulut;

  • 5Pandanglah kepadaku, hendaklah kamu tercengang-cengang dan bertekap mulutmu.

  • 72%

    15Bagaimana mereka ini termangu-mangu, tiada mereka ini terkata-kata lagi; segala perkataan sudah lenyap dari padanya.

    16Berapa lamapun aku menanti-nanti, tiada juga mereka ini berkata-kata, mereka ini tinggal termangu-mangu, tiada menyahut lagi.

  • 16Bahwa segala bangsa kafirpun akan melihatnya serta malu dari karena segala kuasanya; mereka itu akan menekap mulutnya, dan telinganya akan jadi tuli.

  • 72%

    1Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Yeduton.

    2Bahwa kataku: Aku hendak memeliharakan jalanku, supaya dengan lidahku jangan aku berdosa, maka aku hendak menahankan mulutku dengan kang selagi orang jahat berhadapan dengan aku.

  • 71%

    27Barangsiapa yang berpengetahuan itu menahani perkataannya, dan orang yang berakal ia itu mahal budinya.

    28Jikalau seorang bodoh sekalipun, selama ia diam, maka dibilang orang akan dia seorang yang berbudi, dan selama terkatuplah mulutnya dibilangnya akan dia seorang yang berakal adanya.

  • 27Hata, setelah datang segala penghulu itu mendapatkan Yermia serta bertanyakan dia, maka diberinya jawab akan mereka itu setuju dengan segala perkataan yang dititahkan baginda kepadanya; lalu ditinggalkannya akan dia, sehingga satupun tiada jadi ketahuan dari pada segala perkara ini.

  • 11Orang bodoh itu mengeluarkan segala kepikiran hatinya, tetapi orang yang berbudi menahankan dia sampai kemudian kelak.

  • 21Hata, maka mereka itupun berdiamlah dirinya, sepatah katapun tiada disahutnya akan dia; karena titah baginda kepada mereka itu demikian: Jangan kamu sahut akan dia.

  • 5Mengapa kamu tiada berdiam dirimu sekali, supaya ia itu bagimu akan hikmat.

  • 18Ya Tuhan! janganlah kiranya Engkau biarkan aku mendapat malu, karena aku berseru kepada-Mu; biarlah segala orang fasik itu mendapat malu; biarlah mereka itu mendiamkan dirinya dalam kubur.

  • 36Maka diamlah segala rakyat itu, sepatah katapun tiada disahutnya akan dia, karena titah baginda demikian: Jangan kamu sahut akan dia.

  • 9Lepaskan apalah aku dari pada segala salahku dan jangan jadikan aku akan suatu kecelaan bagi orang yang bebal.

  • 19Dalam kebanyakan perkataan tiada kurang salah, tetapi barangsiapa yang menahankan lidahnya, ia itu orang bijaksana.

  • 7Tiada patut sekali-kali seorang peloba menjanji perkara besar-besar, istimewa pula jikalau seorang bangsawan tiada menyampaikan janjinya.

  • 68%

    13Sementara orang yang menyengajakan matiku itu memasang jerat akan daku, dan orang yang berniatkan celakaku itu berbicara hendak membinasakan dan mereka tipu daya pada sepanjang hari.

    14Tetapi aku ini seumpama seorang tuli, tiada aku mendengar, seumpama seorang kelu, yang tiada membuka mulutnya.

  • 7Pada malam gelap mereka itu berjalan lalu lalang serta berkerumun dengan meraung-raung seperti anjing dan mengidar-idari segenap negeri.

  • 12Mereka itu sudah menggantungkan segala penghulu pada kayu dan muka orang tua-tuapun tiada diindahkannya.

  • 30Tetapi jikalau kepada seorang yang duduk di situ masuk suatu ilham, hendaklah orang yang pertama itu berdiam diri.

  • 23Barangsiapa yang memeliharakan mulutnya dan lidahnya, ia itu melepaskan dirinya dari pada beberapa kesusahan.

  • 31Perhatikanlah ini, hai Ayub! dengarlah akan daku, diamlah, maka aku hendak berkata-kata.

  • 17Perkataan orang alim patut didengar dengan berdiam diri, terlebih dari pada teriak seorang pemerintah yang jahil.

  • 20Tetapi Tuhan adalah dalam kaabah kesucian-Nya, maka berdiamlah dirimu di hadapan hadirat-Nya, hai isi segenap bumi!

  • 23Sementara segala penghulu juga duduk berbicara lawan aku, maka hamba-Mu inipun memikirkan segala syariat-Mu.

  • 31Bahwa mulut orang yang benar itu berkelimpahan akal budi, tetapi lidah yang membinasakan itu akan dikerat.

  • 19Seorang hamba yang mengerti, tetapi tiada juga memberi jawab, janganlah diajar akan dia dengan perkataan.

  • 9Janganlah engkau berkata-kata, sehingga kedengaranlah katamu kepada orang bodoh, karena dicelakannya kelak budi perkataanmu.

  • 9Mereka itu mengangakan mulutnya kepada langit dan lidahnyapun membinasakan di atas bumi.

  • 23Seorang yang bijaksana itu menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bodoh itu berseru-serukan kebodohan.

  • 17ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya.

  • 10Bahwa dalam mulut raja adalah keputusan segala perselisihan; maka iapun akan tiada salah dalam hukum.

  • 9Hata, maka sampailah orang-orang Daud itu, lalu dikatakannya kepada Nabal segala perkataan ini dengan nama Daud, kemudian berdiamlah mereka itu dirinya.

  • 26Dan lagi Kulekatkan kelak lidahmu pada langitan mulutmu, sehingga engkau akan kelu, dan tiada lagi engkau seorang penegur baginya, karena mereka itulah suatu bangsa yang bantahan adanya.

  • 15Demi dikatakannya segala perkataan ini kepadaku, tunduklah aku dengan mukaku ke bumi dan akupun termangu-mangu.

  • 13Maka sebab itu pada masa ini orang yang berakal itu berdiam dirinya, karena masa ini jahat adanya.

  • 12Janganlah kiranya Engkau membunuh mereka itu, supaya jangan bangsaku melupakannya, melainkan hanyutkanlah mereka itu oleh kuasa-Mu, dan empaskanlah mereka itu, ya Tuhan, perisai kami!

  • 66%

    10Karena telah dicurahkan Tuhan atas kamu suatu nafsu tidur yang lelap, dan dikatupkan-Nyalah matamu dan diselubungkan-Nya muka segala nabi dan penghulumu dan segala pelihat.

    11Maka sebab itu segala khayal telah menjadi bagimu seperti bunyi kitab yang termeterai, yang diberikan oranglah kepada seorang yang tahu membaca, serta katanya: Baca apalah ini! tetapi jawabnya: Tiada dapat aku, karena kitab ini termeterai adanya.

  • 29Baiklah ditundukkannya mukanya dalam abu, mudah-mudahan adalah pengharapan.

  • 27dan hatiku membujuk aku diam-diam, dan tanganku sudah mengisyaratkan cium kepadanya,

  • 3Ya Tuhan! taruhlah kiranya suatu penunggu di hadapan mulutku dan tunggui apalah akan pintu bibirku.